Bahasa Indonesia SMP/SMA Kurikulum 2013

Langkah-Langkah Menyajikan Teks Persuasi secara Tulis dan Lisan



ilmubindo.com | Pada kesempatan kali ini admin akan membagikan langkah-langkah menyajikan teks persuasi secara tulis dan lisan dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Semoga apa yang admin bagikan kali ini dapat membantu anak didik dalam mencari referensi tentang langkah-langkah menyajikan teks persuasi secara tulis dan lisan dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Dan harapannya, apa yang admin bagikan kali ini dapat memberikan dampak positif yang baik bagi perkembangan dan kemajuan belajar anak didik dalam memahami langkah-langkah menyajikan teks persuasi secara tulis dan lisan dalam pembelajaran bahasa Indonesia.

Langkah-Langkah Menyajikan Teks Persuasi secara Tulis dan Lisan
www.ilmubindo.com

Di bawah ini adalah beberapa langkah-langkah menyajikan teks persuasi secara tulis dan lisan dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Adapun langkah-langkah dalam menyajikan teks persuasif tersebut adalah sebagai berikut.
  1. Tentukan topik yang akan dibuat teks persuasif
  2. Tentukan tujuan yang akan dicapai melalui teks persuasi tersebut
  3. Sampaikan tesis atau pendapat yang berhubungan dengan topik
  4. Identifikasi alasan berupa fakta-fakta untuk menguatkan tesis yang disampaikan
  5. Rumuskan kalimat ajakan
  6. Buatlah kerangka teks persuasi
  7. Kembangkan kerangka menjadi teks persuasi
  8. Jika teks disampaikan secara lisan, ungkapkan gagasan kalian secara tegas dan lugas dengan memberikan penekanan atau intonasi pada kata-kata tertentu berkaitan dengan tujuan teks
Di bawah ini adalah beberapa contoh teks diskusi dalam pembelajaran bahasa Indonesia kelas 8 semester 2 revisi. Semoga dengan adanya contoh teks persuasif ini dapat membantu anak didik dalam memahami berbagai macam contoh teks persuasif. Adapun contoh teks persuasif tersebut adalah sebagai berikut.

Contoh Teks Persuasif 1

Beretika di Media Sosial

Perkembangan teknologi berupa internet memudahkan manusia untuk mengakses segala informasi da terhubung dengan banyak orang di seluruh dunia. Kemudahan tersebut sangat dirasakan menfaatnya, terutama bagi pengguna media sosial. Dengan media sosial, seseorang dapat berkomunikasi jarak jauh dengan orang lain yang berada diseluruh belahan dunia. Pengguna media sosial dapat menjalin hubungan sosial tanpa harus bertatap muka secara langsung. Dengan demikian, pergaulan akan semakin luas. Itulah keunggulan dan keuntungan memanfaatkan media sosial.

 Di samping memberikan keuntungan dan kemudahan, media sosial juga mempunyai dampak buruk. Interaksi sosial tanpa bertatap muka seperti yang terjadi pada media sosial dapat menimbulkan kesalahpahaman. Bahasa tulis yang digunakan untuk menyampaikan pesan tidak disertai dengan pelafalan, penekanan, dan ekspresi tertentu sehingga para pengguna akan menyimpulkan hal-hal yang berbeda. Selain itu, kondisi tidak bertatap muka ini juga membuat pengguna media sosial tak acuh terhadap etika.

Salah satu kasus yang banyak diperkarakan sampai ranah hukum adalah penggunaan media sosial. Hal ini biasanya berkaitan dengan penyebaran konten negatif atau pelanggaran hak asasi manusia oleh pengguna media sosial. Tidak jarang pengguna media sosial menggunakan kata-kata yang kasar dan tidak sopan untuk menjatuhkan atau memengaruhi pihak lain. Misalnya, karena merasa sakit hati dengan pihak tertentu, seorang pengguna mengungkapkan kekesalannya di media sosial dengan menjelek-jelekkan nama seseorang. Pengguna media sosial tersebut akan dituduh melakukan pencemaran nama baik pihak yang bersangkutan. Hal tersebut menunjukkan bahwa "perang" media sosial menyebabkan para penggunanya terjerat hukum. Hal ini telah diatur dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Sungguh tidak pantas, jika sebagai orang yang beragama dan terpelajar dengan mudah merendahkan orang lain. Tentu kita tidak mau mendapat masalah di kemudian hari karena ketidakhati-hatian dalam menggunakan media sosial. Tidak sedikit pelajaran yang dapat kita ambil dari para pengguna media sosial yang harus berurusan dengan hukum karena salah memanfaatkan media sosial. Oleh karena itu, bersikaplah bijak dalam menanggapi suatu hal di media sosial. Tetaplah beretika, apa pun media yang kita gunakan untuk berkomunikasi.

Contoh Teks Persuasif 2

Kedisiplinan di Sekolah

Seperti yang kita tahu bahwa disiplin adalah taat, patuh, dan ikut terhadap peraturan yang ada. Kedisiplinan bertujuan membuat semua hal menjadi teratur. Salah satu penerapan sikap disiplin dapat kita temui dalam kehidupan sehari-hari, misalnya di sekolah. Kedisiplinan di sekolah merupakan sesuatu yang sangat penting karena merupakan salah satu kunci menuju kesuksesan.

Setiap sekolah mempunyai peraturan. Peraturan sekolah bertujuan membina siswa agar berdisiplin, berakhlak mulia, adil, rasional, dan bertimbang rasa. Kedisiplinan di sekolah merupakan usaha yang dilakukan pihak sekolah untuk memelihara perilaku siswa agar tidak menyimpang dan dapat mendorong siswa untuk berperilaku sesuai dengan norma, peraturan, dan tata tertib yang berlaku. Jika ada pelanggaran, maka akan diberlakukan sangsi. Dengan demikian, kedisiplinan dapat diwujudkan suasana sekolah yang harmonis dan teratur.

Kedisiplinan tidak bisa lepas dari persoalan perilaku negatif siswa. Pelanggaran terhadap berbagai aturan dan tata tertib sekolah masing sering ditemukan, mulai dari membolos, berkelahi, menyontek, mencuri, dan bentuk-bentuk penyimpangan perilaku lainnya. Perilaku penyimpangan tersebut yang bertanggung jawab dan mendidik dari pihak sekolah. Pemberian sangsi bagi siswa pelanggar tidak semata-mata dapat membuat siswa jera, tetapu juga menumbuhkan tanggung jawab bagi dirinya sendiri. Di sinilah arti penting dari kedisiplinan.

Kedisiplinan yang terpelihara akan membawa dampak positif bagi pihak yang menjalankannya. Dengan disiplin, siswa dapat belajar dengan baik dan teratur untuk mencapai prestasi. Sekolah pun akan merasa bangga memiliki siswa-siswa yang berprestasi. Lain halnya dengan siswa-siswa tersebut akan merusak nama baik sekolah dengan perilaku mereka yang tidak disiplin. Dengan demikian, kedisiplinan dapat membiasakan siswa untuk selalu berperilaku positif dan pandai menyesuaikan diri dengan tuntutan di lingkungannya.

Begitu pentingnya disiplin di sekolah, marilah kita dukung peraturan sekolah. Marilah kita memulai dari diri sendiri untuk bersikap disiplin agar tercipta sekolah yang tertib dan nyaman untuk belajar. Dengan demikian, kita dapat menuai hasil yang positif dari kedisiplinan yang telah kita lakukan.

Contoh Teks Persuasif  3

Kejujuran dalam Pertemanan

Jujur merupakan sifat terpuji. Jujur adalah berkata terus terang tanpa menambah atau mengurangi perkataan tersebut. Selaku umat beragama, kita harus selalu berkata jujur kepada siapa pun, baik kepada orang tua, saudara, guru, maupun teman. Kejujuran setiap orang tidak bisa dinilai jika tidak ada bukti yang jelas. Meskipun seseorang mengaku dirinya jujur, belum dapat dipastikan jika tidak ada satu hal yang membuktikan kejujuran tersebut.

Dalam pergaulan, bersikap jujur antarsesama teman sangat diperlukan. Menjalin sebuah pertemanan harus didasari dengan kejujuran agar tidak ada percekcokan atau kesalahpahaman di kemudian hari. Jalinan pertemanan pun akan menjadi lebih baik dan selalu bahagia karena tidak ada sesuatu hal yang ditutup-tutupi. Jika kamu merasa tidak enak hati terhadap sikap atau perbuatan temanmu, lebih baik katakanlah sengan sejujur-jujurnya. Sampaikan perasaannmu dengan cara yang halus dan lembut agar tidak menyinggung perasaan temanmu.

Jika kamu bersikap jujur, maka kamu akan disayangi, dihormati, dan dihargai oleh teman-temanmu. Kamu juga akan mendapat kepercayaan dari teman-temanmu. Kejujuran juga dapat mempererat ikatan pertemanan dengan teman-temanmu. Dengan kejujuran, hidup terasa nyaman dan tentram. Kebiasaan bersikap jujur akan membuatmu takut berbohong. Hal tersebut baik karena sekali kita berbohong. Kebohongan tersebut akan terus berlanjut untuk menutupi kebohongan-kebohongan lain.

Kejujuran menjadi tiang penyangga hubungan pertemanan. Dengan bersikap jujur, pertemanan akan menjadi awet dan harmonis. Jagalah pertemanan dengan selalu bersikap jujur. Peliharalah sikap jujur pada dirimu dan teman-temanmu agar hubungan pertemanan tetap terjaga hingga usiamu sudah tidak lagi muda.

Demikianlah yang dapat admin bagikan tentang langkah-langkah menyajikan teks persuasi secara tulis dan lisan dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Semoga apa yang admin bagikan kali ini dapat memberikan dampak positif yang baik bagi perkembangan dan kemajuan belajar anak didik dalam memahami langkah-langkah menyajikan teks persuasi secara tulis dan lisan dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Kiranya bermanfaat dan terima kasih.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Langkah-Langkah Menyajikan Teks Persuasi secara Tulis dan Lisan

Beranda / Google.com / Google.co.id / Blogger.com /