Bahasa Indonesia SMP/SMA Kurikulum 2013

Cara Menanggapi Cerita tentang Tokoh | Contoh Teks Cerpen


Daftar Isi [Tampil]
ilmubindo.com_Apakah kamu mempunyai tokoh idola? Jawabnya pasti, “Ya”. Setiap orang pasti mempunyai tokoh idola. Tokoh yang kamu idolakan tentulah berbeda-beda, ada yang mengidolakan artis, pahlawan, tokoh nasional, olahragawan ataupun tokoh yang lain. Setiap tokoh yang kamu idolakan tersebut pasti mempunyai keistimewaan atau prestasi yang baik. Oleh karena itu, ia patut dijadikan idola.

Cara Menanggapi Cerita tentang Tokoh | Contoh Teks Cerpen
www.ilmubindo.com

Riwayat hidup dan prestasi yang diraih oleh idolamu dapat diketahui melalui media massa, seperti koran, majalah, televisi atau melalui internet. Kalian juga dapat mengetahuinya melalui wawancara langsung dan melalui pengamatan.

Apabila kamu telah mengenal tokoh yang diidolakan tersebut, tentu kamu dapat menceritakannya. Apa saja keistimewaannya? Mengapa kamu mengidolakannya? Bagaimana identitas tokoh idola kamu? Sebelum kamu menceritakan tokoh idolamu, perhatikan hal-hal yang perlu diceritakan mengenai tokoh idolamu itu, yaitu
  1. prestasi dalam bidangnya,
  2. perilakunya dalam bergaul atau cara bersosialisasi dengan masyarakat,
  3. keistimewaan tokoh, dan
  4. prestasi yang membanggakan untuk bangsa dan negaranya.

Agar dapat menceritakan tokoh idola dengan baik dan benar, perhatikan langkah-langkah berikut ini.
  1. Carilah data tentang tokoh idolamu (riwayat hidup, pribadi, keistimewaan, prestasi, dan sebagainya)!
  2. Tulislah satu tema yang menurutmu paling menarik mengenai tokoh idolamu! Tema itu dapat mengenai kerja kerasnya dalam mencapai prestasi di bidangnya, perjalanan hidupnya, kariernya, dan sebagainya.
  3. Tambahkan komentar mengenai tokoh idolamu tersebut!
  4. Gunakan bahasa yang baik!
Dengarkan pembacaan profil Ronaldinho di bawah ini!

Ronaldinho

Siapa yang tidak kenal pesepak bola Brasil ini? Penampilannya khas sekali, hitam manis, rambut ikal panjang, dan murah senyum. Nyaris ia tidak pernah marah di lapangan. Ia sangat terampil serta cekatan mengolah bola. Ya, itulah Ronaldo de Assis Moreira atau yang lebih dikenal dengan Ronaldinho.

Cara Menanggapi Cerita tentang Tokoh

Ronaldinho lahir di Porto Alegre, Brasil, pada tanggal 21 Maret 1980. Pada usia delapan tahun, ia mulai bergabung di klub Gremio Yunior hingga usia delapan belas tahun. Karier Ronaldinho mulai menanjak ketika ia menjuarai Piala Dunia (U-17) di Mesir 1997. Dua tahun kemudian, ia bergabung di Tim Samba, Brasil. Ronaldinho sempat bermain empat tahun di klub Paris St Germain, Perancis. Tahun 2003, ia bergabung di FC Barcelona. Pada tahun 2002, ia ikut membawa Brasil menyabet gelar juara Piala Dunia. Selanjutnya, ia menjadi pemain Terbaik Dunia tahun 2004 dan 2005. Ia pun baru saja menggenggam juara La Liga (2005 dan 2006) dan Piala Champions 2006 bersama Bercelona. Wow, prestasinya memang luar biasa.

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut!
  1. Siapa tokoh yang dibicarakan di atas?
  2. Di mana dan kapan Ronaldinho dilahirkan?
  3. Kapan Ronaldinho memulai kariernya?
  4. Prestasi apa saja yang pernah diraih Ronaldinho?
  5. Apa yang membuat penampilan Ronandinho khas?
Contoh Teks 1
Tak Konsisten

Terdengar bunyi alarm begitu keras mengusik tidur Agus yang begitu terlelap. Dia mengeliat menahan rasa kantuk. Kemudian dia membuka matanya secara perlahan.

"Oh Tuhan!" Agus terkejut melihat jam ternyata pukul 07.00 pagi. Dia langsung bergegas menuju kamar mandi, kemudian dia mandi dan merapikan diri lalu tancap gas untuk pergi ke kantor. Sesampainya di kantor, dia sudah terlambat menghadiri meeting yang diajukan daari jam biasanya karena bosnya akan segera pergi keluar negeri.

"Maaf, Pak. Saya boleh masuk?" Tanya Agus pada bosnya yang sedang memimpin meeting.

"Iya, silakan duduk, Gus, tapi maaf hari ini proyekmu digantikan oleh Riyan."

"Tapi kenapa, Pak? Saya hanya terlambat sebentar."

"Ini bukan masalah sebentar atau lama. Kita di perusahaan ini para pekerja profesional. Proyek itu dari dulu saya percayakan sama kamu tapi kamu ternyata tidak konsisten. Meskipun telat sebentar, ada di antara temanmu yang bisa memberi ide bagus untuk proyek itu. Jadi, maaf sekali lagi, sudah bagus kamu tidak saya keluarkan dari tim." Jelas bosnya dengan tegas.

Langsung seketika Agus terdiam dengan wajah yang penuh dengan penyesalan. Setelah meeting selesai Agus pergi menuju meja kerjanya.

"Ini salahku, Dev. Aku begadang semalam nonton bola Tim kesukaanku sampai larut malam, sampai-sampai aku lupa kalau ada proyek penting dan seharusnya menguntungkan bagiku."

"Hmm, makanya kamu harus mengutamakan profesi dari pada hobi." Sambung Devi sedikit menasihati.

Contoh Teks 2
Lagu di Atas Bis

Sebuah buu malam jarak jauh meluncur dalam kecepatan sedang-sedang saja. Para penumpang baru berhenti untuk makan pada pertengahan perjalanan di tempat persinggahan bus-bus malam. Pohon tumbuh menyungkup sepanjang jalan, seolah mereka dengan senter di tangan berlari di antara dua deretan pohon. Dari dalam rumah penduduk di antara gelap pohon, di kiri kanan jalan muncul sekali-kali kerlip cahaya dari rumah penduduk. Selebihnya adalah sorot lampu bus yang menerangi kegelapan aspal yang terentang tak pernah habis. Lampu bus itu tidak ubahnya sepotong kapur tulis mencoreng di atas papan hitam di depan kelas.
 
Orang-orang di dalam bus itu tidak tertidur. Mereka merasa segar, karena mereka baru saja selesai makan makan malam di tengah perjalanan mereka. Sopir menghidupkan tape recorder. Para penumpang mendengarkan lagu yang berkumandang sambil berlena-lena. Tetapi di tengah-tengah lagu itu, terdengar orang berteriak.
 
"Bolehkah lagu itu ditukar? Saya ingin mendengarkan lagu jazz," kata penumpang yang lain.
"Tetapi saya tidak punya kaset jazz!" kata sopir.
"Aku membawa kaset lagu yang aku minta!" orang yang meminta lagu jazz mengeluarkan kaset jazz dari dalam sakunya dan berkumandanglah lagu jazz.
Tetapi, baru beberapa detik saja lagu itu berkumandang, terdengar pula orang berteriak.
"Bolehkah lagu itu ditukar?" kata penumpang yang berteriak itu kepada orang yang meminta lagu jazz.
 
"Boleh!" kata orang yang meminta lagu jazz itu.
"Saya ingin lagu disko," kata orang yang meminta lagu disko itu supaya diganti.
Tolong Pak Sopir,' kata orang yang meminta lagu disco tadi. "Bapak ini tidak suka dengan lagu kesenangan saya. Dia minta ditukar dengan irama disko."
"Tetapi saya tidak punya kaset disko!" kata sopir.
 
"Saya punya. Saya membawa kaset kesenangan saya!" kata orang itu. 
Dia pun mengeluarkan kaset dari dalam sakunya. Kemudian mengumandangkan pula lagu disko.
Para penumpang mendengarkan lagu itu hanya beberapa detik saja, sebab terdengar pula orang berteriak dari bangku yang lain.
"Bolehkah lagu itu di tukar?"
 
"Boleh!" kata orang yang meminta lagu disko.
"Saya ingin lagu keroncong." Kata orang yang berteriak tadi.
"Tolong Pak Sopir, Bapak ini tidak suka dengan lagu disko kesenangan saya. Dia minta lagu keroncong." kata orang yang berteriak disko.
 
"Tetapi saya tidak punya kaset keroncong!" kata sopir.
"Saya punya. Saya membawa kaset kesenangan saya!" orang itu mengambil kaset dari dalam saku bajunya. Kemudian mengumandangkan lagu irama kerocong.
Para penumpang mendengarkan lagu itu hanya beberapa saat saja. 
Seseorang berteriak pula dari bangku yang lain.
"Bolehkah lagu itu ditukar?"
"Boleh!" kata orang yang meminta lagu keroncong.
"Saya ingin lagu dangdut.'
 
"Tetapi saya tidak punya kaset dangdut!" kata sopir.
"Saya punya. Saya membawa kaset kesenangan saya!" Orang itu mengambil kaset dari dalam saku bajunya. Kemudian mengumandang lagu dangdut.
Para penumpang mendengar lagu itu. Tetapi beberapa saat kemudian, terdengar pula seseorang berteriak.
 
"Bolehkah lagu itu ditukar?"
"Boleh!" kata orang yang meminta lagu dangdut.
"Saya ingin lagu pop Indonesia."
"Tolong Pak Sopir, Bapak ini tidak suka dengan lagu dangdut kesenangan saya. Dia minta ditukar dengan lagu pop Indonesia."
 
"Tetapi saya tidak punya kaset pop Indonesia!" kata sopir.
"Saya punya. Saya selalu membawa kaset lagu kesukaan saya!"
Orang itu mengambil kaset dari dalam saku bajunya. Kemudian mengumandang lagu pop Indonesia. Tetapi baru saja lagu itu mengumandang, terdengar pula seseorang berteriak.
"Bolehkah lagu itu ditukar?"

"Boleh!" kata orang meminta lagu pop Indonesia.
"Saya ingin lagu gending Jawa."
"Tolong Pak Sopir, bapak ini tidak suka lagu pop Indonesia, padahal lagu itu kesukaan saya. Dia minta ditukar dengan gending Jawa."

"Tetapi saya tidak punya kaset gending Jawa!" kata sopir.
"Saya punya. Saya tidak pernah meninggalkan kaset gending Jawa, setiap saya bepergian kaset ini selalu saya bawa. Ini kaset lagu kesukaan saya, gending Jawa!"
Demikianlah seterusnya, para penumpang itu meminta setiap lagu yang diputar diganti. Tiba-tiba ada orang berteriak.

"Bolekah lagu itu ditukar?" kata orang yang berseragam hijau. Dia membawa pistol dua.
Orang yang meminta lagu-lagu mars perjuangan melihat kepadanya. Tetapi pada akhirnya dia berkata:

"Boleh! Mengapa tidak? Boleh! Lagu itu boleh ditukar."
"Saya ingin diputar lagu Indonesia Raya!" katanya.
"Tolong Pak Sopir. Bapak ini tidak suka lagu mars perjuangan.
Padahal lagu itu menimbulkan semangat perjuangan pada saya. Bapak ini minta diputar lagu Indonesia raya.

"Tetapi saya tidak punya kaset Indonesia Raya."
"Kaset lagu apa saja yang kamu punya?" kata orang yang berseragam hijau lengkap dengan dua pistol di pinggangnya.

Sopir membongkar seluruh kaset di dalam laci.
"Kau harus punya kaset Indonesia Raya. Cari! dan mesti kau dapatkan!"
Sopir terus membongkar semua kaset. Dan dia menemukan kaset lagu Indonesia Raya di antara kaset yang ia bawa.

"Saya punya kaset Indonesia Raya!" teriak sopir gembira.
"Putar! Saya suka lagu Indonesia Raya!" kata orang yang berseragam hijau lengkap dengan dua pistol di pinggang "Tetapi teliga saya sakit mendengarnya!" kata orang yang berseragam hijau dengan tiga pistol di pinggangnya.

"Apa katamu? Sakit telingamu, katamu? Berarti kau tidak cinta tanah air!"
"Tetapi, tidak saatnya lagu kebangsaan itu diputar sekarang!"
"Sekarang adalah saatnya! Tidak kau lihat mereka sudah berkelahi. Masing-masing meminta lagu daerah mereka sendiri-sendiri."

"Tetapi telinga saya sakit mendengar lagu Indonesia Raya itu."
"Berarti kau penghianat! Kau boleh keluar dari bis ini!"
"Tetapi ...," kata orang berseragam hijau dengan tiga pistol di pinggangnya.
"Tetapi, kau sudah membayar ongkos? Itu maksudmu? Kata orang yang berseragam hijau dengan dua pistol di pinggangnya.

"Ya! Saya sudah membayar ongkos!"
"Saya akan ganti uang sisa ongkos perjalananmu. Kau boleh turun. Dan naik bis yang lain. Lagu Indonesia Raya ini harus mengumandang sampai tujuan kita berakhir. Kalau tidak suka, kau boleh keluar! Tidak ada tempat untuk orang yang tidak suka pada lagu kebangsaannya sendiri. Siapa yang tidak suka dengan lagu ini?"

"Saya suka!" kata orang yang berseragam hijau dengan sebuah pistol dipinggangnya. Mereka berdua menjadi memiliki tiga pistol.
Orang yang memakai seragam hijau lengkap dengan dua pistol di pinggangnya berdiri di atas tempat duduknya. Dia diikuti orang berseragam dengan satu pucuk pistol di pinggangnya.
"Cepat katakan! Siapa yang tidak suka dengan lagu ini?" teriak orang yang berseragam dengan dua pistol di pinggangnya.

"Tidak ada tempat bagi penghianat di bis ini!"
Semua orang diam. Termasuk orang yang memakai seragam dengan tiga pistol di pinggangnya. Dan lagu Indonesia Raya itu berkumandang sepanjang perjalanan, sampai mereka tiba di terminal terakhir.

Demikianlah yang dapat admin bagikan tentang cara menanggapi cerita tentang tokohdan contoh teks cerpen. Semoga apa yang admin bagikan ini bermanfaat buat kita semuanya. Terima kasih.


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Cara Menanggapi Cerita tentang Tokoh | Contoh Teks Cerpen

Beranda / Google.com / Google.co.id / Blogger.com /