Blog Kumpulan Informasi Seputar Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SMP

Contoh Teks Biografi Materi Bahasa Indonesia Kelas VIII Kurikulum 2013

Kali ini saya akan bagikan contoh teks biografi tokoh Chairil Anwar. Tokoh ini sangat cocok buat dijadikan teks biografi karena tokoh ini sangat menginspirasi bagi siapa saja yang membaca biografi tokoh yang satu ini.
Contoh Teks Biografi Materi Bahasa Indonesia Kelas VIII Kurikulum 2013

Chairil Anwar
Chairil Anwar lahir pada tanggal 22 Juli 1922 di Medan, Sumatra Utara. Ayahnya bernama Tulus, seorang bupati di Rengat. Ibunya bernama Saleha. Chairil anwar menjalani pendidikan dasar dan menegah di Hils dan MULO Medan. Setelah tamat sekolah Chairil Anwar pindah ke Jakarta mengikuti ibunya yang baru saja bercerai dengan sang ayah.
Saat itu Indonesia berada di bawah kekuasaan Jepang. Chairil Anwar menjalani hidup sangat keras bersama dengan ibunya di Jakarta. Ia terpaksa berhenti sekolah dan belajar sendiri di rumah. Ketika beranjak dewasa, Chairil Anwar tidak pernah memunyai pekerjaan tetap.
Pada tahun 1946 Chairil Anwar menikahi seorang gadis bernama Hapsah. Mereka dikarunai seorang anak perempuan. Akan tetapi, pernikahan tersebut tidak bertahan lama karena keduanya bercerai.
Pada tahun 1948 Chairil Anwar akhirnya bekerja sebagai redaktur majalah Gema Suasana. Namun, ia tidak betah. Pekerjaan itu akhirnya ditinggalkannya. Chairil Anwar juga sempat mengelola rubrik kebudayaan"Gelanggang" di mingguan Siasat bersama dengan Ida Nasution dan Asrul Sani.
Chairil Anwar meninggal pada tanggal 28 April 1949 karena penyakit TBC. Ia dimakamkan di Taman Pemakaman Umum Karet Bivak, Jakarta. Hari meninggalnya diperingati sebagai hari Chairil Anwar.
Chairil Anwar sangat revolusioner. Melalui karya-karyanya, ia dianggap sebagai pelopor Angkatan '45. Puisi-puisi Chairil Anwar antara lain diterbitkan dalam sebuah antalogi berjudul Tiga Menguak Takdir bersama puisi karya Asrul Sani dan Rivai Apin.
Dalam dunia sastra Indonesia, Chairil Anwar dikenal sebagai si Binatang Jalang. Julukan tersebut diambil dari salah satu kalimat yang terdapat dalam puisinya berjudul "Aku". Sebagai pelopor angkatan '45, Chairil Anwar berhasil menciptakan tren pemakaian kata baru dalam berpuisi. Tren tersebut adalah pemakaian bahasa yang terkesan lugas, solid, dan kuat. Chairil Anwar, bersama Asrul Sani dan Rivai Apin, memelopori puisi modern Indonesia.
Chairil Anwar adalah sosok penyair yang selalu berusaha menginspirasi dan mengapresiasi upaya manusia dalam meraih kemerdekaan, termasuk perjuangan bangsa Indonesia untuk melepaskan diri dari penjajahan. Upaya itu tercermin dalam puisinya berjudul "Karawang Bekasi". Sementara itu, dalam karyanya berjudul "Dipo Negoro", Chairil Anwar berusaha mengajak para pembacanya untuk berjuang. Puisi ini kemudian dikenal dengan puisi perjuangan. Adapun dalam puisi "Aku" Chairil Anwar mencoba mengapresiasi dorongan kata hati rakyat Indonesia untuk bebas merdeka lewat sebaris kata "Aku ini binatang jalang".
Selama hidupnya, Chairil Anwar adalah sastrawan yang sangat produktif. Di sepanjang usia kepengarangannya, Chairil Anwar tampil sebagai pribadi yang penuh semangat. Vitalitas hidup tersebut terbaca jelas dalam puisi "Aku" dan beberapa puisnya yang tergabung dalam antologi Deru Campur Debu. Selebihnya puisi Chairil Anwar sering hadir dengan gaya ekspresionistik. Keaslian pengucapan Chairil Anwar sebagai seorang ekspresionistik sangat terasa dalam beberapa puisi terjemahnya.
Sebagai pelopor Angkatan '45, Chairil Anwar memang pantas untuk dikenang. Chairil Anwar menginspirasi sastrawan lain setelahnya. Dia merupakan penyair yang revolusioner, produktif, dan selalu berusaha menginspirasi serta mengapresiasi upaya manusia dalam meraih kemerdekaan, termasuk perjuangan bangsa Indonesia untuk melepaskan diri dari penjajahan. Semoga semangat dan vitalitas hidup yang dilakukannya dapat menginspirasi orang lain.


Bahasa Indonesia, SMP Kelas VIII Semester I. Intan Pariwara


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Contoh Teks Biografi Materi Bahasa Indonesia Kelas VIII Kurikulum 2013