Bahasa Indonesia SMP/SMA Kurikulum 2013

Langkah-Langkah Menyimpulkan Isi Puisi | Bahasa Indonesia Kelas VIII (Revisi)



ilmubindo.com | Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang cara menyimpulkan isi puisi berdasarkan jenisnya dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Semoga apa yang admin bagikan kali ini dapat membantu anak didik dalam mencari referensi tentang cara menyimpulkan isi puisi berdasarkan jenisnya dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Dan harapannya apa yang admin bagikan kali ini dapat membantu anak didik dalam memahami cara menyimpulkan isi puisi berdasarkan jenisnya dalam pembelajaran bahasa Indonesia.

Langkah-Langkah  Menyimpulkan Isi Puisi | Bahasa Indonesia Kelas VIII (Revisi)
www.ilmubindo.com

Kalian telah mendalami isi puisi. Dengan mendalami isinya, kalian dapat mengetahui bahwa puisi itu bermacam-macam. Berdasarkan cara penyair mengungkapkan isi atau gagasan, puisi dapat dibedakan menjadi beberapa jenis sebagai berikut.

A. Pengertian Puisi naratif
 
Puisi naratif adalah puisi yang mengandung suatu cerita menjadi pelaku, perwatakan, setting, atau rangkaian peristiwa tertentu yang menjalinsuatu cerita. Puisi ini terbagi kedalam beberapa macam, yaitu balada dan romansa.
1) Balada
Balada adalah puisi yang objektif, menggambarkan perilaku seseorang, baik lewat dialog maupun monolog sehingga mengandung suatu gambaran kisah tertentu. Contoh: "Balada orang-orang tercinta" dan "Blues untuk Bonnie" karya W. S. Rendra.
2) Romansa
Romansa adalah jenis puisi cerita yang menggunakan bahasa romantik yang berisi kisah percintaan yang diselingi perkelahian dan petualangan, contoh puisi romansa  yaitu "Priangan Sri Jelita" karya Ramadhan K.H., "Taman" karya Chairil Anwar, "Surat Cinta" karya W.S. Rendra.
B. Pengertian Puisi lirik
 
Puisi lirik adalah puisi yang berisi luapan batin individual penyairnya dengan segala macam endapan pengalaman, sikap maupun suasana batin yang melingkupinya. Puisi lirik terbagi atas beberapa macam, misalnya elegi, serenada, dan ode.
1) Elegi
Elegi adalah puisi ratapan yang mengungkapkan perasaan duka atau sedih. Contoh elegi yaitu "Elegi Jakarta" karya Asrul Sani.
2) Serenada
Serenada adalah sajak percintaan yang dapat dinyanyikan. Contoh serenada yaitu "Serenada biru", "Serenada Jambu", "Serenada Ungu", dan "Serenada Kelabu" karya W.S. Rendra.
3) Ode
Ode adalah puisi yang berisi pujaan terhadap seseorang, suatu hal, atau suatu keadaan. Contoh ode yaitu"Teratai" karya Sanusi Pane dan "Diponegoro" karya Chairil Anwar.

C. Pengertian Puisi deskriptif
 
Puisi deskriptif menggambarkan penyair bertindak sebagai pemberi kesan terhadap keadaan/peristiwa, benda, atau suasana yang dipandang menarik perhatiannya. Puisi yang termasuk ke dalam jenis puisi deskriptif, yaitu satir, puisi kritik sosial, dan puisi impresionistik.
1) Satir adalah puisi yang mengungkapkan perasaan tidak puas penyair terhadap suatu keadaan dengan cara menyindir atau menyatakan keadaan sebaliknya.
2) Puisi kritik sosial adalah puisi yang menyatakan ketidaksenangan penyair terhadap keadaan atau diri seseorang dengan cara membeberkan kepincangan atau ketidakberesan keadaan/orang tersebut.
3) Puisi impresionistik adalah puisi yang mengungkapkan kesan (impresi) penyair terhadap suatu hal.

D. Cara Menyimpulkan Puisi

Di bawah ini beberapa cara dalam menyimpulkan isi puisi yang kita baca. Adapun langkah-langkah (cara) menyimpulkan isi puisi tersebut adalah sebagai berikut.
  1. Siapkan 1 puisi yang akan kalian buatkan simpulannya.
  2. Baca dengan saksama puisi tersebut secara teliti
  3. Tentukan kalimat utama atau gagasan utama setiap paragraf dalam puisi
  4. Kemudian susunlah secara sistemati gagasan utama tersebut 
  5. Tuliskan kembali dalam bentuk paragraf sederhana
  6. Suntinglah jika terdapat kesalahan 
E. Contoh Teks Puisi

Berikut ini adalah beberapa contoh teks puisi dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas VIII (Delapan). Adapun beberapa contoh teks puisi tersebut adalah sebagai berikut.

Teks Puisi 1

Sahabat Surga

Rinduku mengentai
Lalu aroma hujan menambah kepekatannya
Dingin menyusup dengan malu
Bermandikan purnama dan basuhan wudhu

Langkah kaki menjadi saksi
Menuju ridho sang Ilahi
Hembusan angin menyayat hati 
Teringat seorang sahabat yang telah pergi

Bila sahabat menjadi penguat jiwa
Hanya dengan doa cinta ini menyapa
Dalam setiap nafas baitan doa
Penuh harap kelakkan berkumpul kembali di istananya

Setiap akhir dari temu selalu berujung rindu
Maka tatkala kau tak temukan aku dalam dunia yang baru
Kumohon ... 
Balaslah rinduku!

Setidaknya selipkan namaku dalam barisan doa sucimu
Sebabagai salah satu sahabat jannahmu
Mungkin itu balasan rindu terindah dalam persahabatanku

Teks Puisi 2

Sedih

Tak melulu air mata
Untuk mendefinisikan luka
Tak harus bersumpah serapah
Meski kini kita bak kubu yang terpecah
Dan tak perlu tiba-tiba menghilang
Untuk mengukur batas antara nyaman dan sayang

Kau boleh mencerca bila menurutmu keputusanku terlalu gila
Kau bisa mengalihkan pandang 
Jika tak sudi menyaksikan hatiku yang remuk redam
Dan kau berhak memadamkan pijarku
Tersebab dirimulah yang telah menyulut apinya, dulu ...

Teks Puisi 3

Terima Kasih Guruku

Kami adalah kekosongan hampa
Gelap yang memekat
Jika dulu engkau tak mengisi ilmu
Darimu kamu indahnya warna
Darimu kami mengerti digdayanya angka
Darimu kami sadar betapa indah aksara

Penat dan peluh kau abaikan
Bahkan juga kata yang menghujam
Tanpa lelah kau bimbing langkah 
Hingga kami bisa berjalan meraih cita

Kami adalah kekosongan hampa yang memekat
Jika kau tak pernah hadir bagi kami
Ijinkan kami untuk sedikit berterima kasih
Atas jerihmu yang kadang bahka tak kami ingat 
Terima kasih, guruku ...

F. Memahami Teks Puisi

Memahami isi puisi sangat berbeda dengan memahami prosa. Makna atau isi puisi dapat dipahami dengan baik jika arti kata-kata yang terkandung dalam puisi dapat dipahami. Kamu harus menafsirkan arti setiap kata dalam puisi. Kata-kata dalam puisi sering bermakna konotasi.

Pahlawan Tak Dikenal
Karya: Toto Sudarto Bachtiar 

Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring
Tetapi bukan tidur, sayang
Sebuah lubang peluru bundar di dadanya
Senyum bekunya mau berkata, kita sedang perang.

Dia tidak ingat bilamana dia datang
kedua lengannya memeluk senapang
Dia tidak tahu untuk siapa dia datang
Kemudian dia terbaring, tetapi bukan tidur, sayang.

Wajah sunyi setengah tengadah
Menangkap sepi pandang senja
Dunia tambah beku di tengah derap dan suara menderu
Dia masih sangat muda

Hari itu 10 November, hujan pun mulai turun
Orang-orang ingin kembali memandangnya
Sambil merangkai karangan bunga
Tapi yang nampak, wajah-wajah sendiri yang tak dikenalnya.

Sepuluh tahun yang lalu ia terbaring
Tetapi bukan tidur, sayang
Sebuah lubang peluru bundar di dadanya
Senyum bekunya mau berkata: aku sangat muda.

Menafsirkan makna kata dalam puisi tersebut misalnya pada larik Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring/Tetapi bukan tidur, sayang mempunyai makna gugur. Larik sebuah lubang peluru bundar di dadanya mempunyai makna bahwa pahlawan tersebut tertembak. Larik Dia tidak ingat bilamana dia datang dan Dia tidak tahu untuk siapa dia datang mempunyai makna bahwa para pahlawan berjuang tanpa memandang siapa pun dan tanpa pamrih.

Makna atau isi puisi "Pahlawan Tak Dikenal" secara keseluruhan adalah perjuangan pahlawan yang gugur di medan perang demi bangsa dan negara. Para pahlawan berjuang tanpa pamrih. Mereka gugur pada usia yang masih sangat muda. Peristiwa itu terjadi pada tanggal 10 November. Setiap tanggal 10 November rakyat mengenang pahlawan dengan mengirim karangan bunga sehingga hari itu diperingati sebagai hari pahlawan.

Demikianlah yang dapat admin bagikan tentang cara menyimpulkan isi puisi dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Semoga apa  yang admin bagikan ini dapat membantu anak didik dalam memahami cara menyimpulkan isi puisi. Semoga bermanfaat dan terima kasih.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Langkah-Langkah Menyimpulkan Isi Puisi | Bahasa Indonesia Kelas VIII (Revisi)

Beranda / Google.com / Google.co.id / Blogger.com /