Blog Kumpulan Informasi Seputar Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SMP

Teknik Merevisi Teks Eksemplum yang Tepat

Revisi berarti melihat kembali. Proses revisi dilakukan dengan melihat kembali berbagai aspek dalam teks. Biasanya, yang pertama kali dilihat adalah aspek kebahasaan menyangkut penggunaan ejaan, kata, kalimat, dan paragraf. Pengarang dapat melihat kembali urutan teks dan ejaan dalam teks. Bahkan, jika diperlukan, pengarang dapat melihat kembali teks secara keseluruhan mulai dari bentuk hingga isi teks. Berdasarkan proses tersebut, pengarang akan menentukan langkah-langkah perubahan jika diperlukan.
Teknik Merevisi Teks Eksemplum yang Tepat

Jika menemukan banyak kesalahan ejaan, pengarang harus melakukan proses penyuntingan terhadap aspek kebahasaan teks. Ejaan merupakan aspek penting yang harus diperhatikan. Teks yang memiliki banyak kesalahan ejaan akan membingungkan pembaca dalam memahami isi teks.

Selain aspek kebahasaan, revisi juga dapat dilakukan dengan menyunting isi teks. Pengarang harus mengubah bagian tertentu dalam isi teks jika dianggap perlu. Bagian tidak penting dapat dihapus atau digantikan dengan bagian lain. Perubahan tersebut membutuhkan kehati-hatian agar cerita tetap padu.

Latihan:

Agar kamu dapat menelaah teks “Cinderela Gadis Penyabar”, bacalah teks berikut dalam hati, kemudian cermati makna kata yang terdapat di dalamnya. Diskusikan dengan teman-temanmu kata-kata yang kamu anggap sulit yang tidak kamu ketahui maknanya. Silakan cari makna itu di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia!

Cinderela Gadis Penyabar
Sumber: Kemdigbud

Zaman dahulu kala, hiduplah seorang gadis muda bernama Cinderela. Ia tinggal bersama dengan ibu tiri serta dua orang saudari tirinya. Ia sangat cantik dan rajin. Ibu tiri dan dua saudara tiri Cinderela memiliki sifat marah. Mereka memperlakukan Cinderela dengan tidak sopan dan buruk. Ibu tiri Cinderela suka memerintah Cinderela melakukan pekerjaan rumah yang berat, seperti menyikat lantai, membersihkan tempayan dan dandang, serta mempersiapkan masakan untuk keluarga. Sementara itu, dua saudara tiri Cinderela tidak melakukan apa-apa. Mereka hanya sibuk bersantai sepanjang hari.

Pada suatu hari Cinderela duduk termenung sambil menangis. Ia memikirkan dua hal yang sedang dihadapainya, yaitu menghadiri pesta kerajaan atau menunggu dan tetap tinggal di rumah seperti perintah ibu tirinya. Cinderela semakin sedih ketika melihat kedua saudara tirinya berangkat dengan memakai baju yang sangat bagus. Mereka berharap dapat menjadi wanita beruntung yang dapat diajak dansa oleh sang pangeran. Kedua saudara tiri Cinderela berangkat ke istana.

Mereka meninggalkan Cinderela sendirian di rumah. Tanpa dapat dibendung, air mata Cinderela pun tumpah. Ia pun menangis sedih. “Mengapa engkau menangis, Cinderela?” sebuah suara lembut bertanya. Cinderela terkejut dan mendongakkan wajahnya yang semula tertunduk. Ia melihat sosok Ibu Peri berdiri di sampingnya. Dengan gugup ia berkata “Saya ingin ke pesta, tapi saya ditinggal sendiri di sini.” “Hmm”, guman Ibu Peri. “Meskipun kamu diberi pekerjaan yang berat oleh ibumu, kamu selalu melakukannya dengan gembira. Kamu juga tidak pernah mengeluh dan selalu lapang dada. Oleh karena itu, saya juga ingin melihat kamu bahagia dan dapat pergi ke pesta.”

Dengan ajaib, Ibu Peri mengubah labu yang tumbuh di belakang rumah menjadi kereta. Ia juga mengubah beberapa tikus yang berlarian menjadi kuda penarik kereta beserta seorang sais kereta. Ibu Peri menepuk baju lusuh Cinderela dengan tangannya dan baju lusuh itu pun berubah menjadi gaun yang sangat indah. Ia juga memberi Cinderella sepatu kaca yang sangat cantik. “Sekarang saatnya kamu pergi, Cinderela. Namun, ingat, kamu harus pulang sebelum tengah malam atau kamu akan kembali seperti semula,” Kata Ibu Peri. Cinderela berangkat ke pesta dengan gembira. Malam itu benar-benar menjadi malam yang menakjubkan bagi Cinderela. Pangeran mengajaknya berdansa. Tiba-tiba, jam dinding di istana berdentang dua belas kali. Cinderela pun teringat pesan Ibu Peri dan segera berlari ke luar istana secepat yang ia mampu. Dalam ketergesa-gesaannya, salah satu sepatu kacanya tertinggal.

Beberapa hari kemudian, pangeran kerajaan mengumumkan bahwa ia akan menikahi gadis yang kakinya cocok dengan ukuran sepatu kaca yang tertinggal. Kedua saudara tiri Cinderela mencoba sepatu tersebut, tapi tidak ada yang cocok. Meskipun ia berusaha dengan keras memaksakan kakinya masuk, tetap saja sepatu itu tidak muat. Ketika giliran Cinderela tiba, sepatu itu pas dengan kakinya. Akhirnya, Cinderela pun diboyong ke istana. Sang Pangeran merasa sangat bahagia melihat Cinderela lagi. Mereka kemudian menikah dan hidup bahagia. Kesabaran dan ketabahan yang selama ini dilakukan Cinderela terhadap perbuatan ibu tiri dan kedua saudara tirinya memberi berkah kepadanya. Dengan bantuan Ibu peri, ia dapat datang ke pesta dan bertemu dengan putra mahkota yang akhirnya mempersuntingnya. Sekarang Cinderela dapat tersenyum berkat bantuan Ibu Peri yang baik.

Diolah dari sumber: http://www.wayantulus.com/kisah-cerita-dongeng-cinderella

Teks “Cinderela Gadis Penyabar” di atas belum lengkap dan ideal sebagai teks eksemplum. Teks tersebut masih dapat direvisi menjadi teks eksemplum yang urut, logis, dan sesuai dengan ciri yang menjadi bangunan teks eksemplum. Untuk itu, kerjakanlah tugas berikut secara berkelompok yang anggotanya terdiri atas 3–4 orang.
1) Revisilah teks “Cinderela Gadis Penyabar” di atas menjadi sebuah teks eksemplum yang urut dan logis. Kamu dapat mengolahnya dengan menghilangkan beberapa kata atau kalimat.
2) Tempatkanlah bagian-bagian struktur teks yang menurutmu sesuai dengan bangunan teks eksemplum!
3) Baca dan cermati kembali teks hasil revisimu, kemudian perbaiki penggunaan bahasa, termasuk ejaan, yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia!


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Teknik Merevisi Teks Eksemplum yang Tepat