Blog Kumpulan Informasi Seputar Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SMP

Pengertian dan Struktur Teks Rekaman Percobaan Kelas 9

    Apakah kamu pernah memperhatikan biji buah rambutan yang kamu tanam tumbuh menjadi pohon  rambutan, lalu berbunga dan berbuah? Jika kamu ingin mengetahui pertumbuhan dan perkembangan tanaman buah rambutan, kamu dapat melakukan pengamatan. Kamu dapat merancang percobaan secara sederhana menggunakan tahapan kerja ilmiah pertumbuhan dan perkembangan buah rambutan. Kegiatan percobaan biasanya dilakukan oleh saintis atau ilmuwan. Adakah di antara kamu bercita-cita sebagai saintis atau ilmuwan.

Pengertian dan Struktur Teks Rekaman Percobaan Kelas 9

    Seorang saintis bekerja melakukan pengamatan terhadap suatu objek untuk memperoleh informasi gejala alam biotik dan abiotik. Seorang saintis bekerja memikirkan atau menemukan suatu ilmu pengetahuan baru. Mereka memulai dengan memunculkan pertanyaan-pertanyaan, lalu melakukan pengamatan. Kegiatan pengamatan tidak terlepas dari kegiatan percobaan atau eksperimen.
    Kegiatan percobaan atau eksperimen termasuk kegiatan ilmiah. Kegiatan percobaan ini biasanya diterapkan dan dikembangkan dalam pembelajaran IPA. Kegiatan pembelajaran dengan metode belajar percobaan ini tidak selalu dilakukan di laboratorium. Kegiatan percobaan dapat dilakukan dilingkungan alam sekitar. Sebagai contoh, jika kamu ingin mengetahui bahwa tumbuhan menerima rangsangan, kamu dapat mengamati tumbuhan sekejut atau putri malu (Mimosa pudica) di halaman sekolah.
    Pembelajaran melalui kegiatan percobaan melatih dan membiasakan kamu terampil menggunakan alat, merangkai percobaan, dan menarik simpulan. Kegiatan ini juga bertujuan agar kamu mampu mencari dan menemukan berbagai jawaban atau persoalan-persoalan dihadapi dengan mengadakan percobaan sendiri. Kegiatan percobaan dapat melatih kamu berpikir ilmiah (scientific thinking) dan meningkatkan sikap ilmiah. Melalui kegiatan percobaan, kamu dapat menemukan bukti kebenaran dari teori yang dipelajari. Kegiatan ini melatih kamu merekam atau mengumpulkan data dan fakta yang diperoleh melalui hasil pengamatan, bukan data opini atau hasil rekayasa pemikiran.
    Rekaman data hasil percobaan tersebut dapat kamu susun dalam bentuk teks tertulis, lalu disampaikan secara lisan melalui presentasi. Rekaman data hasil percobaan secara tertulis disusun dalam bentuk teks rekaman percobaan. Teks ini menyampaikan hasil percobaan kepada khalayak umum sebagai ilmu pengetahuan baru. Nah pertanyaannya Apa yang dimaksud dengan teks rekaman percobaan? Kali ini saya akan berikan penjelasan sedikit apa itu teks rekaman percobaan dan struktur teks rekaman percobaan.

A. Pengertian Teks Rekaman Percobaan
    Teks rekaman percobaan (eksprimen) merupakan teks berisi paparan data secara terperinci hasil praktik, pengamatan, dan penelitian. Teks rekaman percobaan ditulis berdasarkan rekaman data setelah pengamat selesai melakukan percobaan atau penelitian. Kegiatan percobaan atau penelitian ini digunakan untuk memperoleh pengetahuan dalam bidang ilmu alam, psikologi, atau sosial.
Teks rekaman percobaan disebut juga laporan percobaan. Teks ini penting untuk mengetahui kegiatan dilakukan dan rekaman data didapatkan. Teks rekaman percobaan juga salah satu bentuk komunikasi ilmiah secara tidak langsung dengan orang lain. Penulisan teks rekaman percobaan harus jelas, lengkap, dan tidak bertele-tele agar pembaca tidak dapat memahami isi teks dengan baik. Kejelasan teks rekaman percobaan diperlukan dalam pemakaia bahasa, istilah, atau kata-kata mudah dipahami, dicerna, dan dimengerti bagi si pembaca.

Teks rekaman percobaan memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
  1. Teks rekaman percobaan disusun berdasarkan hasil percobaan, pengamatan, atau penelitian disertai pemecahannya.
  2. Pembahasan masalah teks rekaman percobaan dikemukakan secara objektif sesuai realitas atau fakta dan kebenarannya dapat diuji.
  3. Teks rekaman percobaan disusun berdasarkan struktur isi teks secara runtut dan sistematik.
  4. Teks rekaman percobaan menggunakan bahasa ilmiah baku, jelas, komunikatif, dan logis sehingga terbuka kemungkinan adanya ambiguitas, ketaksaan, ataupun kerancuan.
  5. Teks rekaman percobaan ditulis dengan data lengkap sebagai pendukung laporan.
  6. Teks rekaman percobaan dibuat menarik dan interaktif.
  7. Teks rekaman percobaan menuntaskan masalah-masalah yang dimunculkan secara terperinci dan lengkap.
Dalam melakukan kegiatan percobaan, kamu harus memiliki sikap ilmiah. Pola berpikir dan bersikap ilmiah akan bermanfaat  dalam memecahkan masalah yang ditemui sehari-hari. Sikap-sikap ilmiah yang harus dilakukan antara lain.
  1. mampu membedakan antara fakta dan opini.
  2. memiliki sikap santun dalam mengajukan pertanyaan dan argumentasi
  3. memiliki dan mengembangkan rasa keingintahuan.
  4. memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
  5. mampu berpendapat secara ilmiah dan kritis.
  6. memiliki sikap berani mengusulkan perbaikan dan bertanggung jawab terhadap usulan
  7. mengembangkan sikap kerja sama, jujur terhadap fakta, disiplin, tekun, dan semangat belajar.
B. Struktur Teks Rekaman Percobaan
Setelah melakukan percobaan, rekaman data hasil percobaan disusun dalam bentuk teks rekaman percobaan. Teks rekaman percobaan berisi penjelasan dalam bentuk uraian dan tulisan. Uraian yang disampaikan harus jelas dan sistematik. Secara garis besar struktur teks rekaman percobaan sama dengan sistematik penulisan karya ilmiah. Struktur teks rekaman percobaan terdiri atas lima bagian berikut.

1. Pendahuluan
Pendahuluan bertujuan mengantarkan pembaca pada subjek bahasan dalam teks rekaman percobaan. Bagian pendahuluan berisi tiga unsur, yaitu latar belakang masalah, rumusan masalah, dan tujuan penulisan melakukan percobaan.
a. Latar Belakang Masalah
Bagian latar belakang masalah mengetengahkan masalah diidentifikasi sebagai suatu penyebab yang perlu dicari penyelesaiannya.
b. Rumusan Masalah
Rumusan masalah mengetengahkan ruang lingkup masalah agar tidak meluas pembahasannya. Susunan baik rumusan masalah seperti berikut.
1) Rumusan masalah dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya.
2) Rumusan masalah memiliki isi rumusan masalah padat dan jelas.
3) Rumusan masalah dapat memberi petunjuk pengumpulan data guna menjawab pertanyaan-pertanyaan.
c. Tujuan Percobaan
Tujuan penulisan teks rekaman percobaan mengungkapkan tujuan yang digariskan dengan bertolak dari tema dipilih dan kesesuaiannya dengan rumusan masalah.

2. Landasan Teori/Kajian Pustaka
Landasa teori merupakan paparan teori-teori yang dipilih. Landasan teori harus kuat dan mempunyai relevansi dengan alternatif penyelesaian masalah yang dipilih. Teori-teori yang dipaparkan disusun secara sistematik dengan teknik benar penulisan.

3. Metode Percobaan
Metode percobaan adalah langkah dan prosedur yang dilakukan dalam pengumpulan data atau informasi guna memecahkan permasalahan serta menguji hipotesis. Sementara itu, hipotesis adalah dugaan atau pernyataan sementara yang diungkapkan secara deklaratif dan menjadi jawaban dari sebuah permasalahan. Pernyataan tersebut diformulasikan dalam bentuk variabel agar dapat diuji secara empiris.

Dalam metode percobaan disebutkan beberapa masalah seperti berikut.
a. Penentuan subjek percobaan, penentuan sampel yang akan digunakan, penentuan sampel desain yang akan dipakai, dan teknik pangambilan sampel.
b. Metode pengumpulan data, alat pengukuran, dan cara pengukuran ditulis secara jelas.
c. Bahan yang dipakai (bahan kimia atau obat-obatan) disebutkan spesifikasinya.
d. Dalam bagian ini perlu disebutkan alat perlengkapan untuk laboratorium atau digunakan dilapangan.
e. Teknik atau model analisis (statistik) yang akan dipakai dan perlu dijelaskan alasan memakai metode statistik tersebut.

4. Paparan Data Hasil Percobaan.
Paparan data dan hasil percobaan merupakan hasil yang ditemukan dan terjadi dalam percobaan. Data yang telah diperoleh perlu disusun laporan percobaan ringkas dan sistematik. Penyajian tersebut akan memudahkan orang lain memahami hasil percobaan. Agar dapat memilih bentuk penyajian data secara tepat, perlu diketahui jenis datanya. Jika data berupa data kuantitaif (angka), penyajian dalam bentuk tabel, diagram, atau grafik.
Hasil percobaan harus dibahas dengan teliti  dan memperlihatkan hasil menjawab hipotesis awal atau tidak. Untuk membahas hasil pengamatan, dapat dicari informasi relevan dan buku ilmiah atau artikel ilmiah. Informasi dari buku ilmiah atau artikel ilmiah merupakan bahan pendukung dan pembanding hasil percobaan. Artikel ilmiah merupakan hasil penelitian yang telah dipublikasikan.

5. Simpulan
Simpulan merupakan inti sari dari hasil percobaan dan pembahasan. Simpulan yang dibuat harus menjawab pertanyaan awal yang diajukan dalam rumusan masalah sebelum percobaan dilakukan. Simpulan percobaan dapat mendukung atau tidak mendukung hipotesis yang sudah dibuat.

Karya ilmiah memiliki sistematik penulisan lebih kompleks. Sistematik penulisan karya ilmiah sebagai berikut.
1. Judul
2. Abstrak
3. Lembar Persetujuan
4. Kata Pengantar
5. Daftar Isi
6. Daftar Lampiran
7. Daftar Tabel
8. Bab I Pendahuluan
    a. Latar Belakang Masalah
    b. Perumusan Masalah
    c. Tujuan dan Manfaat Penulisan
9. Bab II Kajian Teoretis dan Metodologi  Penulisan.
    a. Kajian Teoretis
    b. Metodologi Penulisan
10. Bab III Pembahasan
    a. Deskripsi Kasus
    b. Analisis Kasus
11. Bab IV Kesimpulan
    a. Kesimpulan
    b. Saran
12. Daftar Pustaka
13. Lampiran-Lampiran

Demikian yang dapat saya paparkan, terima kasih


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Pengertian dan Struktur Teks Rekaman Percobaan Kelas 9