Bahasa Indonesia SMP/SMA Kurikulum 2013

Kumpulan 5+ Contoh Soal Teks Deskripsi Tempat Wisata (Terbaru)


Daftar Isi [Tampil]
ilmubindo.com | Pada kesempatan kali ini admin akan membagikan kumpulan contoh soal teks deskripsi tentang tempat wisata dalam pembelajaran bahasa Indonesia kelas tujuh revisi. Semoga apa yang admin bagikan kali ini dapat membantu Bapak dan Ibu Guru dan anak didik dalam mencari referensi tentang kumpulan contoh soal teks deskripsi tentang tempat wisata dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Dan harapannya, apa yang admin bagikan kali ini dapat memberikan dampak positif yang baik bagi perkembangan dan kemajuan belajar anak didik dalam memahami dan membuat contoh teks deskripsi yang diberikan.

Kumpulan 5+ Contoh Soal Teks Deskripsi Tempat Wisata (Terbaru)

Paris

Paris merupakan Ibu kota dan kota terbesar di Perancis. Berperan sebagai salah satu kawasan bisnis dan budaya penting dari negara tersebut. Berlokasi di bagian tengah utara yang melingkupi wilayah seluas 105 kilometer persegi. Kota ini dibagi oleh Sungai Seine yang mengalir melalui bagian tengahnya.

Dikenal sebagai Kota Cahaya, Paris memiliki berbagai daya tarik dari kemegahan bangunan dan budayanya. Ada banyak gedung theater, museum, galeri seni, dan ruang konser. Selama berabad-abad, Paris telah dianggap sebagai pusat kebudayaan dari dunia barat. Banyak penulis dan pemikir dari berbagai belahan dunia telah pergi ke Paris untuk mendapatkan inspirasi dan ilmu dengan merasakan kebudayaan dan keindahannya. Banyak seniman hebat, semisal Claude Monet dan Pablo Picasso, pernah tinggal dan bekerja di sana juga.

Sepanjang pembangunan Paris, kota ini menyuguhkan para pengunjung dari seluruh dunia dengan jejeran monumen yang menakjubkan dan bangunan warisan budaya bersejarah. Tak diragukan lagi, bangunan warisan budaya yang paling terkenal di Paris adalah Menara Eiffel. Dirancang oleh Gustave Eiffel untuk sebuah eksposisi internasional tahun 1889. Menara ini dapat terlihat dengan mudah dari berbagai penjuru kota dengan ketinggian yang luar biasa sekitar 300 meter.

Bangunan warisan budaya penting lainnya di Paris adalah Arch of Triumph (monumen kemenangan) yang memakan waktu pembangunan selama 30 tahun, mulai 1806 dan selesai tahun 1836. Monumen ini ditujukan untuk menghormati kemiliteran Perancis. Di sisi lain dari monumen ini, ada jalan terkenal yang disebut dengan Champs-Élysées. Di sisi lainnya terdapat Place de la Concorde (Kotak Perdamaian), sebuah persegi yang memiliki patung besar dan air mancur.

Paris juga memiliki beberapa jembatan yang dibangun dengan gaya dan masa yang berbeda. Jembatan yang paling tua adalah Pont Neuf (Jembatan Baru) yang diselesaikan pada tahun 1604. Sebagai kawasan perkotaan yang besar, Paris memiliki banyak taman juga. Yang paling terkenal adalah Taman Tuileries. Orang Paris dan pelancong suka mengunjungi taman yang terletak di dekat Place de la Concorde untuk bersantai dan menikmati pemandangan yang dikelilingi oleh bunga-bunga dan ukir-ukiran.

Lebih dari dua ribu tahun yang lalu, Paris pertama kali muncul sebagai sebuah pemukiman pada sebuah pulau di Sungai Seine yang saat ini dinamakan Île de la Cité. Tempat ini dihuni oleh sebuah bangsa Celtic yang dikenal dengan Parisii. Pemukiman ini kemudian dikenal dengan Lutetia yang ditaklukkan oleh orang Romawi pada abad pertama Masehi. Lutetia tumbuh dan akhirnya menyebar hingga ke bagian tepi sungai Seine sebelah kiri. Berawal pada awal 300 tahunan setelah Masehi kota tersebut dikenal dengan Paris.

Candi Borobudur 

Candi Borobudur merupakan sebuah monumen yang megah di Jawa Tengah, Indonesia. Lokasinya secara persis 42 km atau 26 mil dari barat laut Yogyakarta. Monumen Borobudur mengkombinasikan bentuk simbol dari stupa (sebuah gundukan kenangan yang umumnya memiliki benda peninggalan suci), gunungan candi (berdasarkan gunung Meru dari mitologi Hindu), dan mandala (perwujudan alam semesta menurut spiritual penganut Buddha yang menggabungkan persegi empat sebagai dunia dan lingkaran sebagai surga). Gaya Borobudur begitu dipengaruhi oleh seni masa Gupta dan setelah Gupta. Monumen ini dinobatkan sebagai salah satu warisan dunia oleh UNESCO.

Candi Borobudur dibangun antara sekitar 778 dan 850 masehi, di bawah dinasti Shailendra. Terkubur di bawah abu vulkanis dan ditumbuhi oleh tumbuhan selama sekitar beberapa abad, hingga ditemukan oleh Thomas Stamford, seorang gubernur jenderal Inggris, pada tahun 1907. Restorasi kedua selesai tahun 1983.

Pembangunan Candi Borobudur membutuhkan sekitar 56 ribu meter kubik batu vulkanis keabuan. Candi ini didesain seperti piramida berundak terdiri dari tiga tingkat utama, dikelilingi oleh bukit kecil. Tingkat tersebut terdiri dari sebuah dasaran persegi, 5 teras persegi pada tingkat tengah, dan 3 teras bulat pada bagian atas. Bagian tengah 35 meter dari dasar yang memiliki satu stupa yang besar.

Masing-masing dari ketiga tingkatan utama dari monumen melambangkan sebuah tahap cara mendapatkan pencerahan bodhisattva yang dicita-citakan. Perjalanan spiritual disimbolisasikan oleh tangga bagian timur, dimana perjalanan suci dimulai, dan berjalan searah jarum jam mengelilingi ke setiap dari sembilan tingkatan sebelum mencapai puncak yang berjarak sekitar 5 km.

Bagian candi yang paling bawah, agak tersembunyi, memiliki ratusan relief dari hasrat duniawi. Relief-relief tersebut menggambarkan kama-dhatu atau alam rasa yang dikenal juga sebagai bagian paling bawah dari alam Mahayana menurut kepercayaan Budha. Pada tingkat selanjutnya, akan ada serangkaian relief yang menggambarkan rupa-dhatu atau bagian tengah dan alam rupa yang menceritakan keseluruhan peristiwa kehidupan Budha Gautama dan adegan dari Jataka (kisah kehidupan dia sebelumnya). Tiga bagian yang teratas menggambarkan arupa-dhatu atau alam tak berwujud yang bermakna pelepasan dari dunia fisik. Tingkat ini memiliki sedikit dekorasi, meski begitu pada bagian tingkatnya dilapisi oleh 72 stupa yang berbentuk lonceng. Kebanyakan stupa tersebut masih memiliki arca Budha yang lumayan terlihat melalui dinding batu yang berlubang.

Selama upacara tahunan Waisak saat bulan purnama, akan ada lebih dari seribu biksu Budha berjubah kuning yang berjalan dengan khidmat dalam prosesi menuju Candi Borobudur untuk memperingati tiga tahap dari kelahiran, kematian, dan pencerahan sang Budha.

Taman Safari 

Safari Park, yang dikenal luas dengan Taman Safari oleh penduduk sekitar, merupakan kebun binatang yang cukup unik. Terletak sekitar 90 km dari ibu kota Indonesia, Jakarta dan sekitar 2 km dari Puncak. Lokasi persisinya di Cisarua, Bogor, Jawa Barat.

Kebun binatang ini serupa dengan taman yang berlokasi di Kenya, Afrika. Meski tak seluas Taman Safari Kenya, hanya sekitar 100 hektar, tapi taman ini masih bisa memberi banyak hiburan pada pengunjungnya. Di kebanyakan kebun binatang biasa, binatang biasanya ditempatkan dalam kandang, sementara Taman Safari pengunjungnya yang ada dalam “kandang”. Mereka tidak diperkenankan untuk turun dari kendaraannya karena binatang bebas berkeliaran. Pengunjung yang tidak memiliki mobil dapat menggunakan bis keliling yang telah disediakan oleh pengelola taman.

Sebenarnya binatangnya tidak berkeliaran dengan bebas ke semua wilayah kebun binatang, tapi mereka hanya dikelompokkan kedalam beberapa blok yang berbeda. Blok pertama digunakan untuk hewan buas pemakan daging seperti harimau dan singa. Block kedua digunakan untuk hewan besar pemakan tumbuhan seperti gajah, badak, kuda nil, zebra, dan jerapah. Blok ketiga dihuni oleh primata seperti orang utan dan gorila. Terdapat juga banyak jenis domba dan rusa di dalamnya. Ada beruang, burung unta, dan lamad di dalam blok terakhir. Masing-masing binatang berkeliaran dengan bebas di dalam blok mereka.

Blok yang lainnya sama seperti di kebun binatang biasa yang hewannya berada dalam kandang, misalnya spesies langka harimau putih India, beberapa jenis kera, burung, dan buaya. Ada juga beberapa hewan jinak seperti kera, beruang, dan bayi harimau. Pengunjung bisa berfoto bersama hewan-hewan tersebut.

Taman Safari tak hanya sebagai sebuah taman rekreasi namun juga taman penelitian. Taman ini telah berhasil melindungi beberapa spesies terutama yang langka, misalnya harimau putih, jerapah, dan kuda nil. Ini merupakan salah satu aset nasional yang paling berharga.

Monumen Nasional 

Monumen Nasional yang dikenal luas dengan Monas adalah salah satu bangunan warisan budaya yang terkenal di Jakarta Pusat, Indonesia. Pembangunannya dimulai pada tahun 1961 dan secara resmi dibuka untuk kalangan umum pada tahun 1975. Monumen tugu ini dibangun untuk mengenang perjuangan rakyat Indonesia dalam memperoleh kemerdekaan dari penjajahan Belanda.

Tinggi keseluruhan dari Monas 132 meter, menjulang dari dasar hingga ke angkasa. Bangunan ini terdiri dari tiga tingkat bagian yang berbeda. Bagian paling atas merupakan sebuah mahkota berbentuk api yang dilapisi dengan emas 45 kg. Beratnya sekitar 14,6 ton dan memiliki tinggi 17 meter. Bagian kedua merupakan pelataran puncak. Bagian ini memiliki bentuk persegi dengan ukuran 11 kali 11 meter. Pengunjung dapat mencapainya dengan menggunakan lift yang memakan waktu sekitar tiga menit lamanya. Dari pelataran ini, mereka dapat melihat pemandangan luas dan jelas dari keseluruhan kota. Bagian terakhir merupakan pelataran bawah. Pelataran persegi ini memiliki lebar 45 meter di setiap sisinya. Di dalam bagian bawah ini, ada ruang kemerdekaan. Ruangan ini menyimpan banyak simbol dan berkas kemerdekaan Indonesia.

Candi Prambanan 

Candi Prambanan atau yang juga dikenal dengan Candi Roro Jonggrang merupakan komplek candi Hindu terbesar di Indonesia. Candi ini berlokasi persis di sekitar 17 km timur laut dari kota Yogyakarta, Jawa Tengah. Candi ini dibangun di abad ke 9 selama masa pemerintahan dinasti Sanjaya dan didedikasikan kepada tiga dewa Hindu utama atau Trimurti; Brahma, Wisnu, dan Siwa. Kebesaran dan kemegahannya menarik banyak pengunjung dari berbagai belahan dunia setiap tahunnya.

Candi Prambanan dibangun di atas bidang persegi. Masing-masing bidang dipisahkan oleh empat dinding dengan empat gerbang besar di bagian tengah sebagai pintu masuk. Keseluruhan komplek candi dibagi menjadi tiga zona utama; zona luar, tengah, dan dalam. Zona luar merupakan ruang terbuka dan tingkat paling bawah dari candi. Area kedua merupakan zona tengah dimana ratusan candi kecil yang dulunya berdiri. Area terakhir merupakan zona dalam. Bagian ini merupakan tingkat paling tinggi dan suci dari candi. Terdapat tiga candi utama dari Brahma, Wisnu, dan Siwa yang berdiri di zona dalam, bersama dengan tiga candi kecil dari binatang tunggangan mereka.


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Kumpulan 5+ Contoh Soal Teks Deskripsi Tempat Wisata (Terbaru)

Beranda / Google.com / Google.co.id / Blogger.com /