Bahasa Indonesia SMP/SMA Kurikulum 2013

Unsur-Unsur yang Terdapat dalam Puisi | Bahasa Indonesia Kelas VIII (Revisi)



ilmubindo.com | Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang unsur-unsur yang terdapat dalam sebuah puisi. Semoga apa yang admin bagikan kali ini dapat membantu anak didik dalam memahami unsur-unsur yang terdapat dalam sebuah puisi. Dan harapannya apa yang admin bagkan kali ini dapat membantu anak didik dalam mencari referensi tentang unsur-unsur yang terdapat dalam sebuah puisi.

Unsur-Unsur yang Terdapat dalam Puisi | Bahasa Indonesia Kelas VIII (Revisi)
www.ilmubindo.com

A. Unsur Fisik Puisi

Unsur fisik puisi disebut juga struktur bentuk puisi. Unsur fisik puisi dapat dijelaskan sebagai berikut.
1. Larik/baris
Puisi adalah kelompok kata yang tidak membentuk kalimat dan paragraf. Kelompok kata atau kumpulan kata tersebut membentuk larik atau baris.
2. Bait
Bait adalah kumpulan larik atau kumpulan baris. Pada bait inilah yang membuat puisi biasanya ada kesatuan makna.
3. Pertautan
Pertautan merupakan pertalian antarlarik atau antarbait yang membentuk kesatuan sebuah puisi. Pertalian inilah yang membuat puisi terlihat bermakna dan menarik.
4. Diksi
Diksi bisa disebut pilihan kata. Pilihan kata dalam puisi bersifat konotasi dan puitis. Konotasi berarti mempunyai efek keindahan dan berbeda dari kata-kata dalam kehidupan sehari-hari. Penyair juga menggunakan berbagai gaya bahasa atau majas untuk melukiskan atau menyamakan sesuatu dengan yang lain.
5. Imaji Imaji merupakan gambaran kata atau susunan kata yang dapat memperjelas maksud yang dinyatakan oleh penyair. Pengimajian dapat mengungkapkan pengalaman indrawi seperti penglihatan, pendengaran, dan perasaan. Pengimajian menggambarkan sesuatu yang seolah-olah dapat dilihat (imaji visual), didengar (imaji auditif), atau dirasa (imaji taktil).
6. Rima
Rima disebut juga sajak atau persamaan bunyi. Rima adalah pengulangan bunyi dalam puisi untuk menghasilkan efek merdu. Penggunaan rima puisi mendukung perasaan dan suasana hati. Bunyi merdu yang dihasilkan bunyi konsonan. Asonansi merupakan bunyi merdu yang dihasilkan bunyi.

B. Irama dan Majas 

Irama merupakan perhentian keras-lembut, tinggi-rendah, atau panjang-pendek kata secara berulang-ulang. Irama bertujuan menciptakan gelombang yang memperindah puisi. Irama dapat memengaruhi ketertarikan pembaca atau pendengar terhadap puisi.
Majas adalah bahasa kias yang dipergunakan untuk menciptakan kesan tertentu bagi penyimak atau pembaca. Untuk menimbulkan kesan-kesan tersebut, bahasa yang dipergunakan berupa perbandingan, pertentangan, dan perulangan. 

C. Contoh Puisi

Berikut ini adalah beberapa contoh puisi dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Adapun beberapa contoh teks puisi tersebut adalah sebagai berikut.

Teks Puisi 1
Sahabat Surga

Rinduku mengentai
Lalu aroma hujan menambah kepekatannya
Dingin menyusup dengan malu
Bermandikan purnama dan basuhan wudhu

Langkah kaki menjadi saksi
Menuju ridho sang Ilahi
Hembusan angin menyayat hati 
Teringat seorang sahabat yang telah pergi

Bila sahabat menjadi penguat jiwa
Hanya dengan doa cinta ini menyapa
Dalam setiap nafas baitan doa
Penuh harap kelakkan berkumpul kembali di istananya

Setiap akhir dari temu selalu berujung rindu
Maka tatkala kau tak temukan aku dalam dunia yang baru
Kumohon ... 
Balaslah rinduku!

Setidaknya selipkan namaku dalam barisan doa sucimu
Sebabagai salah satu sahabat jannahmu
Mungkin itu balasan rindu terindah dalam persahabatanku

Teks Puisi 2
Sedih

Tak melulu air mata
Untuk mendefinisikan luka
Tak harus bersumpah serapah
Meski kini kita bak kubu yang terpecah
Dan tak perlu tiba-tiba menghilang
Untuk mengukur batas antara nyaman dan sayang

Kau boleh mencerca bila menurutmu keputusanku terlalu gila
Kau bisa mengalihkan pandang 
Jika tak sudi menyaksikan hatiku yang remuk redam
Dan kau berhak memadamkan pijarku
Tersebab dirimulah yang telah menyulut apinya, dulu ...

Teks Puisi 3
Terima Kasih Guruku

Kami adalah kekosongan hampa
Gelap yang memekat
Jika dulu engkau tak mengisi ilmu
Darimu kamu indahnya warna
Darimu kami mengerti digdayanya angka
Darimu kami sadar betapa indah aksara

Penat dan peluh kau abaikan
Bahkan juga kata yang menghujam
Tanpa lelah kau bimbing langkah 
Hingga kami bisa berjalan meraih cita

Kami adalah kekosongan hampa yang memekat
Jika kau tak pernah hadir bagi kami
Ijinkan kami untuk sedikit berterima kasih
Atas jerihmu yang kadang bahka tak kami ingat 
Terima kasih, guruku ...

Teks Puisi 4
Pahlawan Tak Dikenal
Karya: Toto Sudarto Bachtiar 

Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring
Tetapi bukan tidur, sayang
Sebuah lubang peluru bundar di dadanya
Senyum bekunya mau berkata, kita sedang perang.

Dia tidak ingat bilamana dia datang
kedua lengannya memeluk senapang
Dia tidak tahu untuk siapa dia datang
Kemudian dia terbaring, tetapi bukan tidur, sayang.

Wajah sunyi setengah tengadah
Menangkap sepi pandang senja
Dunia tambah beku di tengah derap dan suara menderu
Dia masih sangat muda

Hari itu 10 November, hujan pun mulai turun
Orang-orang ingin kembali memandangnya
Sambil merangkai karangan bunga
Tapi yang nampak, wajah-wajah sendiri yang tak dikenalnya.

Sepuluh tahun yang lalu ia terbaring
Tetapi bukan tidur, sayang
Sebuah lubang peluru bundar di dadanya
Senyum bekunya mau berkata: aku sangat muda.

Demikianlah yang dapat admin bagikan tentang unsur-unsur yang terdapat dalam sebuah puisi. Semoga apa yang admin bagikan ini bermanfaat buat kemajuan belajar anak didik dalam memahami unsur-unsur yang terdapat dalam sebuah puisi. Selamat belajar dan semoga bermanfaat. Terima kasih.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Unsur-Unsur yang Terdapat dalam Puisi | Bahasa Indonesia Kelas VIII (Revisi)

Beranda / Google.com / Google.co.id / Blogger.com /