Bahasa Indonesia SMP/SMA Kurikulum 2013

8+ Pola Pengembangan Teks Eksposisi Dilengkapi Contoh Teks (Mengklasifikasi Teks)



Daftar Isi [Tampil]
ilmubindo.com | Pada kesempatan kali ini admin akan membagikan pola pengembangan teks eksposisi dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Harapannya, apa yang admin bagikan kali ini dapat membantu anak didik dalam mencari referensi tentang pola pengembangan teks eksposisi dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Dan semoga apa yang admin bagikan kali ini dapat memberikan dampak positif yang baik bagi perkembangan dan kemajuan belajar anak didik dalam memahami pola pengembangan teks eksposisi dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Adapun pola pengembangan teks eksposisi tersebut adalah sebagai berikut.

8+ Pola Pengembangan Teks Eksposisi Dilengkapi Contoh Teks (Mengklasifikasi Teks)
www.ilmubindo.com

1. Pola umum - khusus (deduktif)

Dalam pola ini, ide pokok ditetapkan pada awal paragraf yang kemudian diikuti oleh ide-ide penjelas. Pola ini lazim disebut sebagai deduktif. Ide-ide penjelas. Pola ini lazim disebut sebagai deduktif. Ide-ide penjelas merupakan perincian dari ide umum yang dikemukakan sebelumnya. 

Contoh:
Demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi ancaman di seluruh belahan dunia. Asia menempati urutan pertama dalam jumlah korban tiap tahun. Hal ini mungkin dipengaruhi oleh curah hujan yang sangat tinggi terutama di daerah Asia Timur dan Asia Selatan. Jumlah penderitanya setiap tahun selalu mengalami peningkatan dan 95% penderitanya adalah anak-anak di bawah umur 15 tahun.

2. Pola khusus - umum (induktif)

Pola ini disusun berdasarkan logika induktif, yaitu hal-hal bersifat khusus, diikuti oleh ide pokok. Dengan demikian, kalimat terakhir dalam paragraf jenis ini berfungsi sebagai kesimpulan atau rangkuman dari uraian-uraian yang dikemukakan sebelumnya.

Contoh:
Kehadiran internet di sekolah menambah pengetahuan dan wawasan para siswa. Bagi guru-guru pun demikian.Materi penyampaian mereka menjadi lebih kaya dan lebih aktual. Lalu, bagi sekolah, sekolah menjadi lebih terkenal hingga mampu berkomunikasi dan menjalin kerja sama dengan sekolah-sekolah lain. Dengan demikian, nyatalah bahwa kehadiran internet di sekolah membawa dampak positif.

3. Pola pengembangan proses

Proses merupakan suatu urutan dari tindakan atau perbuatan untuk menciptakan atau menghasilkan sesuatu. Bisa juga dikatakan sebagai urutan dari suatu kejadian atau peristiwa. Untuk menyusun sebuah proses, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut.
  1. Ketahui prosesnya secara menyeluruh
  2. Bagilah proses tersebut menurut tahap-tahap kejadiannya
  3. Jelaskan tiap-tiap tahapan itu ke dalam perincian yang tegas sehingga pembaca dapat mengerti seluruh proses itu dengan jelas.
Contoh:
Sebelum tahun 1995, desainer busana muslim dengan label "Ranti" ini tinggal di kawasan Rawamangun. Sebenarnya, ia sudah memendam keinginan untuk bisa tinggal dekat dengan workshop "Ranti". Cita-cita ini tercapai setelah kini, ia tinggal di kawasan Cijantung, Jakarta Timur. "Saya pernah melihat-lihat ke lokasi ini (yang sekarang menjadi kediaman Yessi sekeluarga) dan berandai-andai jika tanah ini dijual, saya mau beli", kenangnya. Enam bulan kemudian, Yessi melihat iklan penjualan tanah di sebuah koran.

4. Pola pengembangan sebab-akibat

Pengembangan paragraf dapat pula dinyatakan dalam sebab-akibat. Dalam hal ini, sebab bisa bertindak sebagai gagasan utama, sedangkan akibat sebagai perincian pengembangan. Urutan tersebut dapat juga dibalik: akibat dijadikan gagasan utama, sedangkan sebab menjadi perinciannya.

Persoalan sebab akibat sebenarnya sangat dekat hubungan dengan proses. Jika disusun untuk mencari hubungan antara bagian-bagiannya proses itu disebut "proses kausal".

Contoh:
Kebakaran hutan, praktik penebangan kayu ilegal, dan perburuan ilegal telah menyebabkan kijang emas (Muntiacus atherodes) semakin langka, bahkan sudah tidak bisa dijumpai lagi. Kijang emas yang merupakan satwa endemik Kalimantan Selatan yang dilindungi itu, tercatat terlihat terakhir kali pada tahun 1998.

5. Pola pengembangan ilustrasi

Sebuah gagasan yang terlalu umum memerlukan ilustrasi-ilustrasi konkret. Dalam karangan eksposisi, ilustrasi tersebut tidak berfungsi membuktikan suatu pendapat, tetapi sekadar untuk menjelaskan maksud penulis.

Contoh:
Satu-satunya bidang pembangunan yang tidak mengalami imbas krisis ekonomi adalah sektor-sektor di bidang pertanian. Misalnya, sektor perikanan masih meningkat cukup mengesankan, yaitu 6,65 persen; demikian pula sektor pertanian yang meningkat 6,46 persen. Walaupun terkena kebakaran sepanjang tahun, sektor kehutanan masih tumbuh 2,95 persen. Secara umum, kontribusi dari sektor-sektor pertanian terhadap produk domestik bruto (PDB) meningkat dari 18,07 persen menjadi 18,04 persen, padahal selama 30 tahun terakhir, pangsa sektor pertanian merosot dari tahun ke tahun.

6. Pola perbandingan

Untuk memperjelas suatu benda, keadaan, atau konsep, dapat dilakukan perbandingan. Benda, keadaan, atau konsep tersebut dicari perbedaan ataupun persamaanya berdasarkan aspek tertentu. Dengan cara demikian, pemahaman pembaca tentang hal yang dijelaskan itu menjadi jelas terlihat.

Contoh:
Di kehidupan remaja masa sekarang, sudah banyak perbedaan dengan kehidupan remaja pada akhir periode 90-an. Dulu, kehidupan seorang remaja disibukkan dengan belajar dan belum bergantung pada perangkat teknologi. Pada masa lalu ini, jarang sekali pelajar SMP yang membawa perangkat teknologi seperti telepon genggam. Namun remaja masa kini sudah bergelimang kemajuan teknologi. Anak SD saja sudah menenteng telepon genggam model tercanggih. Kemajuan teknologi membuat remaja masa kini rentan dengan pengaruh budaya luar. Maka tak heran bila sekarang banyak sekali remaja yang mengikuti cara berpakaian ala artis-artis Hollywood.

7. Pola klasifikasi

Pola ini hampir sama dengan pola perbandingan karena di dalamnya memang ada perbandingan terhadap ciri dari hal yang dijelaskan. Bedanya, pola klasifikasi lebih terfokus pada aspek persamaannya. Dalam pola ini, benda, hewan, dan sebagainya dikelompokkan berdasarkan kesamaan cirinya.

Contoh:
Percabangan suatu bahasa proto menjadi dua bahasa baru atau lebih, serta tiap-tiap bahasa baru itu dapat bercabang pula dan seterusnya, dapat disamakam dengan percabangan sebatang pohon. Pada suatu waktu, batang pohon tadi mengeluarkan cabang-cabang baru. Tiap cabang kemudian bertunas dan bertumbuh menjadi cabang-cabang baru. Cabang-cabang yang baru ini kemudian mengeluarkan ranting-ranting baru. Demikian seterusnya. Begitu pula percabangan pada bahasa.

8. Pola pendefinisian

Dalam pola ini, ada kata, istilah, atau konsep yang dijelaskan artinya. Penjelasan itu dapat berdasarkan kamus, penjelasan ahli, ataupun pendapat penulis itu sendiri. Dalam pola ini, umumnya digunakan kata adalah, ialah, merupakan, dan yaitu.

Contoh:
Kapal pesiar adalah perahu layar atau kapal kecil yang sangat baik digunakan untuk rekreasi pada waktu luang. Pada umumnya, kapal pesiar ada dua macam, yaitu kapal yang tidak menggunakan mesin dan kapal yang menggunakan mesin. Kapal layar bermesin yang terkenal dengan sebutan "kapal pesiar", baik juga untuk sarana rekreasi. Kapal pesiar biasanya digunakan oleh orang-orang kaya untuk berpesiar.

Demikianlah yang dapat admin bagikan tentang pola pengembangan teks eksposisi dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Semoga apa yang admin bagikan kali ini bermanfaat buat kemajuan belajar anak didik dalam memahami pola pengembangan teks eksposisi dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Kiranya bermanfaat dan terima kasih.


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : 8+ Pola Pengembangan Teks Eksposisi Dilengkapi Contoh Teks (Mengklasifikasi Teks)

Beranda / Google.com / Google.co.id / Blogger.com /