Blog Kumpulan Informasi Seputar Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SMP

Cara Menentukan dan Mencari Unsur Intrinsik Cerita Fantasi Edisi Terbaru

ilmubindo.com_ Kali ini admin akan membagikan artikel mengenai cara menentukan dan mencari unsur intrinsik cerita Fantasi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Semoga artikel kali ini bermanfaat buat peserta didik dalam mencari referensi tentang cara menentukan dan mencari unsur intrinsik cerita Fantasi.

Unsur intrinsik merupakan unsur-unsur yang membangun karya sastra itu sendiri. Unsur intrinsik meliputi tema, latar, penokohan, sudut pandang, dan amanat.
  • Tema
Tema adalah makna yang dikandung oleh sebuah cerita. Tema dapat bersinonim dengan ide utama dan tujuan utama. Jadi, tema merupakan gagasan dasar umum, dasar cerita sebuah karya yang digunakan pengarang untuk mengembangkan cerita.

Cara Menentukan dan Mencari Unsur Intrinsik Cerita Fantasi Edisi Terbaru

Tema yang sering diangkat dalam karya sastra adalah masalah kehidupan. Masalah tersebut berupa pengalaman bersifat individual dan sosial. Contoh tema yang diangkat antara lain cinta (cinta terhadap Tuhan, tanah air, orang tua, atau kekasih), kesetiakawanan, dan keadilan.
  • Latar
Latar atau setting disebut landas tumpu, menyaran pada pengertian tempat, hubungan waktu, dan lingkungan sosial tempat terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan.

1) Latar tempat
latar tempat menyaran pada lokasi terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan dalam karya fiksi. 

2) Latar waktu
Latar waktu berhubungan dengan masalah "kapan" terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan dalam karya fiksi.

3) Latar sosial
Latar sosial menyaran pada unsur-unsur yang berhubungan dengan perilaku kehidupan sosial masyarakat di suatu tempat yang diceritakan dalam karya fiksi. Tata cara kehidupan sosial mencakup kebiasaan hidup, cara berpikir, dan bersikap.
  • Penokohan
Penokohan adalah pelukisan gambaran jelas tentang seseorang yang ditampilkan dalam sebuah cerita. Pelukisan gambaran tokoh cerita ditafsirkan memiliki kualitas moral dan kecenderungan tertentu seperti yang diekspresikan dalam ucapan dan aspek yang dilakukan dalam tindakan.
  • Sudut Pandang
Sudut pandang atau point of view merupakan cara pandang yang digunakan pengarang sebagai sarana untuk menyajikan tokoh, tindakan, latar, dan berbagai peristiwa yang membentuk cerita. Bentuk sudut pandang orang ketiga dan pertama.

1) Sudut pandang orang ketiga
Pengisahan cerita pada umumnya mempergunakan sudut pandang orang ketiga. Narator adalah seorang yang berada di luar cerita yang menampilkan tokoh-tokoh cerita dengan menyebut nama diri atau kata ganti orang ketiga. Kata ganti tersebut misalnya Ayu, Budi, Tono, ia, dia, dan mereka.

2) Sudut pandang orang pertama
Dalam pengisahan cerita yang mempergunakan sudut pandang orang pertama, narator adalah seorang yang ikut terlibat dalam cerita. Ia adalah si "aku", tokoh yang mengisahkan kesadaran diri sendiri.

3) Sudut pandang campuran
Dalam pengisahan cerita, pengarang menggabungkan penggunaan sudut pandang orang pertama dan sudut pandang orang ketiga.
  • Amanat
Amanat adalah pesan yang ingin disampaikan dalam sebuah cerita. Pesan dalam sebuah cerita mencerminkan pandangan hidup pengarang . Pesan yang ingin disampaikan pengarang disebut pesan  moral. Pesan moral tersebut dapat berupa penerapan sikap dan laku tokoh-tokoh tersebut diharapkan dapat menyajikan hikmah.

Jenis pesan moral yang disampaikan dalam cerita bersifat tidak terbatas. Pesan moral dapat mencakup seluruh persoalan hidup. Persoalan hidup dan kehidupan manusia dapat dikategorikan ke dalam persoalan hubungan manusia dengan diri sendiri, hubungan manusia dengan manusia lain dalam lingkup sosial, hubungan manusia dengan lingkungan alam, dan hubungan manusia dengan Tuhan.


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Cara Menentukan dan Mencari Unsur Intrinsik Cerita Fantasi Edisi Terbaru