Blog Kumpulan Informasi Seputar Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SMP

Materi, Contoh Soal, dan Pembahasan UN/UNBK Tahun 2018 SMP/MTs: Simpulan Makna Simbol dan Isi Tersirat dalam Cerpen dan Fabel

ilmubindo.com_ Karya sastra merupakan refleksi pemikiran, perasaan, dan keinginan pengarang lewat bahasa. Setiap karya sastra menggunakan simbol yang memiliki makna tersendiri. Simbol-simbol dalam karya sastra diungkapkan dalam bentuk bahasa khas.

Cerpen dan fabel memiliki simbol-simbol tersendiri yang biasanya diungkapkan dalam bahasa yang digunakan penulis. Cerpen adalah suatu prosa fiksi yang merupakan sebuah dunia simbol. Penulis mengungkapkan perasaan, pikiran, dan idenya dengan bahasa khas. Simbol-simbol yang digunakan penulis untuk mengungkapkan ide dan perasaannya tersebut memiliki makna tersendiri. Simbol-simbol itulah yang akan ditafsirkan atau dimaknai oleh pembaca.

Isi dalam teks sastra dapat dilihat sebagai simbol atau bukan simbol bergantung pada interpretasi pembaca. Pembaca berhak menafsirkan simbol-simbol tersebut secara bebas. Ada pembaca yang melihat isi dalam teks sastra tersebut sebagai simbol. Namun, ada pula pembaca yang tidak melihat sesuatu itu sebagai simbol. Daya kritis pembaca  sangat diperlukan. Pembaca yang kritis menemukan simbol-simbol yang mungkin tidak ditemukan oleh pembaca lain.

Materi, Contoh Soal, dan Pembahasan UN/UNBK Tahun 2018 SMP/MTs: Simpulan Makna Simbol dan Isi Tersirat dalam Cerpen dan Fabel
www.ilmubindo.com

Makna tersirat adalah arti sebuah bacaan yang tidak tertulis secara jelas dalam bacaan tersebut. Baik cerpen maupun fabel di dalamnya mengandung makna tersirat. Makna tersirat isi cerpen dan fabel dapat diketahui setelah membaca memahami unsur-unsur intrinsik kedua karya sastra tersebut.

Contoh Soal Tipe UN/UNBK dan Pembahasan
Bacalah kutipan cerpen berikut untuk menjawab soal nomor 1 dan 2!
Ayah mengamati aku dari atas bawah. Ia berdiri dan mengjangkau tangan kananku. Katanya: 
"Untuk apa bunga ini, heh."
Aku tidak tahu karena apa, telah mencintai bunga di tanganku ini.
Ayah meraih. Merenggutnya dari tanganku. Kulihat bungkah otot tangan ayah menggenggam bunga kecil-kecil itu. Aku menahan untuk tidak berteriak.
"Laki-laki tidak perlu bunga, Buyung. Kalau perempuan, bolehlah. Tetapi engkau laki-laki"
Ayah melemparkan bunga itu. Aku menjerit. Ayah pergi. Ibu masih berdiri. Aku membungkuk, mengambil bunga itu, membawanya ke kamar.

1. Makna simbol kata bunga dalam kutipan cerpen tersebut adalah ....
A. Bunga melambangkan keindahan sehingga tidak boleh dipetik.
B. Bunga melambangkan kesucian hanya boleh dipandang.
C. Bunga melambangkan kelembutan sehingga identik dengan perempuan.
D. Bunga melambang kemurnian yang harus dilindungi.

Kunci Jawaban: C
Pembahasan: Perhatikan kalimat yang menyatakan bahwa laki-laki tidak perlu bunga, hanya perempuan yang pantas membawa bunga. Oleh karena itu, bunga identik dengan perempuan yang memiliki hati lembut. Jadi, jawaban tepat terdapat pada pilihan jawaban C.

2. Isi yang tersirat dalam kutipan cerpen tersebut adalah ....
A. Ayah tidak ingin Buyung memiliki sifat lembut seperti perempuan.
B. Ayah tidak ingin Buyung menyukai bunga seperti dirinya.
C. Ayah melarang Buyung memetik bunga.
D. Ayah ingin menanam bunga itu di kebun sebagai hiasan.

Kunci Jawaban: A
Pembahasan: Isi yang tersirat dalam cerpen berarti simpulan atau inti sari cerpen tersebut. Kutipan cerpen tersebut menceritakan kemarahan ayah Buyung ketika melihat Buyung menggenggam bunga. Menurut ayah Buyung, seorang laki-laki seperti Buyung tidak pantas menggenggam bunga.. Perempuanlah yang lebih pantas menggenggam bunga. Dalam kutipan tersebut tersirat bahwa bunga melambangkan kelembutan yang pantas untuk perempuan. Buyung adalah anak laki-laki yang tidak memerlukan bunga. Jadi, jawaban tepat terdapat pada pilihan jawaban A.

Bacalah kutipan fabel berikut untuk menjawab soal nomor 3 dan 4!
Para penghuni rimba merasa kurang senang. Keangkuhan si merak semakin menjadi-jadi. Setiap berjumpa penghuni rimba lainnya, merak selalu memamerkan bulu-bulunya itu.
" Siapa yang bisa menandingi keelokan diriku?" kata merak berulang kali tanpa bosan-bosan.
Tentu saja teman-temannya kian jengkel kepada si merak.
"Ah, aku ada akal untuk menyadarkan si merak," pikil kancil suatu hari.
Lantas kancil membisiki beberapa teman lain. Di antaranya kijang, kelinci, dan tupai.
Pagi itu merak kembali pamer kepada teman-temannya. Jalannya dibuat miring-miring agar bagian bulunya dapat dilihat siapa saja.

3. Simbol bulu tersebut mengandung makna ....
A. kekayaan
B. keindahan
C. kebaikan
D. kesombongan

Kunci Jawaban: B
Pembahasan: Bulu-bulu merak sangat indah. Oleh karena itu, dalam cerita tersebut bulu dijadikan simbol keindahan. Jadi, jawaban tepat terdapat pada pilihan jawaban B.

4. Isi yang tersirat dalam kutipan fabel tersebut adalah ....
A. Penghuni hutan hidup rukun meskipun ada salah satu penghuni yang sombong karena memiliki bulu yang indah.
B. Kancil dan teman-temannya selalu menghindari merak karena ia suka memamerkan bulu-bulunya.
C. Merak tidak disukai teman-temannya karena ia sombong, merasa tidak tertandingi kecantikannya.
D. Kancil dan teman-temannya membiarkan ulah merak yang suka memamerkan bulu-bulunya.

Kunci Jawaban: C
Pembahasan: Isi tersirat adalah makna atau inti cerita yang terkandung dalam sebuah cerita. Kutipan fabel tersebut menceritakan tokoh merak yang sombong. Ia suka memamerkan keindahan bulu-bulunya. Merak merasa bahwa dirinya paling cantik di hutan. Akibatnya, kancil dan teman-temannya jengkel. Mereka akan menyadarkan merak. Jadi, isi tersurat kutipan fabel tersebut terdapat pada pilihan jawaban C.


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+