Bahasa Indonesia SMP/SMA Kurikulum 2013

Perwatakan, Manfaat Mengenal Perwatakan, dan Cara Menangkap Inti Persoalan Cerita


Daftar Isi [Tampil]
ilmubindo.com_ Kali ini admin akan membagikan tentang perwatakan, manfaat mengenal perwatakan, dan cara menangkap inti persoalan cerita. Semoga apa yang admin bagikan ini dapat membantu anak didik dalam mencari referensi tentang perwatakan, manfaat mengenal perwatakan, dan cara menangkap inti persoalan cerita. Dan harapannya apa yang admin bagikan ini dapat memberikan dampak positif yang baik bagi perkembangan anak didik di sekolah. Semoga bermanfaat dan terima kasih.

Perwatakan, Manfaat Mengenal Perwatakan, dan Cara Menangkap Inti Persoalan Cerita
www.ilmubindo.com

Galileo Galilei memiliki peran penting dalam dunia astronomi. Bahkan, pria kelahiran 1564 ini melakukan pengamatan perintis tentang alam dengan implikasi jangka panjang untuk mempelajari fisika.

Tak hanya itu, Galileo juga membangun teleskop dan mendukung teori Copernican, yang mendukung sistem tata surya berpusat pada matahari. Mirisnya, Galileo dituduh dua kali melakukan penyesatan oleh gereja atas kepercayaannya, dan ia akhirnya menulis sejumlah buku tentang gagasannya.

Galileo merupakan anak pertama dari enam bersaudara yang lahir dari Giulia Ammannati dan Vincenzo Galilei, yang dikenal sebagai musisi. Pada 1574, keluarga itu pindah ke Florence, tempat Galileo memulai pendidikan formalnya di biara Camaldolese di Vallombrosa.

Pada 1583, Gelileo memasuki Universitas Pisa untuk belajar kedokteran. Berbekal kecerdasan dan talentanya, ia justru terpesona banyak mata pelajaran, khususnya matematika dan fisika.

Ketika di Pisa, Galileo terpapar pandangan Aristotelian tentang dunia, maka otoritas ilmiah termuka dan satu-satunya itu disetujui oleh Gereja Katolik Roma.

Awalnya, Galileo mendukung pandangan ini, seperti intelektual lainnya pada massanya, dan berada di jalur untuk menjadi profesor universitas. Namun, karena kesulitan keuangan, Galileo meninggalkan universitas pada 1585, sebelum meraih gelar sarjananya.

Meski telah meninggalkan universitas, Galileo terus belajar matematika, mendukung dirinya dengan posisi mengajar minor. Selama masa ini, ia mulai studi dua dasawarsa tentang benda-benda yang bergerak dan menerbitkan The Little Balance, yang menggambarkan prinsip-prinsip hidrostatik dengan menimbang jumlah kecil, yang membuatnya mendapat ketenaran.

Hal tersebut bahkan membuatnya mendapatkan jabatan pengajar di Universitas Pisa pada 1589. Di sana, Galileo melakukan eksperimen 'dongennya' dengan benda-benda yang jatuh dan menghasilkan manuskripnya Du Motu, sebuah keberangkatan dari pandangan Aristoteles tentang benda yang bergerak dan jatuh.

Galileo mengembangkan karyanya, dan kritiknya yang tajam terhadap Aritoteles membuatnya terisolasi di antara rekan-rekannya. Pada 1592, kontraknya dengan Universitas Pisa tak diperbaharui.

Hebatnya, pria yang pernah mengenyam pendidikan di Universitas Pisa itu dengan cepat menemukan posisi baru di Universitas Padua yakni mengajar geometri, mekanik, dan astronomi.

Selama masa jabatannya di Padua, ia gemar memberikan kuliah menghibur dan menarik banyak pengikut, yang akhirnya meningkatkan ketenaran dan rasa dari misinya.

Berikut ini adalah perwatakan, manfaat mengenal perwatakan, dan cara menangkap inti persoalan cerita dalam cerita di atas.

Watak tokoh adalah sifat atau karakter tokoh. 
Perwatakan adalah cara pengarang menggambarkan watak tokoh dalam ceritanya.
Mengenal perwatakan akan sangat membantu dalam memahami inti persoalan cerita.

Cara menangkap inti persoalan dalam cerita:
1. menentukan tema cerita: pencarian Galileo Galilei akan kebenaran ilmu pengetahuan.
2. latar tempat: di Forest Italia
3. amanat: ketekunan dan keuletan akan membawa keberhasilan
4. nilai-nilai yang terdapat dalam cerita: ketekunan, keuletan, dan tak kenal penyerah dalam berusaha.

Manfaat mengenali perwatakan adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara perilaku tokoh dengan karakternya.

Perwatakan dapat dianalisis berdasarkan dimensi (mantra/ukuran):
1. psikologis atau psikis: berkaitan dengan mentalitas, norma moral, watak, kecerdasan, keinginan, keahlian khusus dan lain-lain.
2. fisiologis atau fisik: jenis kelamin, umur, keadaan dan ciri tubuh, raut muka, dan lain-lain.
3. sosiologis atau sosial: status sosial, pekerjaan, jabatan, kepercayaan, aktivitas sosial, dan lain-lain.

Demikianlah yang dapat admin bagikan tentang perwatakan, manfaat mengenal perwatakan, dan cara menangkap inti persoalan cerita. Semoga apa yang admin bagikan ini dapat memberikan dampak positif yang baik bagi perkembangan anak didik di sekolah. Semoga bermanfaat dan terima kasih.


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Perwatakan, Manfaat Mengenal Perwatakan, dan Cara Menangkap Inti Persoalan Cerita

Beranda / Google.com / Google.co.id / Blogger.com /