Blog Kumpulan Informasi Seputar Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SMP

Contoh Soal, Materi, dan Pembahasan UN/UNBK SMP Tahun 2018: Melengkapi Paragraf dengan Kata atau Kalimat (Bag. 1)

ilmubindo.com_ Paragraf rumpang dapat dilengkapi dengan kata baku, kata serapan, dan kata ulang.
  • Kata Baku
Kata baku merupakan kata yang cara pengucapan atau penulisannya sesuai dengan kaidah-kaidah standar yang dibakukan. Kaidah standar yang dimaksud dapat berupa:
a) Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD)
b) Tata bahasa baku bahasa Indonesia.
c) Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
Sementara itu, kata tidak baku adalah kata yang cara pengucapannya atau penulisannya tidak memenuhi kaidah-kaidah standar tersebut.
  • Kata Serapan
Dalam perkembangannya bahasa Indonesia mengambil unsur atau kata dari bahasa lain, seperti bahasa daerah dan bahasa asing. Sudah banyak kosakata dari bahasa daerah dan bahasa asing yang digunakan dalam bahasa Indonesia. Kata-kata itu disesuaikan dengan kaidah yang berlaku dalam bahasa Indonesia, baik dalam aspek pengucapan maupun penulisan.

Masuknya kata-kata serapan dalam bahasa Indonesia ditempuh dengan berbagai cara, antara lain sebagai berikut.
a) Cara adopsi, terjadi apabila pemakai bahasa mengambil bentuk dan makna kata asing itu secara keseluruhan. Misalnya kata supermarket, plaza, mal, dan hamburger.
b) Cara adaptasi, terjadi apabila pemakai bahasa hanya mengambil makna asing itu, sedangkan ejaan dan cara penulisannya disesuaikan dengan ejaan bahasa Indonesia. Misalnya kata reformasi, pluralisasi, akseptabilitas, maksimal.
c) Cara penerjemahan, terjadi apabila pemakai bahasa mengambil konsep yang terkandung dalam bahasa asing itu. Kemudian, kata tersebut dicari padanannya dalam bahasa Indonesia. Misalnya kata percepatan, proyek, rintisan, uji coba.
d) Cara kreasi, terjadi apabila pemakai bahasa hanya mengambil konsep dasar yang ada pada sumbernya. Kemudian, ia mencari padanannya dalam bahasa Indonesia. Meskipun sekilas mirip penerjemahan, cara terakhir ini memiliki perbedaan. Cara kreasi tidak menuntut bentuk fisik yang mirip seperti penerjemahan. Mungkin saja kata yang dalam bahasa aslinya itu terdiri atas satu kata, dalam bahasa Indonesianya menjadi dua atau lebih. Misalnya kata effective menjadi berhasil guna, shuttle menjadi ulang alik, dan spare parts menjadi suku cadang.

Contoh Soal, Materi, dan Pembahasan UN/UNBK SMP Tahun 2018: Melengkapi Paragraf dengan Kata atau Kalimat (Bag. 1)
www.ilmubindo.com
  • Kata Ulang
Kata ulang merupakan kata yang dihasilkan dari proses reduplikasi atau pengulangan. Proses pengulangan merupakan proses pembentukan kata dengan mengulang kata dasarnya baik secara utuh atau sebagian, dengan variasi fonem ataupun tidak. Bentuk dasar tersebut dapat berupa kata dasar, kata berimbuhan, atau kata majemuk. Proses pembentukan kata melalui reduplikasi pada dasarnya tidak mengubah jenis kata. Dalam bahasa Indonesia terdapat empat macam pengulangan, antara lain sebagai berikut.
a) Pengulangan utuh (seluruhnya)
Pengulangan utuh merupakan proses pengulangan yang mengulang seluruh bentuk dasarnya. Pengulangan utuh disebut juga dwilingga. Contohnya: Hewan-hewan, anak-anak, macam-macam.
b) Pengulangan sebagian
Pengulangan sebagian merupakan proses pengulangan yang mengulang sebagian bentuk dasar, baik didepan maupun di belakang. Pengulangan sebagian dibagi menjadi dua, yaitu dwipurwa dan dwiwasana. Dwipurwa adalah proses pengulangan bentuk dasar dengan mengulang suku kata pertama bentuk dasarnya saja. Contoh: lelaki, pepohonan.
c) Pengulangan Berimbuhan
Pengulangan berimbuhan merupakan proses pengulangan menambah imbuhan. Contoh: berjaga-jaga, bersenang-senang, bermain-main, melihat-lihat, rumah-rumahan.
d) Pengulangan Berubah Bunyi
Pengulangan berubah bunyi adalah proses mengulang seluruh bentuk dasar disertai dengan perubahan bunyi atau fonem. Perubahan bunyi tersebut dapat berupa perubahan bunyi bunyi baik vokal maupun konsonan. Proses pengulangan dengan mengubah bunyi disebut juga dwilinga salin suara. Contoh: lauk-pauk, gerak-gerik, hingar-bingar.
e) Pengulangan Semu 
Kata ulang semu sebenarnya kata bukan merupakan hasil proses pengulangan, melainkan bentuk dasar. Contoh: Kupu-kupu, kura-kura, cumi-cumi, ubur-ubur, biri-biri, pura-pura.
Dalam proses pembentukan kata, kata ulang memiliki beberapa makna. Makna kata ulang antara lain sebagai berikut.
  1. Menyatakan banyak
  2. Menyatakan banyak tak tentu
  3. Menyatakan intensitas, menyangatkan, atau mengeraskan arti.
  4. Menyatakan sungguh-sungguh atau intensif
  5. Menyatakan tingkat yang paling tinggi
  6. Menyatakan agak 
  7. Menyatakan berulang-ulang
  8. Menyatakan saling/berbalasan/resiprokal
  9. Menyatakan perbuatan yang dilakukan dengan sama
  10. Menyatakan makna menyerupai atau tiruan
  11. Menyatakan tak bersyarat atau meskipun.
  12. Menyatakan segala sesuatu yang berhubungan dengan pekerjaan yang disebut kata dasarnya.
Kalimat harus disusun secara efektif. Syarat kalimat efektif yaitu logis, hemat, dan padu. Struktur kalimat baik harus mengandung unsur S-P (subjek-predikat). Kalimat efektif ditandai kejelasan fungsi kata, kelogisan kalimat, penggunaan tepat kata ganti, dan keefisienan (penggunaan kata tidak mubazir).

Paragraf merupakan bagian dari wacana yang merupakan satu kesatuan. Paragraf adalah rangkaian kalimat yang saling berhubungan dan membentuk satu kesatuan pokok pembahasan. Paragraf merupakan satuan bahasa yang lebih besar daripada kalimat. Meskipun demikian, paragraf masih merupakan bagian dari satuan bahasa lainnya yang disebut wacana. Suatu wacana umumnya dibentuk lebih dari satu paragraf.


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Contoh Soal, Materi, dan Pembahasan UN/UNBK SMP Tahun 2018: Melengkapi Paragraf dengan Kata atau Kalimat (Bag. 1)