Bahasa Indonesia SMP/SMA Kurikulum 2013

8+ Pedoman Pemakaian Huruf yang Benar dalam Bahasa Indonesia (Revisi Terbaru)



Daftar Isi [Tampil]
ilmubindo.com | Pada kesempatan kali ini admin akan membagikan kumpulan pedoman umum pemakaian huruf yang baik dan benar dalam bahasa Indonesia. Semoga apa yang admin bagikan kali ini dapat membantu anak didik dalam mencari referensi tentang pedoman umum pemakaian huruf yang baik dan benar dalam bahasa Indonesia. Dan harapannya, apa yang admin bagikan kali ini dapat membantu anak didik dalam memahami pedoman umum pemakaian huruf yang baik dan benar dalam bahasa Indonesia.

8+ Pedoman Pemakaian Huruf yang Benar dalam Bahasa Indonesia (Revisi Terbaru)

Pemakaian Huruf Abjad

Abjad yang digunakan dalam ejaan bahasa Indonesia terdiri atas 26 huruf. Adapun huruf-huruf tersebut adalah sebagai berikut.

Huruf
Nama
Kapital
Kecil
A
a
a
B
b
be
C
c
ce
D
d
de
E
e
e
F
f
ef
G
g
ge
H
h
ha
I
i
i
J
j
je
K
k
ka
L
l
el
M
m
em
N
n
en
O
o
o
P
p
pe
Q
q
ki
R
r
er
S
s
es
T
t
te
U
u
u
V
v
ve
W
w
we
X
x
eks
Y
y
ye
Z
z
zet

Pemakaian Huruf Vokal

Huruf Vokal yang melambangkan vokal dalam bahasa Indonesia terdiri atas huruf a, e, i, o, dan u.

Huruf Vokal
Contoh Pemakaian dalam Kata
Posisi Awal
Posisi Tengah
Posisi Akhir
a
adik
ragu
Lusa
e*
Elang
Rela
Sore
i
Injak
Bicara
Rugi
o
Olah
Pola
Kado
u
umur
rupa
pandu

Keterangan:
Untuk keperluan pelafalan kata yang benar, tanda aksen ( ' ) dapat digunakan jika ejaan kata menimbulkan keraguan.
Misal:
Ia suka menyukai film seri itu. (sèri)
Pertandingan catur itu berakhir seri.

Pemakaian Huruf Konsonan


Huruf yang melambangkan konsonan dalam bahasa Indonesia terdiri atas huruf-huruf b, c, d, f, g, h, j, k, l, m, n, p, q, r, s, t, v, w, x, y, dan z.

Huruf Konsonan
Contoh Pemakaian dalam Kata
Posisi Awal
Posisi Tengah
Posisi Awal
b
bakar
hebat
sebab
c
curi
lacak
-
d
data
pada
akad
f
fasih
kafan
aktif
g
gula
harga
gudeg
h
harus
lahan
tambah
j
jaring
raja
mikraj
k
kasar
saksi
batik
l
lampu
silat
bakal
m
mata
tamat
senam
n
nila
panah
kapan
p
pisang
lipat
ratap
q**
quran
status quo
taufiq
r
raba
hari
putar
s
siram
busuk
tangkas
t
tolak
kasta
bulat
v
vitamin
larva
-
w
wajib
bawa
takraw
x**
xerox
-
sinar-x
y
yakin
wayang
-
z
zaman
izin
juz

Keterangan:
  • Huruf melambangkan bunyi hamzah.
  • Huruf q dan x khusus dipakai untuk nama diri (seperti Taufiq dan Xerox) dan keperluan ilmu (seperti status quo dan sinar-x).

Pemakaian Huruf Diftong

Diftong dalam sistem bahasa Indonesia dilambangkan dengan ai, au, dan oi.

Huruf Diftong
Contoh Pemakaian dalam Kata
Posisi Awal
Posisi Tengah
Posisi Akhir
ai
ain
malaikat
tangkai
au
audio
saudara
lampau
oi
-
boikot
amboi

Pemakaian Gabungan Huruf Konsonan

Gabungan huruf konsonan dalam sistem bahasa Indonesia terdiri atas kh, ng, ny, dan sy, masing-masing melambangkan satu bunyi konsonan.

Gabungan H. K.
Contoh Pemakaian dalam Kata
Posisi Awal
Posisi Tengah
Posisi Akhir
kh
khawatir
makhluk
tarikh
ng
ngilu
sangkal
tentang
ny
nyala
sunyi
-
sy
syarat
dahsyat
amboi

Pemakaian Huruf Kapital

  1. Huruf kapital atau huruf besar dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat. Misalkan, Hujan deras mengguyur kota Samarinda.
  2. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung. Misalkan, Ibu bertanya, "Di mana tempat membeli cinderamata itu?"
  3. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam kata dan ungkapan yang berhubungan dengan agama, kitab suci, dan Tuhan, termasuk kata ganti untuk Tuhan. Misalnya, Islam- Quran, Budha-Weda, Allah-Yang Mahaperkasa.
  4. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang. Misalnya, Mahaputra Yamin, Sultan Hasanuddin.
  5. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan yang diikuti nama orang, nama instansi, atau nama tempat yang digunakan sebagai pengganti nama orang tertentu. Misalkan, Jenderal Sudirman, Wakil Presiden Adam Malik.
  6. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama orang. Misalnya, Taufik Ismail, Ahmad Yani.
  7. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa. Misalnya, bahasa Jepang, suku Minang.
  8. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, dan hari raya. Misalnya, tarikh Masehi, bukan Januari, hari Sabtu.
  9. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama diri geografi. Misalnya, Cilacap, Afrika Selatan, Uni Emirat Arab.
  10. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua unsur nama resmi negara, lembaga resmi, lembaga ketatanegaraan, badan, dan nama dokumen resmi, kecuali kata tugas, seperti dan, oleh, atau, untuk. Misalnya, Republik Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informasi.
  11. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama lembaga resmi, lembaga ketatanegaraan, badan, dokumen resmi, dan judul karangan. Misalnya, Undang-Undang Dasar 1945, Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Pemakaian Huruf Miring

1. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama buku, majalah, dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan. 
Misalnya:
Puisi-puisinya kerap muncul dalam majalah Horison.
2. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf, bagian kata, kata, atau kelompok kata.
Misalnya:
Buletin ini hanya untuk kalangan terbatas.

3. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan kata atau ungkapan yang bukan bahasa Indonesia.
Misalnya:
Politik de et impera merupakan taktik yang dipergunakan Belanda untuk memecah-belah negeri ini.

Pemakaian Huruf Tebal

1. Huruf tebal dalam cetakan dipakai untuk menuliskan judul buku, bab, bagian bab, daftar isi, daftar tabel, daftar lambang, daftar pustaka, indeks, dan lampiran.
Misalnya:
Judul :
Sengsara Membawa Nikmat
Bab :
BAB I PENDAHULUAN
BAB II LANDASAN TEORI
bagian bab:
1.1 Latar Belakang Masalah
1.2 Tujuan Penelitian
Daftar indek dan lampiran:
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR LAMBANG
DAFTAR PUSTAKA
INDEKS
LAMPIRAN

2. Huruf tebal tidak dipakai dalam cetakan untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf, bagian kata, kata, atau kelompok kata; untuk keperluan itu digunakan huruf miring.
Misalnya:
Akhiran -i tidak dipenggal pada ujung baris.
Saya tidak mengambil bukumu
Gabungan kata kerjasa sama ditulis terpisah.

Seharusnya ditulis dengan huruf miring:

Akhiran -i tidak dipenggal pada ujung baris.
Saya tidak mengambil bukumu
Gabungan kata kerjasa sama ditulis terpisah.

3. Huruf tebal dalam cetakan kamus dipakai untuk menuliskan lema dan sublema serta untuk menuliskan lambang bilangan yang menyatakan polisemi.
Misalnya:
cair (ks) 1 bersifat seperti air; 2 encer
mencair (kk) 1 menjadi cair; 2 (kiasan) sudah baik kembali (hubungan antamanusia)
Mencairkan (kk) 1 membuat jadi cair; mengencerkan; 2 (kiasan) memulihkan hubungan.


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : 8+ Pedoman Pemakaian Huruf yang Benar dalam Bahasa Indonesia (Revisi Terbaru)

Beranda / Google.com / Google.co.id / Blogger.com /