Blog Kumpulan Informasi Seputar Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SMP

Pengertian dan Ciri-Ciri Teks Eksemplum

 A.   Pengertian Teks Eksemplum
     Teks eksemplum adalah teks yang berisi insiden tertentu yang bertujuan menjelaskan insiden tertentu yang bertujuan menjelaskan nilai-nilai dalam suatu masyarakat. Cerita-cerita tersebut dapat berupa legenda, mitos, anekdot, fabel, dan novella.
Pengertian dan Ciri-Ciri  Teks Eksemplum




B.   Ciri-Ciri Teks Eksemplum
  1.  Menggunakan kalimat naratif.
  2.  Menunjukkan urutan peristiwa secara jelas.
  3.  Menghadirkan diri penulis dalam interpretasi dan koda.
  4. Menggunakan proses (hubungan antarperistiwa) untuk mengekplorasi penilaian.
  5. Menggunakan referensi teks dan hubungan leksikal untuk menunjuk ke nilai-nilai yang disarankan oleh peristiwa.


C.  Ciri-Ciri Kebahasaan Teks Eksemplum
1.   Konjungsi Temporal
Konjungsi Temporal adalah konjungsi yang menyatakan hubungan waktu. 
Konjungsi temporal terbagi menjadi 2 yaitu:
a.   Konjungsi temporal sederajat.
Konjungsi temporal sederajat adalah konjungsi yang digunakan pada kalimat mejemuk setara dan konjungsi tidak boleh diletakkan di awal dan akhir kalimat. (Sebelumnya, sesudahnya, lalu, kemudian, selanjutnya)
Contoh:
1. Tujuan utama kami adalah kota Samarinda tapi sebelumnya kami singgah dahulu di kota Bontang.
2. Setelah kami puas jalan di kota Bontang kami lalu melanjutkan perjalanan kami ke Samarinda.
b.  Konjungsi temporal tidak sederajat 
Konjungsi temporal tidak sederajat adalah konjungsi yang mempunyai kedudukan bertingkat atau tidak sederajat dan biasanya digunakan pada kalimat dan boleh diletakkan di sembarang pola kalimat.
(apabila, bila, bilamana, demi, hingga, ketika, sambil, sebelum, sedari, sejak, selama, semenjak, sementara, seraya, waktu, tatkala).
Contoh: 
1. Aku belajar sambil dengarkan musik kesukaan aku.
2. Ayah akan belikan aku sepeda baru apabila aku juara pertama di kelas.
3. Kami mengerjakan tugas sekolah sampai larut malam.

2.  Referensi 
Refensi adalah hubungan antara kata dan benda yang mengacu pada benda tertentu di dunia nyata. Kata kursi mengacu pada benda berkaki empat dan digunakan untuk duduk. Kata kursi tersebut merupakan simbol dari benda bernama kursi. referensi dapat pula terjadi dalam lingkup teks.
Referensi dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok:
a. Berdasarkan tempat acuannya
Berdasarkan tempat acuannya, referensi dibagi menjadi dua yaitu:
1. Referensi endofora
2. Referensi eksofora

Referensi endofora adalah pengacuan yang antesendennya terdapat dalam teks. Anteseden adalah sesuatu yang diacu.
Contoh: 
Alvin pergi mencari kayu bakar siang tadi. Namun, hingga kini dia belum pulang.
Dalam contoh tersebut, kata ia mengacu kepada Alvin. Kata Alvin berposisi sebagai anteseden kata ia.
Referensi endofora dibagi menjadi dua, yaitu:
1. Anafora
Anafora merupakan pengacuan terhadap kata atau frasa yang telah disebutkan sebelumnya. 
Contoh:
Asmar dan Asmir merupakan saudara kembar. Akan tetapi, mereka memiliki sifat bertolak belakang. 
Kata mereka mengacu frasa Asmar dan Asmir. Dalam contoh tersebut, frasa Asmar dan Asmir berposisi sebagai anteseden disebutkan sebelum kata mereka.
2. Katafora
Katafora merupakan pengacuan terhadap kata atau frasa yang diucapkan sesudahnya.
Contoh:
Dengan keahliannya, Gideon menciptakan karya seni berkualitas.
Kata-nya di atas mengacu pada kata Gideon. Dalam contoh tersebut, kata Gideon berposisi sebagai anteseden disebut setelah kata-nya.
Referensi eksofora adalah pengacuan yang antesedennya berada di luar teks. Dengan kata lain, suatu kata atau frasa mengacu pada benda tertentu yang berada di luar kalimat atau teks.

Demikianlah postingan dari saya semoga bisa membantu. Terima Kasih.             


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Pengertian dan Ciri-Ciri Teks Eksemplum