Bahasa Indonesia SMP/SMA Kurikulum 2013

Pengertian dan Contoh Kalimat Cerapan Pancaindra | Bahasa Indonesia Kelas VII (Revisi)



ilmubindo.com | Pada kesempatan kali ini admin akan membagikan tentang pengertian dan contoh kalimat cerapan pancaindera dalam teks deskripsi. Semoga apa yang admin bagikan ini dapat membantu anak didik dalam mencari referensi tentang pengertian dan contoh kalimat cerapan pancaindera dalam teks deskripsi. Dan harapannya apa yang admin bagikan ini dapat memberikan dampak positif yang baik bagi perkembangan dan kemajuan belajar anak didik dalam memahami pengertian dan contoh kalimat cerapan pancaindera dalam teks deskripsi.

Pengertian dan Contoh Kalimat Cerapan Pancaindra | Bahasa Indonesia Kelas VII (Revisi)
 www.ilmubindo.com

1. Pengertian Cerapan Pancaindra

Cerapan pancaindera (citraan atau pengimajian) merupakan gambar-gambar dalam pikiran, atau gambaran angan si penyair. Setiap gambar pikiran disebut citra atau imaji (image). Gambaran pikiran ini adalah sebuah efek dalam pikiran yang sangat menyerupai gambara yang dihasilkan oleh penangkapan kita terhadap sebuah objek yang dapat dilihat oleh mata (indra penglihatan). Citraan tidak membuat kesan baru dalam pikiran.

2. Contoh Cerapan Pancaindra

Berikut ini adalah beberapa contoh kalimat pancaindera yang terdapat dalam teks deskripsi. Adapun beberapa contoh kalimat cerapan pancaindra dalam teks deskripsi adalah sebagai berikut.

1) Cerapan pancaindra penglihatan (mata)
Contoh kalimat:
Suasana di desa begitu asri. Hijau lepas memandang, penuh daun dan pohon rindang. Burung biru melintas, ku tak tahu namanya tapi cantik. Di sini, warna-warni bunga dan kupu-kupu bukan hanya sekadar cerita dari buku saja.

2) Cerapan pancaindra penciuman (hidung)
Contoh kalimat:
Wangi rumput dan bunga bercampur jadi tak tentu baunya, tapi nyaman. Ini berbeda dengan wangi kapur barus atau pewangi ruangan di kota, yang hanya memiliki satu bau. Tak begitu harum memang, tapi menyegarkan.

3) Cerapan pancaindera pengecap (lidah)
Contoh Kalimat:
Tomat yang matang di ladang jatuh dari pohonnya. Begitu manis, tak sedikitpun masam terasa di seratnya. Berbeda dengan yang mentah, rasanya pahit dan getir di permukaan lidah.

4) Cerapan pancaindra pendengar (telinga)
Contoh kalimat:
Air sungai mengalir di sana. Gemercik suaranya menabah asri suasana. Burung kecil bernyanyi diiringi bunyi seruling petani. Aku tak hafal lagunya, tapi merdu.

5) Cerapan pancaindra peraba (kulit)
Contoh kalimat:
Aku terbaring di atas rumput, lembut rasanya seperti terbaring di atas bulu-bulu halus kemoceng. Angin berhembus meraba mukaku. Sejuk dan lembut kurasa.

3. Cerapan Pancaindra Teks Deskripsi

Teks deskripsi berisi kalimat yang seolah-olah dapat dilihat, di dengar, dan dirasakan.

1) Cerapan pancaindra penglihatan (mata)
  • Pantai panjang dengan pasir putih
  • Air jernih dengan buih-buih kecil
  • Bukit hijau menjadi latar pantai
  • Ayah berkumis tebal dan hitam
  • Ibu mempunyai tipe wajah bulat
 2) Cerapan pancaindra pendengar (telinga)
  • Debur ombak pantai terdengar berirama
  • Gemercik air jatuh dari atap
  • Kicau burung yang bertengger antara dahan pohon di bukit
  • Suara ayah terdengar berat dan menenangkan
  • Senangnya mendengarkan ibu saat menyanyi di dapur sambil masak
 3) Cerapan pancaindra perasaan 
  • Udara sangat terasa segar
  • Dinginnya air menyapu wajahku saat cuci muka
  • Sejuknya udara terasa ketika berteduh di bawah pohon
  • Hangatnya pelukan ayah saat melepasku pergi ke Bandung
  • Masakan ibu selalu enak dan gurih, apapun yang ia masak
4. Cerapan Pancaindra Puisi

Berikut ini adalah jenis-jenis citraan (imaji) dalam teks puisi. Adapun  beberapa jenis-jenis cerapan pancaindra dalam teks puisi adalah sebagai berikut.

1) Citraan penglihatan (visual imegery)

Citraan penglihatan adalah citraan yang ditimbulkan oleh indra penglihatan (mata). Citraan ini paling sering digunakan oleh penyair. Citraan penglihatan mampu memberi rangsangan kepada indra penglihatan sehingga hal-hal yang tidak terlihat menjadi seolah-olah terlihat.

Contoh:
Nanar aku gila sasar
Sayang berulang padamu jua
Engkau pelik menarik ingin
Serupa dara dibalik tirai
(Amir Hamzah, Padamu Jua)

2) Citraan pendengaran (auditory imagery)

Citraan pendengaran adalah citraan yang dihasilkan dengan menyebutkan atau menguraikan bunyi suara, misalhnya dengan munculnya diksi sunyi, tembang, dendang, dentum, dan sebagainya. Citraan pendengaran berhubungan dengan kesan dan gambaran yang diperoleh melalui indra pendengaran (teliga).

Contoh:
Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba
Meriak dalam dadaku memerdu lagu
Menarik menari seluruh aku
(Chairil Anwar, Sajak Putih)

3) Citraan perabaan (tactile imagery)

Citraan perabaan adalah citraan yang dirasakan oleh indra peraba (kulit). Pada saat membacakan atau mendengarkan larik-larik puisi, kita dapat menemukan diksi yang dapat dirasakan kulit, misalnya dingin, panas, lembut, kasar, dan sebagainya.

Contoh:
Kapuk randu, kapuk randu!
Selembut tudung cendawan
Kuncup-kuncup di hatiku
Pada mengembang bermerkahan
(WS Rendra, AdaTilgram Tiba Senja)

4) Citraan penciuman (olfactory)

Citraan penciuman adalah citraan yang berhubungan dengan kesan atau gambaran yang dihasilkan oleh indra penciuman. Citraan ini tampak saat kita membaca atau mendengar kata-kata tertentu, kita seperti mencium sesuatu.

Contoh:
Dua puluh tiga matahari
Bangkit dari pundakmu
Tubuhmu menguapkan bau tanah
(WS Rendra, Nyanyian Suto untuk Fatima)

5) Citraan pencecapan (gustatory)

Citraan pencecapan adalah citraan yang berhubungan dengan kesan atau gambaran yang dihasilkan oleh indra pencecap. Pembaca seolah-olah mencicipi sesuatu yang menimbulkan rasa tertentu, pahit, manis, asin, pedas, enak, nikmat, dan sebagainya.

Contoh: 
Dan kini ia lari kerna bini bau melati
Lezat ludahnya air kelapa
(WS Rendra, Ballada Kasan dan Patima)

6) Citraan gerak (kinaesthetic imagery)

Citraan gerak adalah gambaran tentang sesuatu yang seolah-olah dapat bergerak. Dapat juga gambaran gerak pada umumnya.

Contoh:
Pohon-pohon cemara di kaki gunung
Pohon-pohon cemara
Menyerbu kampung-kampung
Bulan di atasnya
Menceburkan dirinya ke kolam
Membasuh luka-lukanya
(Abdulhadi, Sarangan)

Demikianlah yang dapat admin bagikan tentang pengertian dan contoh kalimat cerapan pancaindera dalam teks deskripsi. Semoga apa yang admin bagikan ini bermanfaat buat kemajuan belajar anak didik dalam memahami pengertian dan contoh kalimat cerapan pancaindera dalam teks deskripsi. Selamat belajar dan semoga bermanfaat. Terima kasih.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Pengertian dan Contoh Kalimat Cerapan Pancaindra | Bahasa Indonesia Kelas VII (Revisi)

Beranda / Google.com / Google.co.id / Blogger.com /