Blog Kumpulan Informasi Seputar Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SMP

Pengertian, Jenis, Contoh, dan Pengelompokan Kata Kerja

ilmubindo.com_ Kata kerja adalah semua kata yang menyatakan perbuatan atau kegiatan. Secara sederhana, kata kerja ini dapat dipahami sebagai kata-kata yang mengandung makna untuk melakukan suatu perbuatan. Seperti kata 'berlari' yang menunjukkan adanya kegiatan berlari. Contoh kata kerja yang lain misalnya 'menulis' yang menunjukkan kegiatan menulis. Selain itu, kata 'duduk' atau pun 'tidur' juga termasuk kata kerja karena menunjukkan adanya suatu kegiatan untuk duduk atau pun tidur.

Kata kerja dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil lain. Macam-macam kata kerja ini adalah kata kerja transitif, kata kerja intrasitif, kata kerja aktif, kata kerja pasif, kata kerja refleksi, dan kata kerja resiprok.
Selain itu, kata kerja juga bisa dibagi berdasarkan bentuknya, yakni kata kerja berbentuk kata dasar, berimbuhan, berbentuk kata ulang, dan juga berbentuk gabungan kata.


Pengertian, Jenis, Contoh, dan Pengelompokan Kata Kerja
www.ilmubindo.com

1. Kata Kerja Transitif
Kata kerja intransitif adalah bentuk kata kerja yang tidak memerlukan objek.
Contoh: 
pergi, duduk, pulang
Pada kata-kata seperti pergi dan contoh lain di atas, kata ini sudah dapat digunakan dalam kalimat, meskipun tak memakai objek. Sebagai contoh dalam kalimat: 'Kakek sedang duduk.'

2. Kata Kerja Aktif
Kata kerja aktif adalah kata kerja yang subjeknya berperan sebagai pelaku. Kata kerja aktif ini umumnya bercirikan dengan adanya awalan me- dan ber-.
Contoh:
memukul, melempari, berlari

3. Kata Kerja Pasif
Kata kerja pasif adalah bentuk kata kerja yang subjeknya berperan sebagai penderita. Kata kerja pasif pada umumnya dapat dilihat dari ciri-ciri adanya awalan di- dan ter-.
Contoh:
dipukuli, dinasehati, terlempar

4. Kata Kerja Refleksi
Kata kerja refleksi adalah kata kerja yang objeknya adalah diri sendiri
Contoh:
bercermin, berhias, berpakaian.

5. Kata kerja Resiprok
Kata kerja resiprok adalah bentuk kata kerja yang dilakukan oleh orang dan perbuatan tersebut sifatnya berbalasan atau 'saling'.
Contoh:
bergandengan, bersalaman, bertinju
Kata-kata ini dapat diartikan sebagai saling menggandeng, saling salaman, serta saling tinju.

6. Kata Kerja Berbentuk Kata Dasar
Kata kerja berbentuk kata dasar juga disebut sebagai kata kerja aus. 
Contoh:
tidur, mandi, duduk, makan.

7. Kata Kerja Berbentuk Kata Berimbuhan
Kata kerja berimbuhan adalah bentuknya sudah mendapatkan kata imbuhan dari kata dasarnya. Misalnya seperti menyiangi, dilalui.

8. Kata Kerja Berbentuk Kata Ulang
Kata kerja berbentuk kata ulang ini terdiri dari kata dasar yang diulang, misalnya seperti kata: bermain-main, berlari-lari.

9. Kata Kerja Berbentuk Gabungan Kata
Kata kerja berbentuk gabungan kata berarti kata ini menggabungkan dua kata dasar jadi satu. Misalnya kata: 'menandatangani' yang berupa gabungan dari kata 'tanda' dan 'tangan', serta kata 'bertanggungjawab' yang berasal dari gabungan dua kata dasar yakni 'tanggung' dan 'jawab'.

Perhatikan kalimat-kalimat berikut!
  1. Oleh karena itu, mari kita syukuri dan isi kemerdekaan ini dengan hal-hal yang positif.
  2. Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena pada hari ini ...
Imbuhan -i pada kata syukuri dalam kalimat tersebut bermakna 'perbuatan yang dilakukan sepenuh hati dan terus menerus'. Imbuhan -kan pada kata panjatkan bermakna 'melakukan perbuatan'.

Pada dasarnya imbuhan -i itu sama dengan imbuhan -kan. Persamaannya ialah kedua-duanya terletak di akhir kata dasar dan membentuk kata kerja, bahkan yang bukan kata-kata kerja, bila dibubuhi akhiran -kan ataupun -i akan membentuk kata kerja perintah.

Perhatikan contoh kalimat-kalimat berikut!
  1. Pilihkan sepatu untuk adikmu!
  2. Masukkan semua baju itu ke dalam koper!
  3. Patuhi peraturan di sekolahmu!
  4. Santuni orang-orang di panti asuhan itu!
Selanjutnya, apa yang kalian dapat simpulkan dengan melihat contoh kalimat berikut!
  1. Andi, lemparkan bola itu keluar!
  2. Lempari mangga itu dengan batu, tetapi jangan sampai kena kepala orang!
D. Pengayaan
Kata yang berakhiran -i menyatakan perintah dengan objek (O) tidak bergerak, sedangkan akhiran -kan objeknya bergerak.

Imbuhan -kan menyatakan makna sebagai berikut.
1. 'Kausatif (membuat atau menyebabkan jadi)'
Contoh: Besarkan volume radio itu!

2. 'Menggunakan sesuatu sebagai alat atau membuat dengan'
Contoh: Tikamkan pisau itu ke pohon pisang itu!

3. 'Benefaktif (melakukan perbuatan untuk orang lain)'
Cotoh: Ibu membelikan adik sepatu baru.

4. 'Membawa ke ...'
Contoh: Ima menyeberangkan nenek tua itu.

Imbuhan -i menyatakan makna sebagai berikut.
1. 'Tindakan dilakukan berulang-ulang'
Contoh: Lempari mangga itu supaya jatuh!

2. 'Memberi kepada'
Contoh: Ibu menyusui adikku yang masih kecil

3. 'Objek lokatif (tempat)'
Contoh: Duduki kota ini segera!

4. 'Mengeluarkan, mencabut, atau membuang'
Contoh: Kuliti kambing itu dengan hati-hati!

5. 'Menyebabkan jadi atau melakukan perbuatan'
Contoh: Basahi kaca itu agar mudah dibersihkan!

E. Soal-Soal Latihan dan Pembahasan
1. Keraskan volume tv itu!

Makna imbuhan -kan pada kata keraskan ialah ...
A. 'tindakan untuk orang lain'
B. 'kausatif'
C. 'benefaktif'
D. 'tindakan yang dilakukan berulang-ulang'

Pembahasan:
Makna akhiran -kan pada kata keraskan menyatakan 'kausatif''. Makna kausatif berarti membuat atau menyebabkan jadi.

2. Makna imbuhan -i yang menyatakan 'perbuatan yang dilakukan berulang-ulang' terdapat pada kalimat ...
A. Tembaki papan itu untuk latihan ketepatan menembak sasaran!
B. Kuliti kambing itu segera!
C. Kotori bajumu dengan tanah agar tidak mencurigakan!
D. Basahi lantai itu, kemudian keringkan dengan kain lap!

Pembahasan:
Makna imbuhan -i pada kata tembaki menyatakan 'tindakan menembak yang dilakukan secara terus- menerus atau berulang-ulang'.

3. (1) Di belokan Jalan Antasari masih sering terjadi kecelakaan. (2) Menurut laporan, peristiwa tersebut sudah memakan korban yang tidak sedikit. (3) Padahal pemerintah sudah berusaha menekan terjadinya kecelakaan dengan memasang rambu-rambu lalu lintas. (4) Kemungkinan hal itu disebabkan oleh faktor pengemudi yang kurang hati-hati dalam menjalankan mobilnya. 

Kata kerja berakhiran -kan terdapat pada kalimat nomor ...
A. (1)
B. (2)
C. (3)
D. (4)

Pembahasan:
Untuk memperjelas kata kerja berakhiran -kan atau bukan, kita lihat proses melekatnya imbuhan tersebut.
a. belok + -an = belokan
b. me- + makan = memakan
c. me- + tekan = menekan
d. me- + jalan + -kan = menjalankan

4. Pasangan kata berimbuhan -kan berikut menyatakan menggunakan sesuatu sebagai alat ...
A. tikamkan-ikatkan
B. pukulkan-tancapkan
C. sampaikan-tusukkan
D. goreskan-cubitkan

Pembahasan:
Kata pukulkan dan tancapkan berarti menuntut hadirnya alat yang digunakan untuk dipukulkan dan ditancapkan.

5. Garami sayur itu, Nak!

Makna imbuhan -i pada kata garam, yaitu ...
A. 'memberikan'
B. 'membubuhi dengan'
C. 'memakai'
D. 'melakukan pekerjaan'

Pembahasan:
Makna imbuhan -i pada kata garami yaitu membubuhi dengan garam.

Demikian artikel tentang kata kerja, bila terdapat kesalahan mohon di maklumi.. Terima Kasih.


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Pengertian, Jenis, Contoh, dan Pengelompokan Kata Kerja