Blog Kumpulan Informasi Seputar Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SMP

Pengertian dan Jenis Kohesi dalam Kaidah Teks Eksposisi Revisi Terbaru

Kohesi adalah hubungan kepaduan antarkalimat dalam paragraf. Kohesi dibagi dua yaitu kohesi leksikal dan kohesi gramatikal.
Pengertian dan Jenis Kohesi dalam Kaidah Teks Eksposisi Revisi Terbaru

a. Kohesi Leksikal
Kohesi leksikal adalah kepaduan yang dicapai melalui pemilihan kosakata. Kohesi leksikal dapat berupa pengulangan, sinonim, antonim ,dan hiponim.

Perhatikan contoh berikut!
Teknologi tepat guna (TTG) dapat juga digunakan untuk menggali potensi suatu wilayah untuk meningkatkan ekonomi masyarakatnya. TTG dapat menjadi sarana untuk menciptakan peluang kerja mandiri yang memperluas kesempatan kerja.

Perhatikan bagian yang dicetak miring pada kutipan paragraf tersebut. Kata teknologi tepat guna (TTG) di kalimat pertama diulangi menjadi TTG di kalimat kedua. Pengulangan tersebut membentuk kepaduan antara kedua kalimat sehingga menjadi paragraf yang gramatikal.

Perhatikan contoh berikut!
Kabut asap menyelimuti sebagian besar langit beberapa kota besar, seperti Riau, Jambi, Palembang, dan sebagian kota di Pulau Kalimantan. Bahkan, kabut asap itu telah menutupi langit negeri tetangga Malaysia dan Singapura.

Kata yang dicetak miring menunjukkan hubungan sinonim. Sinonim merupakan persamaan kata. Kata menyelimuti bersinonim dengan kata menutupi. 

Perhatikan contoh berikut!
Pada siang hari teknologi tenaga surya dapat menyerap sinar matahari. Pada malam hari teknologi tersebut tidak bekerja karena tidak dapat menyerap sinar bulan.

Antonim adalah lawan kata. Dalam paragraf tersebut, kata siang berantonim dengan kata malam. Penggunaan antonim sebagai kohesi leksikal mengakibatkan dua kalimat tersebut padu.

Perhatikan contoh berikut!
Alat tersebut dapat digunakan untuk membantu mengawetkan sayur-mayur. Bayam, tomat, kentang, dan buncis dapat diawetkan lebih lama dalam kondisi tetap segar.

Kata-kata bercetak miring di dua kalimat dalam paragraf tersebut memiliki hubungan hiponim. Hiponim adalah hubungan antara makna khusus dan makna umum. Kata bayam, tomat, kentang, dan buncis merupakan hiponim dari kata sayur-mayur.

b) Kohesi Gramatikal
Kohesi gramatikal adalah kepaduan yang dicapai melalui penggunaan elemen dan aturan gramatikal. Gramatikal artinya sesuai dengan kaidah tata bahasa. Kohesi gramatikal dalam kalimat dapat dibentuk dengan seberapa cara yaitu pengacuan (referensi), substitusi, dan elipsis.

Perhatikan contoh berikut!
Program kewirausahaan untuk perluasan kesempatan kerja yang dilakukan lewat penerapan teknologi tepat guna (TTG) dapat memperdayakan ekonomi rumah tangga. Kegiatan ini sering di manfaatkan oleh masyarakat pedesaan.

Berdasarkan contoh tersebut, frasa kegiatan ini mengacu frasa program kewirausahaan. Oleh karena itu, kedua kalimat tersebut padu.

Perhatikan contoh berikut!
Mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) UGM berhasil membuat alat penawar air laut. Mereka memperkenalkan alat tersebut kepada masyarakat yang tinggal di pesisir Pantai Selatan.

Substitusi adalah penggantian unsur bahasa tertentu dengan unsur bahasa lain. Dalam paragraf tersebut, frasa  mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) UGM bersubstitusi dengan kata mereka pada kalimat kedua.

Perhatikan contoh berikut!
Beberapa unit alat perontok padi diberikan kepada masyarakat  Desa Mulia. Selain Desa Mulia, Desa Makmur juga.

Elipsis adalah penghilangan salah satu bagian kalimat. Dalam paragraf tersebut, kalimat kedua mengalami proses elipsis. Tanpa proses elipsis, kalimat kedua menjadi Desa Makmur juga diberi beberapa alat perontok padi.


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Pengertian dan Jenis Kohesi dalam Kaidah Teks Eksposisi Revisi Terbaru