Bahasa Indonesia SMP/SMA Kurikulum 2013

Pilihan Kata (Diksi), Tata Kalimat, dan Kepaduan Paragraf | Teks Deskripsi



Daftar Isi [Tampil]
ilmubindo.com | Pada kesempatan kali ini admin akan membagikan artikel tentang pilihan kata (diksi), tata kalimat, dan kepaduan paragraf dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Harapannya apa yang admin bagikan kali ini dapat membantu anak didik dalam mencari referensi tentang pilihan kata (diksi), tata kalimat, dan kepaduan paragraf dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Dan semoga apa yang admin bagikan kali ini dapat memberikan dampak positif yang baik bagi perkembangan dan kemajuan belajar anak didik dalam memahami pilihan kata (diksi), tata kalimat, dan kepaduan paragraf dalam pembelajaran bahasa Indonesia.

Pilihan Kata (Diksi), Tata Kalimat, dan Kepaduan Paragraf | Teks Deskripsi
www.ilmubindo.com

A. Pilihan Kata (Diksi)

Pilihan kata (diksi) pada hakikatnya merupakan pemilihan kata yang tepat dan selaras dalam penggunaannya sehingga dapat memberikan kesan dan makna sesuai dengan harapan. Diksi akan sangat ditentukan oleh penguasaan perbendaharaan kata. Semakin banyak kosakata yang dimiliki seseorang, semakin tepat pula pilihan kata yang digunakan dalam teks.

Bahasa Indonesia termasuk salah satu bahasa  di dunia yang sangat kaya kosakatanya. Ada banyak kata yang memiliki makna sama, seperti mati, meninggal, wafat, gugur, mampus, atau tewas, tetapi menimbulkan kesan atau efek yang berbeda-beda.

Perhatikan beberapa contoh penggunaan kata yang bermakna sama, tetapi memiliki kesan yang berbeda pada kalimat berikut.

Contoh 1)
a. Aku dan teman-teman melihat pertandingan sepakbola antardesa dengan penuh semangat
b. Aku dan teman-teman menyaksikan pertandingan sepakbola antardesa dengan penuh semangat

Contoh 2)
a. Hartono menyampaikan kabar duka itu sambil menangis
b. Hartono menyampaikan kabar duka itu sambil berlinangan air mata

Contoh 3)
a. Sudah ditegur berkali-kali, anak itu tidak pernah berubah
b. Sudah ditegur berkali-kali, anak itu tidak pernah jera

Jika diperhatikan dengan saksama, pilihan kata pada kalimat b menimbulkan efek yang lebih menarik daripada pilihan kata pada kalimat a. Penguasaan kosakata menjadi salah satu kunci pilihan kata yang tepat dalam menyusun sebuah teks deskripsi. Semakin banyak kosakata yang kita miliki, semakin banyak pula kata yang tepat untuk kita pilih sehingga tulisan kita mampu memberikan gambaran sejelas-jelasnya dan mampu menimbulkan efek emosional tertentu kepada pembaca.

B. Tata Kalimat

Salah satu ciri tata kalimat yang baik ditandai dengan penggunaan kalimat yang efektif. Kalimat efektif merupakan kalimat yang memiliki kemampuan untuk menimbulkan kembali gagasan pada pikiran pendengar atau pembaca seperti apa yang ada dalam pikiran pembicara atau penulis. Ada beberapa ciri yang menandai adanya kalimat efektif, yaitu kesepadanan struktur, keparalelan bentuk, ketegasan makna, kehematan kata, kecermatan penalaran, kepaduan gagasan, dan kelogisan bahasa. Perhatikan tabel di bawah ini!

No.
Kalimat Tidak Efektif
Kalimat Efektif
1.
Bagi siswa yang kehilangan buku catatan Matematika dimohon menghubungi petugas perpustakaan
Siswa yang kehilangan buku catatan Matematika dimohon menghubungi petugas perpustakaan
2.
Dalam rapat itu memutuskan bahwa setiap siswa wajib mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Pramuka
Dalam rapat itu, diputuskan bahwa setiap siswa wajib mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Pramuka.
3.
Ia tetap tak bergeming meskipun sudah ditegur berulang kali
Ia tetap bergeming meskipun sudah ditegur berulang-ulang

C. Kepaduan Paragraf

Kepaduan paragraf dalam sebuah teks berperan penting dalam menyampaikan gagasan dan perasaan sang penulis. Tanpa didukung hubungan antarparagraf yang padu, sebuah teks hanya akan membingungkan pembaca. Sebuah paragraf disebut padu jika didukung oleh keterpaduan bentuk (kohesi) melalui penggunaan kata-kata yang tepat. Penggunaan kata-kata yang sumbang dan kurang tepat akan menimbulkan tafsir ganda dan kesalahpahaman bagi pembaca. Sebuah paragraf bisa saja mengemukakan satu gagasan utama, tetapi belum tentu dikatakan kohesif jika kata-katanya tidak padu.

Selain itu, paragraf yang padu juga ditandai dengan adanya kekompakan antarkalimat. Kalimat-kalimatnya memiliki hubungan timbal balik serta secara bersama-sama membahas satu gagasan utama. Kalimat hendaknya tidak menyimpang dari gagasan utama ataupun meloncat-loncat. Perhatikan contoh berikut ini!

1) Perpustakaan bisa dikatakan sebagai jantung ilmu pengetahuan. 2) Buku-buku yag tertata rapi bisa menimbulkan kesan yang menyenangkan bagi pembaca. 3) Anak-anak yang pintar dan berprestasi rata-rata gemar mambaca di perpustakaan. 4) Para pemimpin yang sukses juga gemar membaca. 5) Kebiasaan membaca sejak dini perlu dikembangkan agar generasi masa depan negeri ini memiliki kepribadian yang kuat dan tangguh.

Jika kita mencermati beberapa kalimat dalam paragraf yang tidak memiliki keterkaitan makna dengan kalimat yang lainnya. 

Demikianlah yang dapat admin bagikan tentang pilihan kata (diksi), tata kalimat, dan kepaduan paragraf dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Semoga apa yang admin bagikan ini bermanfaat buat anak didik di mana pun berada dalam mencari bahan tentang pilihan kata (diksi), tata kalimat, dan kepaduan paragraf dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Kiranya bermanfaat dan terima kasih.


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Pilihan Kata (Diksi), Tata Kalimat, dan Kepaduan Paragraf | Teks Deskripsi

Beranda / Google.com / Google.co.id / Blogger.com /