Bahasa Indonesia SMP/SMA Kurikulum 2013

Cara Mengidentifikasi Informasi dan Menyimpulkan Isi dari Puisi Rakyat Edisi Revisi 2017


Daftar Isi [Tampil]
ilmubindo.com  | Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang cara mengidentifikasi informasi dan cara menyimpulkan isi teks puisi rakyat dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Semoga apa yang admin bagikan ini dapat membantu anak didik dalam mencari referensi tentang cara mengidentifikasi informasi dan cara menyimpulkan isi teks puisi rakyat dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Dan harapannya apa yang admin bagikan ini dapat memberikan dampak positif yang baik bagi perkembangan dan kemajuan belajar anak didik dalam  memahami cara mengidentifikasi informasi dan cara menyimpulkan isi teks puisi rakyat dalam pembelajaran bahasa Indonesia.

Cara Mengidentifikasi Informasi dan Menyimpulkan Isi dari Puisi Rakyat Edisi Revisi 2017
www.ilmubindo.com

A. Pengertian Puisi Rakyat

Puisi rakyat adalah puisi yang lahir dan berkembang di tengah-tengah kehidupan rakyat. Puisi tumbuh secara turun-temurun dan merupakan bagian dari kebudayaan suatu kelompok masyarakat. Oleh karena itu, bentuknya pun berkembang secara tetap; memiliki pola yang baku atau terikat.

Puisi rakyat atau yang sering pula disebut puisi lama merupakan jenis puisi yang terikat oleh berbagai ketentuan, seperti banyaknya larik setiap bait, banyaknya suku kata pada setiap larik, ataupun pola rimanya. Berdasarkan ketentuan itu pula, puisi rakyat terbagi ke dalam beberapa jenis, antara lain ada yang disebut dengan pantun, syair, dan gurindam.

B. Ciri Puisi Rakyat

Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri dan ketentuan pantun. Adapun beberapa ciri-ciri puisi rakyat adalah sebagai berikut.
  1. Terdiri atas empat baris.
  2. Tiap baris terdiri atas 8 sampai dengan 12 suku kata.
  3. Dua baris pertama disebut sampiran dan dua baris berikutnya disebut isi pantun.
  4. Pantun mementingkan rima akhir dengan pola a-b-a-b. Bunyi akhir baris pertama sama dengan bunyi akhir baris ketiga dan baris kedua sama dengan baris keempat.
C. Contoh Puisi Rakyat

Berikut ini adalah beberapa contoh puisi rakyat dalam pembelajaran bahasa Indonesia kelas VIII (Delapan). Adapun beberapa contoh teks puisi rakyat tersebut adalah sebagai berikut.

1) Asam pauh dari seberang
Dimuat orang dalam pedati
Badan jauh dirantau orang
Kalau sakit siapa mengobati

2) Sungguh elok asam belimbing
Tumbuh dekat limau lungga
Sungguh elok berbibir sumbing
Walaupun marah tertawa juga

D. Pengertian Syair

Syair memiliki beberapa karakteristik yang sama dengan pantun, yakni sama-sama terikat oleh ketentuan-ketentuan baku, baik itu dalam hal jumlah larik, suku kata, maupun rima akhirnya. Perbedaannya adalah syair tidak memiliki sampiran dan rima akhir syair berpola a-a-a-a.

E. Contoh Syair

Berikut ini adalah contoh syair dalam bahasa Indonesia. Adapun contoh kutipan teks syair tersebut adalah sebagai berikut.

Diriku lemah anggotaku layu
Rasakan cinta bertalu-talu
Kalau begini datangnya selalu
Tentulah kakanda berpulang dahulu
Kakanda rindu di kalbu
Mohon adik jangan lupakan daku
Apa pun yang adik mau
Tentulah kanda memenuhi selalu

F. Pengertian Gurindam

Bentuk dan isi gurindam berbeda dengan pantun dan syair. Dari segi bentuk, gurindam hanya terdiri atas dua larik dan berima akhir a-a. Sementara itu, dari segi isi, gurindam mengandung petuah ajakan. 

G. Contoh Gurindam

Berikut ini adalah contoh gurindam dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Adapun beberapa contoh teks gurindam adalah sebagai berikut.

a. Jadilah orang iman dan bertakwa
agar hidup selamat dan bahagia
b. Jika senantiasa menghargai sesama
tentulah sahabat banyak di mana-mana
c. Berbaiklah kepada orang tua Anda
niscaya hidupmu akan berkah dan bahagia.

H. Cara Menyimpulkan Puisi 
 
Isi puisi rakyat umumnya berupa nasihat atau petuah. Salah satu cara untuk menentukan isi puisi rakyat adalah dengan melihat jenisnya. Pada pantun, misalnya, isi sesuai dengan jenisnya. Sebagai contoh, pantun jenaka isinya hiburan berupa lelucon. Cara lain tentu dengan menelaah baris-barisnya dan memaknai kata-katanya.

I. Contoh Simpulan

Berikut ini adalah contoh cara menyimpulkan teks puisi rakyat dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Adapun contoh cara menyimpulkan teks puisi rakyat adalah sebagai berikut.

Barang siapa berbuat fitnah
Ibarat dirinya menentang panah

Berdasarkan pilihan kata-katanya, kita dapat menyimpulkan bahwa gurindam tersebut berisi nasihat atau peringatan untuk tidak berbuat fitnah (barang siapa berbuat fitnah). Adapun peringatan tampak pada baris kedua (ibarat diri menentang panah) yang menunjukkan pengandaian kita berada menentang panah (akan celaka).

J. Contoh Teks Puisi

Di bawah ini adalah beberapa contoh teks puisi modern dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Adapun beberapa contoh teks puisi modern tersebut adalah sebagai berikut.

Teks Puisi 1
Sahabat Surga

Rinduku mengentai
Lalu aroma hujan menambah kepekatannya
Dingin menyusup dengan malu
Bermandikan purnama dan basuhan wudhu

Langkah kaki menjadi saksi
Menuju ridho sang Ilahi
Hembusan angin menyayat hati 
Teringat seorang sahabat yang telah pergi

Bila sahabat menjadi penguat jiwa
Hanya dengan doa cinta ini menyapa
Dalam setiap nafas baitan doa
Penuh harap kelakkan berkumpul kembali di istananya

Setiap akhir dari temu selalu berujung rindu
Maka tatkala kau tak temukan aku dalam dunia yang baru
Kumohon ... 
Balaslah rinduku!

Setidaknya selipkan namaku dalam barisan doa sucimu
Sebabagai salah satu sahabat jannahmu
Mungkin itu balasan rindu terindah dalam persahabatanku

Teks Puisi 2
Sedih

Tak melulu air mata
Untuk mendefinisikan luka
Tak harus bersumpah serapah
Meski kini kita bak kubu yang terpecah
Dan tak perlu tiba-tiba menghilang
Untuk mengukur batas antara nyaman dan sayang

Kau boleh mencerca bila menurutmu keputusanku terlalu gila
Kau bisa mengalihkan pandang 
Jika tak sudi menyaksikan hatiku yang remuk redam
Dan kau berhak memadamkan pijarku
Tersebab dirimulah yang telah menyulut apinya, dulu ...

Teks Puisi 3
Terima Kasih Guruku

Kami adalah kekosongan hampa
Gelap yang memekat
Jika dulu engkau tak mengisi ilmu
Darimu kamu indahnya warna
Darimu kami mengerti digdayanya angka
Darimu kami sadar betapa indah aksara

Penat dan peluh kau abaikan
Bahkan juga kata yang menghujam
Tanpa lelah kau bimbing langkah 
Hingga kami bisa berjalan meraih cita

Kami adalah kekosongan hampa yang memekat
Jika kau tak pernah hadir bagi kami
Ijinkan kami untuk sedikit berterima kasih
Atas jerihmu yang kadang bahka tak kami ingat 
Terima kasih, guruku ...

Teks Puisi 4
Pahlawan Tak Dikenal
Karya: Toto Sudarto Bachtiar 

Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring
Tetapi bukan tidur, sayang
Sebuah lubang peluru bundar di dadanya
Senyum bekunya mau berkata, kita sedang perang.

Dia tidak ingat bilamana dia datang
kedua lengannya memeluk senapang
Dia tidak tahu untuk siapa dia datang
Kemudian dia terbaring, tetapi bukan tidur, sayang.

Wajah sunyi setengah tengadah
Menangkap sepi pandang senja
Dunia tambah beku di tengah derap dan suara menderu
Dia masih sangat muda

Hari itu 10 November, hujan pun mulai turun
Orang-orang ingin kembali memandangnya
Sambil merangkai karangan bunga
Tapi yang nampak, wajah-wajah sendiri yang tak dikenalnya.

Sepuluh tahun yang lalu ia terbaring
Tetapi bukan tidur, sayang
Sebuah lubang peluru bundar di dadanya
Senyum bekunya mau berkata: aku sangat muda.

Demikianlah yang dapat admin bagikan tentang cara mengidentifikasi informasi dan cara menyimpulkan isi teks puisi rakyat dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Semoga apa yang admin bagikan ini dapat membantu anak didik dalam memahami cara mengidentifikasi informasi dan cara menyimpulkan isi teks puisi rakyat dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Selamat belajar dan semoga berhasil. Terima kasih.


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Cara Mengidentifikasi Informasi dan Menyimpulkan Isi dari Puisi Rakyat Edisi Revisi 2017

Beranda / Google.com / Google.co.id / Blogger.com /