Bahasa Indonesia SMP/SMA Kurikulum 2013

Struktur dan Kebahasaan Teks Deskripsi Lengkap dengan Contohnya


Daftar Isi [Tampil]
ilmubindo.com | Kali ini kita akan membahas tentang struktur dan kebahasaan dalam teks deskripsi bahasa Indonesia kelas tujuh semester 1. Semoga apa yang admin bagikan ini dapat memberikan dampak positif yang baik bagi perkembangan belajar anak didik di sekolah. Dan harapannya apa yang admin bagikan ini dapat memberikan dampak positif yang baik bagi perkembangan dan kemajuan belajar anak didik, khususnya dalam menambah wawasan tentang teks deskripsi. 

www.ilmubindo.com

Berikut ini adalah pemaparan lebih jelas tentang struktur dan kebahasaan teks deskripsi dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Untuk lebih singkatnya, silakan kalian simak dengan baik penjelasannya di bawah ini!

Pengertian Teks Deskripsi

Teks Deskripsi adalah usaha penulis memindahkan kesan, memindahkan hasil pengamatan dan perasaan kepada pembaca. Sasaran yang ingin dicapai penulis deksripsi adalah menciptakan daya khayal (imaji) pembaca. Teks deskripsi adalah teks yang menggambarkan suatu peristiwa atau objek tentang pengalaman penglihatan, pendengaran, penciuman, dan perasaan. Dengan pengalaman indranya tersebut, seorang penulis akan menuangkan objek yang dilihat, didengar, dicium, dan dirasanya ke dalam kelimat demi kalimat.

Struktur Teks Deskripsi

Setiap teks memiliki struktur yang khas masing-masing, tanpa terkecuali dengan teks deskripsi. Struktur sebuah teks membedakan satu teks dengan teks yang lainnya dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Memahami struktur teks akan mempermudah kita saat akan menyusun teks tersebut yang rencananya akan kita buat nantinya. 

Teks deskripsi disusun berdasarkan struktur dan pembentuknya. Struktur-struktur tersebut saling terkait sehingga memudahkan pembaca untuk memahami teks yang kita buat tersebut.

Adapun susunan struktur teks deskripsi adalah sebagai berikut:

1. Identifikasi

Identifikasi adalah bagian yang menjelasjan definis atau identitas objek yang dideskripsikan. Identifikasi harus menarik sehingga mendorong pembaca untuk menyelesaikan bacaan sampai akhir. Berikut ini bagian identifikasi dalam teks deskripsi .
  1. Pernyataan (statement) menggambarkan objek yang akan dideskripsikan.
  2. Pernyataan harus menarik dan mampu mengajak pembaca agar tertarik membaca deskripsi secara lengkap.
  3. Penggunaan kata sifat (adjektif) sangat membantu pendeskripsian objek.
Contoh:

Tenun ikat Sumba merupakan jenis kain yang berasal dari pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur. Jenis dan corak kain itu sudah lama terkenal karena unik berdasarkan bahan yang digunakan, motif dan proses  pembuatan yang memerlukan waktu relatif lama, yakni 4 sampai 6 bulan sehelai kain tenun berukuran lebar.

2. Deskripsi

Deskripsi adalah bagian yang menjelaskan pengelompokkan objek yang dideskripsikan. Pengelompokkan dipaparkan dengan terperinci disertai gambaran yang jelas. Bagian deskripsi menjelaskan beberapa aspek-aspek berikut di bawah ini.
  1. Penggambaran tentang kondisi objek yang dapat ditinjau dari beberapa segi, seperti lokasi, orang, cuaca, dan ukuran.
  2. Penggunaan kata sifat (adjektif) yang berfungsi menggambarkan atau mengilustrasikan kondisi objek.
Contoh:

Pulau Sumba sendiri sangat indah dan terkenal di dunia sebagai salah satu pulau terindah. Tetapi tentang keindahan pulau itu merupakan penilaian tahun 2000-an, sedangkan gaya pikat tenun ikat tradisional terkenal sejak berabad-abad yang lalu, dan terus dijaga oleh para wanita Sumba. Mereka menangano seluruh proses tenun ikat mulai dari memilih motif, mempersiapkan bahan-bahan (benang dan pewarna), proses penenunan sampai menghasilkan selembar kain. 

Satu lembar kain lebar memerlukan 42 langkah. Persiapan dan proses pembuatan yang sekian lama membuat harga kain tenun menjadi relatif mahal. Mahalnya harga kain tenun ikat Sumba dipengaruhi juga oleh jumlah orang yang bekerja, yaitu satu helai tenun ikat Sumba biasa dikerjakan oleh 3 sampai 20 orang. Ada juga yang mencari bahan, memintal benang, mewarnai benang, menenun, dan juga membuat motif. Sehingga 42 proses penyelesaian satu helai kain tenun bukanlah angka mengada-ada.

Kebahasaan Teks Deskripsi

Teks deskripsi menggunakan ciri kebahasaan yang membedakannya dengan jenis teks yang lain. Penggunaan bahasa dalam teks deskripsi yaitu kalimat berisi penjelasan terperinci untuk mengonkretkan objek dan pilihan dengan dengan emosi kuat. Berikut ini ciri kebahasaan yang terdapat dalam teks deskripsi.

1. Kalimat Berisi Penjelasan Terperinci untuk Membuat Objek Menjadi Konkret

Kalimat penjelas adalah kalimat yang isinya merupakan penjelasan, uraian, atau berupa perincian tentang kalimat utama suatu paragraf. Ciri-ciri kalimat penjelas adalah sebagai berikut.

a) Berupa pendukung suatu kalimat utama yang menjadikan deskripsi, contoh, perbandingan, alasan, dan penjelasan mengenai topik yang dibahas.
b) Merupakan kalimat yang tidak dapat berdiri sendiri.
c) Kalimat-kalimat penjelas membutuhkan kata penghubung agar suatu paragraf menjadi koheren atau berkesinambungan.

2. Penggunaan Kalimat yang Menggunakan Cerapan Pancaindra

Dalam mendeskripsikan objek, penulis teks deksripsi sering menggunakan kalimat yang menggunakan cerapan pancaindra.

3. Menggunakan Pilihan Kata dengan Emosi Kuat dalam Teks Deskripsi

Kata emosi adalah kata-kata yang digunakan untuk menggambarkan dan mengekspresikan perasaan yang dialami seseorang. Teks deskripsi juga menggunakan kata-kata dengan emosi kuat.

4. Penggunaan Kata Berimbuhan

Imbuhan adalah bunyi bahasa yang ditambahkan pada sebuah kata  di awal, akhir, tengah, atau gabungan antara ketiganya untuk membentuk kata baru.

Imbuhan digolongkan berdasarkan posisi penambahannya sebagai berikut.

a) Awalan : me-, di-, ter-, pe-, per-, se-, dan ber-.
b) Sisipan : -er, -el, -em, dan -in.
c) Akhiran : -kan, -an, -i, -man, -wan, dan wati
d) Konfiks : pe-an, ke-an, di-kan, dan memper-kan.

5. Penggunaan Kata Bersinonim dalam Teks Deskripsi

Sinonim adalah suatu kata yang memiliki bentuk berbeda, tetapi memiliki satu makna atau pengertian sama atau mirip.

6. Penggunaan Kata Depan 

Kata depan atau preposisi adalah kata yang menandai berbagai hubungan makna antara konstituen di depan preposisi tersebut dengan konstituen di belakangnya. Dalam frasa pergi ke pasar, misalnya preposisi ke menyatakan hubungan makna arah antara pergi dan pasar. Jika ditinjau dari segi bentuknya, preposisi ada dua macam, yaitu preposisi tunggal dan preposisi majemuk. Dalam teks deskripsi sering digunakan preposisi tunggal yaitu di, ke, dari, dan pada.

7. Penggunaan Huruf Kapital

Huruf kapital dalam teks deskripsi digunakan sebagai berikut.

a) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat. 
Contoh:
Aku sangat bosan hari ini

b) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung
Contoh:
Ibu bertanya, "Kapan Ayah pulang?"

c) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama ungkapan yang berhubungan dengan hal-hal keagamaan, nama Tuhan, dan kitab suci, termasuk kata ganti untuk Tuhan.
Contoh:
Tuhan adalah pencipta alam semesta, dan sayang kepada semua umat-Nya.

d) Huruf kapita dipakai sebagai huruf pertama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti  nama orang.
Contoh:
Haji Tanun 

e) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang.
Contoh:
Presiden Joko Widodo

f) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama orang
Contoh:
Deancika Ayu

g) Huruf kapital dipakai sebagai huruf  pertama nama tahun, bulan, hari raya, dan peristiwa sejarah.
Contoh:
tahun Hijrah, bulan Agustus, hari Galungan, hari Lebaran, Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

h) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama resmi badan, lembaga pemerintahan dan ketatanegaraan, nama dokumen resmi.
Contoh:
Departemen Pendidikan Nasional, Depertemen Kelautan dan Perikanan, Badan Kesejahteraan Ibu dan Anak.

i) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama badan, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, dokumen resmi.
Contoh:
Perserikatan Bangsa-Bangsa, Undang-Undang Dasar Republik Indonesia, Rancangan Undang-Undang Kepegawaian.

j) Huruf kapital sebagai huruf pertama singkatan nama, gelar pangkat, dan sapaan
Contoh:
Dr. Sutomo

k) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama orang, termasuk julukan
Contoh:
Amir Hamzah, Jenderal Kancil

Demikianlah yang dapat admin bagikan tentang struktur dan kebahasaan teks deskripsi. Semoga apa yang admin bagikan ini bermanfaat buat kemajuan belajar anak didik di sekolah, khususnya materi teks deskripsi. Semoga bermanfaat dan terima kasih.


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Struktur dan Kebahasaan Teks Deskripsi Lengkap dengan Contohnya

Beranda / Google.com / Google.co.id / Blogger.com /