Bahasa Indonesia SMP/SMA Kurikulum 2013

Identifikasi dalam Teks Eksposisi | Bahasa Indonesia Kelas VIII (Revisi)



ilmubindo.com | Pada kesempatan kali ini admin akan membagikan pengertian, bentuk, proses, dan contoh identifikasi dalam teks eksposisi pembelajaran bahasa Indonesia kelas VIII revisi terbaru. Semoga apa yang admin bagikan ini dapat membantu anak didik dalam mencari referensi tentang identifikasi dalam teks eksposisi. Dan harapanya apa yang admin bagikan ini dapat memberikan dampak positif yang baik bagi perkembangan dan kemajuan belajar anak didik dalam memahami tentang identifikasi dalam teks eksposisi.

Identifikasi dalam Teks Eksposisi | Bahasa Indonesia Kelas VIII (Revisi)
www.ilmubindo.com

A. Pengertian Identifikasi

Identifikasi adalah salah satu cara yang dilakukan oleh seseorang untuk mengambil alih ciri-ciri orang lain dan menjadikannya bagian yang terintegrasi dengan kepribadiannya sendiri. Identifikasi adalah kecenderungan dalam diri individu untuk menjadi sama dengan individu yang lain. Individu yang menjadi sasaran identifikasi dinamakan idola. Perilaku, sikap, keyakinan, dan pola hidup yang menjadi idola akan menjiwai para pelaku identifikasi sehingga sangat berpengaruh terhadap pembentukan dan perkembangan kepribadiannya. Eksposisi identifikasi adalah sebuah metode yang berusaha menyebutkan ciri-ciri atau unsur-unsur pengenal suatu objek. Dengan menyebutkan ciri suatu objek diharapkan pembaca atau pendengar lebih mengenal objek tersebut.

B. Bentuk-Bentuk Identifikasi
  • Identifikasi kelas (class identification) adalah identifikasi pada kelas sosial tertentu.
  • Identifikasi defensif (defensive identification) adalah identifikasi yang timbul karena rasa takut
  • Identifikasi perkembangan (developmental identification) merupakan identifikasi  hasil hubungan positid dengan pihak lain yang mengadakan identifikasi pada mulanya sangat tergantung pada pihak lain.
  • Identifikasi etnik (ethnic identification) adalah identifikasi terhadap kelompok etnis tertentu.
C. Contoh Identifikasi 

Seorang remaja mengindentifikasikan dirinya dengan seorang artis terkenal yang ia kagumi. Kemudian dia berusaha mengubah penampilan dirinya agar sama dengan artis idolanya itu, mulai dari model rambut, pakaian, gaya bicara, bahkan sampai makanan kesukaan.

D. Proses Indentifikasi

Dapat berlangsung sendirinya tanpa disenggaja maupun dengan kesadaran penuh. Identifikasi terjadi karena seseorang memerlukan tipe-tipe ideal tertentu dalam proses hidupnya. Walaupun dapat berlangsung tanpa disenggaja, proses identifikasi biasanya terjadi dalam suatu keadaan di mana seseorang yang mengidentifikasi benar-benar pihak lain yang menjadi idealnya sehingga pandangan maupun sikap yang ada pada pihak yang menjadi idealnya dapat menjiwainya.

E. Contoh Teks Identifikas

Di bawah ini adalah contoh teks eksposisi tentang pertanian yang berjudul "Budidaya Tanaman Bawang Merah" dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Adapun contoh teks eksposisi tersebut adalah sebagai berikut.

Budidaya Tanaman Bawang Merah

Bawang merah (Allium oscalonicum) merupakan tanaman hortikultura musiman yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Namun pada saat tertentu sering mengalami banjir produksi sehingga harganya anjlok. Diperparah lagi dengan kebijakan impor yang diterapkan pemerintah yang sering kali memperparah kejatuhan harga bawang merah di pasaran.

Untuk menghindari fluktuasi harga yang sangat merugikan petani, perlu upaya untuk melakukan budidaya bawang merah diluar musim. Seiring dengan pembatasan kegiatan budidaya di musim-musim puncak.

Budidaya bawang merah memerlukan penyinaran matahari lebih dari 12 jam sehari. Tanaman ini cocok dibudidayakan di dataran rendah dengan ketinggian 0 hingga 900 meter dari permukaan laut. Suhu optimum untuk perkembangan tanaman bawang merah berkisar 25-32 derajat celcius. Sedangkan keasaman tanah yang dikehendaki sekitar 5pH 5,6-7. 

Benih bawang merah yang baik berasal dari umbi yang dipanen tua, lebih dari 80 hari untuk dataran rendah dan 100 hari dataran tinggi. Benih bawang merah yang baik setidaknya telah disimpan 2-3 cm dengan bentuk yang bagus, tidak cacat, berwarna merah tua mengkilap.

Untuk penanaman tanah dibuat bedengan dengan lebar 1-2,2 meter, tinggi 20-30 cm dan panjang sesuai dengan kondisi kebun. Jarak antar bedengan 50 cm, sekaligus dijadikan parit sedalam 20 cm, gemburkan tanahnya. Bentuk permukaan atau bagian atas bedengan rata, tidak melengkung.

Tambahkan kapur atau dolomit sebanyak 1-1,5 ton per hektar apabila keasaman tanah kurang dari pH 5,6. Penambahan kapur setidaknya diberikan 2 minggu sebelum tanam.

Budidaya bawang merah mempunyai banyak jenis hama dan penyakit. Namun yang paling sering menyerang di sentra-sentra produksi adalah hama dan ulat penyakit layu. Hama ulat (Spodoptera sp) menyerang daun, gejala terlihat bercak putih pada daun. Bila daun diteropong terlihat seperti gigitan ulat. 

Penyakit layu fusarium, disebabkan oleh cendawan. Gejalanya daun menguning dan seperti terpilin. Bagian pangkal batang membusuk. Penanganannya dengan mencabut tanaman yang mati kemudian membakarnya. Penyemprotan bisa menggunakan fungsidia.

F. Contoh Identifikasi Teks

Di bawah ini adalah contoh identifikasi teks eksposisi dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Adapun contoh hasil identifikasi adalah sebagai berikut.

Bawang merah (Allium oscalonicum) merupakan tanaman hortikultura musiman yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Namun pada saat tertentu sering mengalami banjir produksi sehingga harganya anjlok. Diperparah lagi dengan kebijakan impor yang diterapkan pemerintah yang sering kali memperparah kejatuhan harga bawang merah di pasaran.

Untuk menghindari fluktuasi harga yang sangat merugikan petani, perlu upaya untuk melakukan budidaya bawang merah diluar musim. Seiring dengan pembatasan kegiatan budidaya di musim-musim puncak.

Budidaya bawang merah memerlukan penyinaran matahari lebih dari 12 jam sehari. Tanaman ini cocok dibudidayakan di dataran rendah dengan ketinggian 0 hingga 900 meter dari permukaan laut. Suhu optimum untuk perkembangan tanaman bawang merah berkisar 25-32 derajat celcius. Sedangkan keasaman tanah yang dikehendaki sekitar 5pH 5,6-7.
 
Demikianlah yang dapat admin bagikan tentang identifikasi dalam teks eksposisi. Semoga apa yang admin bagikan ini bermanfaat buat kemajuan belajar anak didik dalam memahami identifikasi dalam teks eksposisi. Semoga bermanfaat dan terima kasih.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Identifikasi dalam Teks Eksposisi | Bahasa Indonesia Kelas VIII (Revisi)

Beranda / Google.com / Google.co.id / Blogger.com /