Bahasa Indonesia SMP/SMA Kurikulum 2013

Langkah-Langkah Pementasan dan Penyajian Teks Drama Modern dan Drama Tradisional



ilmubindo.com | Pada kesempatan kali ini admin akan membagikan langkah-langkah pementasan dan penyajian teks drama modern dan drama tradisional dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Harapannya, apa yang admin bagikan kali ini dapat membantu anak didik dalam mencari referensi tentang langkah-langkah pementasan dan penyajian teks drama modern dan drama tradisional dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Semoga apa yang admin bagikan kali ini dapat memberikan dampak positif yang baik bagi perkembangan dan kemajuan belajar anak didik dalam memahami tentang langkah-langkah pementasan dan penyajian teks drama modern dan drama tradisional dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Untuk lebih jelasnya silakan kalian simak penjelasannya di bawah ini.

Langkah-Langkah Pementasan dan Penyajian Teks Drama Modern dan Drama Tradisional
www.ilmubindo.com

A. Langkah-Langkah Pementasan Drama

Berikut ini adalah beberapa langkah-langkah yang bisa kalian tempuh dalam melakukan pementasan drama modern dan drama tradisional. Adapun langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut.

1. Kenalilah Unsur-Unsur Pementasan Drama

Unsur-unsur dalam drama meliputi alur, tokoh, dialog, latar, tema, dna amanat. Dalam versi pementasan, ada unsur tambahan yaitu kostum, panggung, musik, dan sejenisnya. Siapkanlah hal-hal yang berkaitan dengan unsur-unsur tersebut dengan baik sebelum pementasan.

2. Menentukan Unsur Drama yang Dianggap Menonjol

Dari sekian unsur-unsur drama, tentu terdapat unsur yang paling menarik atau istimewa. Menarik atau tidaknya pementasan drama yang bergantung unsur yang istimewa itu. Oleh karena itu, unsur tersebut harus disiapkan dengan sungguh-sungguh sebagai contoh, dalam drama "Trio Legendaris, unsur yang paling menonjol adalah dialog dan alur yang merujuk pada aksi pertolongan sahabat.

3. Menjiwai Watak Tokoh dalam Pementasan Drama

Ketika sudah menghafal dialog tokoh, bukan berarti tugas kita selesai. Kita juga harus menjiwai wataknya. Jika tidak, tokoh yang kita perankan akan terasa datar, hambar, dan tidak menarik. Untuk itu, kita harus mengenal betul watak tokoh yang akan kita perankan. Watak tokoh ini dapat dilihat dari dialog serta gerak-geriknya. Siapkanlah hal-hal yang menunjang untuk menguatkan watak tersebut. Sebagai contoh, watak tokoh Satrio dalam drama "Trio Legendaris" yang agak sombong dapat didukung dengan ekspresi angkuh dan senyuman meremehkan. Penjiwaan yang baik akan menghidupkan karakter dan tentu akan menghindupkan karakter dan tentu akan menjadi drama menarik.

4. Membagi Peran Sesuai dengan Keahlian

Bagian inilah yang terpenting sebelum pementasan, yaitu membagi peran. Perlu diperhatikan bahwa peran yang dimaksud bukan hanya peran di atas panggung. Peran dalam drama mencakup semua orang yang terlibat, termasuk orang-orang di belakang panggung. Peran yang tepat akan mendukung kesuksesan pementasan.

B. Langkah-Langkah Penyajian Teks Drama

Drama dapat disajikan melalui naskah (teks) dan pementasan. Berikut adalah beberapa langkah penyajikan drama.

1. Ciptakanlah Tokoh Utama

Inti drama adalah dialog dan dialog diucapkan oleh tokoh. Tokoh yang menjadi pusat cerita adalah tokoh utama. Oleh karena itu, langkah pertama adalah menentukan tokoh utama. Tentukanlah nama, watak, dan gaya bicaranya. Dengan begitu, kalian telah menentukan inti yang menjadi "nyawa" drama kalian tentunya. Sebagai contoh dalam drama "Trio Legendaris", tokoh utamanya bernama Satrio. Watak Satrio agak terlalu percaya diri dan sombong.

2. Ciptakanlah Konflik yang Menjadi Inti Cerita

Tiap cerita digerakkan oleh konflik, termasuk drama. Oleh karena itu, setelah tokoh utama ada, langkah selanjutnya adalah menentukan konflik utama yang terjadi pada tokoh utama tersebut. Sebagai contoh, konflik yang terjadi pada Satrio adalah diadang oleh siswa SMA yang ingin balas dendam.

3. Ciptakanlah Latar yang Mendukung

Latar yang mendukung akan menghidupkan cerita. Namun, perlu diperhatikan bahwa latar yang kita ciptakan haruslah memungkinkan untuk diwujudkan dalam panggung. Sebagai contoh, sangat sulit menyajikan latar kejar-kejaran mobil dalam panggung. Oleh karena itu, kita harus memahami benar keterbatasan panggung.

4. Susunlah Alur

Setelah tokoh, latar, dan konflik terbentuk. Susunlah alur yang menyatukan ketiganya. Susunlah alur dengan logis. Tempatkanlah peristiwa yang satu dengan peristiwa yang secara cermat. Jangan sampai ada lubang di dalam alur cerita yang akan membuat semuanya tidak masuk akal.

5. Buatlah Kerangka

Peristiwa apa sajakah yang akan terjadi? Inilah yang harus kita susun kerangkanya hingga cerita selesai. Sebagai contoh, kerangka adegan dalam drama "Trio Legendaris" adalah sebagai berikut.
  • Satrio pulang dari ekskul sepakbola dengan bersepeda
  • Satrio diadang tiga anak SMA
  • Anak SMA itu ingin balas dendam atas kekalahan adiknya
  • Anak SMA itu menantang duel sepakbola
  • Satrio dengan percaya diri menghadapi anak SMA tersebut
  • Satrio dipermainkan anak-anak SMA
  • Arya dan Danu datang membantu
6. Kembangkanlah Kerangka Menjadi Naskah Drama yang Utuh

Berdasarkan kerangka yang sudah dibuat, kita dapat dengan mudah menyusun naskah drama. Tambahkan penjelasan latar, kata-kata narator, nama tokoh, dan petunjuk lakuan. Naskah drama kalian sudah jadi. Namun, jangan lupa untuk membacanya lagi. Pastikan, tidak ada bagian yang terasa aneh. Kalian juga dapat memintan bantuan orang lain membacanya untuk memberi masukan.

Demikianlah yang dapat admin bagikan tentang langkah-langkah pementasan dan penyajian teks drama modern dan drama tradisional. Semoga apa yang admin bagikan kali ini dapat bermanfaat buat anak didik khususnya dalan pementasan dan penyajian sebuah teks drama. Kiranya bermanfaat dan terima kasih.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Langkah-Langkah Pementasan dan Penyajian Teks Drama Modern dan Drama Tradisional

Beranda / Google.com / Google.co.id / Blogger.com /