Bahasa Indonesia SMP/SMA Kurikulum 2013

Contoh Soal Menyimpulkan Isi Tersirat dalam Teks Sastra (Tema, Sebab Konflik, Akibat Konflik, Amanat, Latar, Nilai)



ilmubindo.com | Pada kesempatan kali ini admin akan membagikan contoh soal USBN bahasa Indonesia kelas 9 dengan indikator soal menyimpulkan isi tersirat dalam teks sastra (tema, sebab konflik, akibat konflik, amanat, latar, dan nilai). Semoga apa yang admin bagikan ini dapat membantu anak didik dalam mencari referensi tentang contoh soal USBN bahasa Indonesia kelas 9 dengan indikator soal menyimpulkan isi tersirat dalam teks sastra (tema, sebab konflik, akibat konflik, amanat, latar, dan nilai). Harapannya contoh soal yang admin bagikan ini dapat memberikan dampak positif yang baik bagi perkembangan belajar anak didik dalam memahami dan mengerjakan contoh soal USBN bahasa Indonesia kelas 9 dengan indikator soal menyimpulkan isi tersirat dalam teks sastra (tema, sebab konflik, akibat konflik, amanat, latar, dan nilai).

Contoh Soal Menyimpulkan Isi Tersirat dalam Teks Sastra (Tema, Sebab Konflik, Akibat Konflik, Amanat, Latar, Nilai)
www.ilmubindo.com

Bacalah kutipan drama berikut untuk menjawab soal nomor 1-3!
Candra " "Andaikata keadaan rumahku tidak seperti ini, tentu aku tidak akan mendapat masalah."
Rusdi : "Ada apa Can? Katakanlah, mungkin aku dapat membantumu! Ayolah, bicara saja!"
Candra : "Begini Rus! Aku belum membayar buku karena orang tuaku belum mempunyai uang untuk melunasi. Padahal, aku sudah berjanji hari ini aku akan melunasi."
Rusdi : "Begini... kita harus berani! Nanti kita berdua menghadap kepala sekolah setelah pelajaran selesai, kemudian kita mengatakan sejujurnya tentang keadaanmu. Bagaimana?"
Candra : "Ya itu ide baik sekali. Terima kasih, Rus."

1. Sifat tokoh Rusdi dalam teks drama tersebut adalah ....
A. penyayang
B. lembut
C. tegas
D. penolong

Jawaban: D

2. Latar tempat pada teks drama tersebut adalah ....
A. di rumah
B. di kelas
C. di lapangan
D. di jalan

Jawaban: A

3. Tokoh utama dalam drama di atas adalah ....
A. Candra
B. Rusdi
C. Orang tua
D. Kepala sekolah

Jawaban: A

Kutipan teks fabel berikut untuk soal nomor 4 dan 5!
Suatu hari di sebuah lembah, monyet bertemu dengan burung yang sedang mencari biji-bijian. "Hai burung Pipit, kau sedang mencari biji-bijian lagi yah? Pantas saja kau tidak bertambah besar, yang kau makan bijinya, bukan buahnya", ejek Monyet. Burung Pipit hanya diam dan terus mengumpulkan biji-biji apel yang dibuang oleh Monyet.

Suatu hari, hujan turun dengan deras selama berhari-hari. Lembah itu pun tertutup oleh air. Lembah itupun tertutup oleh air. Semua hewan mengungsi ke tempat yang lebih tinggi di atas bukit. Mereka kedinginan dan kelaparan. Ketika hujan berhenti, mereka turun kembali ke lembah untuk mencari makanan. Tetapi, semua pohon telah tumbang tersapu air hujan. Tidak ada lagi buah-buahan untuk dimakan. Saat berjalan menyusuri lembah untuk mencari makan, monyet bertemu lagi dengan burung Pipit.

Burung Pipit iba dengan kondisi Monyet. Burung Pipit mengajak Monyet ke atas bukit. Betapa terkejutnya Monyet, melihat bukit yang penuh buah-buahan. Ternyata burung Pipitlah yang menanam pohon buah-buahan itu. Itulah sebabnya kenapa Burung Pipit selalu mengumpulkan biji buah-buahan yang dibuang.

4. Sifat tokoh Burung Pipit dalam cerita tersebut adalah ....
A. rajin tetapi sombong
B. rajin dan suka menolong
C. baik hati dan pemalu
D. suka menolong dan disiplin

Jawaban: B

5. Latar tempat dalam cerita tersebut adalah ....
A. pengunungan
B. pedesaan
C. perkotaan
D. pantai

Jawaban: A

6. Bacalah kutipan cerpen berikut!
Nalea tersenyum. Sebenarnya, lelaki itu sudah lama ingin bercerita, bahwa ia bukan ayahnya. Dahulu ketika sedang memulung barang bekas, ia melihat seorang wanita turun dari mobil, meletakkan kardus di bawah sudut jembatan layang, kemudian kembali ke mobil dan pergi. Ketika didekati, didapatinya di dalam kardus itu seorang bayi. Saat itulah, lelaki itu merasa iba, lalu merawatnya. Ia memberi nama Nalea, nama yang ditemukannya dalam sebuah cerita pendek di koran lama. Nalea kemudian tumbuh dalam tumpukkan sampah, terkadang lelaki itu heran bagaimana bayi itu bisa bertahan hidup.

Nilai moral yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah ....
A. menolong dengan ikhlas orang yang membutuhkan
B. menolong dengan ikhlas makhluk yang lemah
C. mengorbankan hidup untuk sesamanya
D. mengorbankan hidup untuk orang tua

Jawaban: B

7. Perhatikan kutipan cerita berikut!
Dan saat ia memandang ke langit, ia melihat sesuatu yang sangat indah. Kupu-kupu dengan sayap warna-warni terbang di atas tupai itu, kemudian menyapanya "Halo teman, masih ingatkah kau padaku?"
Tupai itu hanya tergum-kagum dengan keindahan kupu-kupu, "Siapa kau, hei, kupu-kupu cantik?"
"Aku adalah ulat bulu jelek yang dulu di atas pohon ini bersamamu",
Tupai terkejut, "Bagaimana mungkin?"
"Aku memiliki masa yang disebut metamorfosis, dan setelah itu aku akan berubah menjadi kupu-kupu. Setiap ulat bulu akan berubah seperti aku". Tupai terheran-heran, kemudian menyesal telah mengejek ulat bulu. Kemudian tupai meinta maaf akan kesalahannya dulu, dan ia tidak lagi suka mengejek orang lain.

Makna tersirat dari kutipan cerita tersebut adalah ....
A. Mintalah maaf kalau melakukan kesalahan
B. Bertemanlah tanpa membeda-bedakan
C. Kagumilah segala keindahan makhluk Tuhan
D. Jangan suka mengejek segala ciptaan Tuhan

Jawaban: D

8. Bacalah teks cerita pendek berikut!
Disebut-sebut, kemampuan turun-temurun Banun ini tak hanya ampuh mengobati patah-tulang orang-orang tani, tapi juga bisa mempertautkan kembali lutut kuda yang retak, akibat bendi yang dihelanya terguling lantaran sarat muatan. Kedua, Banun dukun beranak yang kendalanya lebih dipercayai ketimbang bidan desa yang belum apa-apa sudah angkat tangan, lalu menyarankan pasien buntingnya bersalin di rumah sakit kabupaten. Sedemikian mumpuninya kemampuan Banun kedua ini, bidan desa merasa lebih banyak menimba pengalaman dari dukun itu ketimbang dari buku-buku semasa di akademi.

Simpulan karakter tokoh Banun dalam kutipan cerita pendek di atas adalah ....
A. Orang yang tak punya kecakapan apa-apa
B. Orang yang punya kecakapan, tetapi tak mau berbagi
C. Orang yang tidak mempunyai kecakapan tetapi mau berbagi
D. Orang dengan kecakapan yang diakui

Jawaban: D

9. Cermatilah cerpen berikut!
(1) Semula ia hanya dipanggil Banun. (2) Namun, lantaran sifat kikirnya dari tahun ke tahun semakin mengakar, seseorang menambahkan kata "kikir" di belakang nama ringkas itu, hingga ia ternobat sebagai Banun kikir. (3) Konon, hingga kini, belum ada yang sanggup menumbangkan rekor kekikiran Banun. (4) Kekikiran karena memperjuangkan hidup. Kehidupan untuk diri sendiri dan anaknya karena sudah ditinggal suaminya.

Simpulan bahwa tokoh Banun memunyai sifat kikir yang berlebihan terlihat pada kalimat nomor ....
A. (1)
B. (2)
C. (3)
D. (4)

Jawaban: C

10. Bacalah cerpen berikut!
Selesai belajar, dia menyuruh saya pulang karena hendak pergi mencari jangkrik. Saya langsung ingin menyatakan ingin ikut, tapi dia keberatan. Ayah dan ibunya pun melarang. Saya memang sering mendengar anak-anak beramai-ramai berangkat ke sawah untuk mencari jangkrik. Jangkrik-jangkrik yang diperoleh nantinya dapat dijual atau hanya sebagai koleksi, ditempatkan di sebuah kotak, lalu sesekali digelitik dengan lidi atau sehelai ijuk agar berteriak lantang. Dari apa yang saya dengar itu, proses mencarinya sangat mengasyikan. Sayang, Ayah tidak pernah membolehkan saya. Namun, malam itu saya nekat dan sahabat saya itu akhirnya tidak kuasa menolak.

Simpulan karakter tokoh saya dalam kutipan cerpen tersebut adalah ....
A. orang yang tak tahu diri
B. orang yang ingin menang sendiri
C. orang yang memunyai kemauan yang kuat
D. orang yang tidak memunyai kemauan

Jawaban: C

11. Bacalah cerpen berikut!
(1)Dua-tiga hari pertama, Mak Inang cukup senang berada di rumah berdinding batu setengah triplek milik Jamal. (2) Rasa senangnya itu bersumber dari cucu bujangnya yang masih merah itu. (3) Walau, sesungguhnya Mak Inang terkaget-kaget saat Kurti mengantarnya ke rumah Jamal. (4) Dalam benaknya yang mulai ringkih, Jamal berada di rumah-rumah beton yang diceritakan Mak Sangkut, bukan di rumah kecil sepengap ini.
Simpulan bahwa harapan tokoh Mak Inang tidak sesuai dengan kenyataan terdapat pada kalimat ....
A. (1)
B. (4)
B. (2)
C. (3)

Jawaban: B

12. Bacalah kutipan teks laporan berikut!
Kehilangan es multitahun ini merupakan masalah kronis di Arktik. Sebab, es di sini membentuk pusat es tahun depan dan merupakan habitat paus, singa laut, dan burung. "Juga berperan mengurangi jumlah panas yang ditampung laut saat musim panas," kata Moon. Jika hanya ada sedikit es yang mengapung di permukaan Arktik, laut berwarna gelap akan menyerap lebih banyak energi matahari.

Simpulan isi teks di atas adalah ....
A. Es berperan mengurangi panas yang ditampung laut musim panas.
B. Es di Arktik merupakan habitat paus, singa laut, dan burung.
C. Kehilangan es merupakan masalah kronis Arktik
D. Sedikit es mengapung membuat laut lebih banyak menyerap energi matahari.

Jawaban: C

13. Cermatilah cerpen berikut!
(1) Semula ia hanya dipanggil Banun. (2) Namun, lantaran sifat kikirnya dari tahun ke tahun semakin mengakar, seseorang menambahkan kata "kikir" di belakang nama ringkas itu, hingga ia ternobat sebagai Banun kikir. (3) Konon, hingga kini, belum ada yang sanggup menumbangkan rekor kekikiran Banun. (4) Kekikiran karena memperjuangkan hidup. Kehidupan untuk diri sendiri dan anaknya karena sudah ditinggal suaminya.

Simpulan bahwa tokoh Banun memunyai sifat kikir yang berlebihan terlihat pada kalimat nomor ....
A. (1)
B. (2)
C. (3)
D. (4)

Jawaban: C

14. Bacalah cerpen berikut!
Selesai belajar, dia menyuruh saya pulang karena hendak pergi mencari jangkrik. Saya langsung ingin menyatakan ingin ikut, tapi dia keberatan. Ayah dan ibunya pun melarang. Saya memang sering mendengar anak-anak beramai-ramai berangkat ke sawah untuk mencari jangkrik. Jangkrik-jangkrik yang diperoleh nantinya dapat dijual atau hanya sebagai koleksi, ditempatkan di sebuah kotak, lalu sesekali digelitik dengan lidi atau sehelai ijuk agar berteriak lantang. Dari apa yang saya dengar itu, proses mencarinya sangat mengasyikan. Sayang, Ayah tidak pernah membolehkan saya. Namun, malam itu saya nekat dan sahabat saya itu akhirnya tidak kuasa menolak.

Simpulan karakter tokoh saya dalam kutipan cerpen tersebut adalah ....
A. orang yang tak tahu diri.
B. orang yang ingin menang sendiri.
C. orang yang tidak memunyai kemauan.
D. orang yang mempunyai kemauan yang kuat

Jawaban: D

15. Bacalah cerpen berikut!
(1) Dua-tiga hari pertama, Mak Inang cukup senang berada di rumah berdinding batu setengah triplek milik Jamal. (2) Rasa senangnya itu bersumber dari cucu bujangnya yang masih merah itu. (3) Walau, sesungguhnya Mak Inang terkaget-kaget saat Kurti mengantarnya ke rumah Jamal. (4) Dalam benaknya yang mulai ringkih, Jamal berada di rumah-rumah beton yang diceritakan Mak Sangkut, bukan di rumah kecil sepengap ini.

Simpulan bahwa harapan tokoh Mak Inang tidak sesuai dengan kenyataan terdapat pada kalimat ....
A. (1)
B. (2)
C. (3)
D. (4)

Jawaban: D

Demikianlah yang dapat admin bagikan tentang contoh soal USBN bahasa Indonesia kelas 9 dengan indikator soal menyimpulkan isi tersirat dalam teks sastra (tema, sebab konflik, akibat konflik, amanat, latar, dan nilai). Semoga apa yang admin bagikan ini dapat membantu anak didik dalam memahami contoh soal USBN bahasa Indonesia kelas 9 dengan indikator soal menyimpulkan isi tersirat dalam teks sastra (tema, sebab konflik, akibat konflik, amanat, latar, dan nilai). Semoga bermanfaat dan terima kasih.

BUKA SOAL

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Contoh Soal Menyimpulkan Isi Tersirat dalam Teks Sastra (Tema, Sebab Konflik, Akibat Konflik, Amanat, Latar, Nilai)

Beranda / Google.com / Google.co.id / Blogger.com /