Bahasa Indonesia SMP/SMA Kurikulum 2013

Kaidah Kebahasaan Teks Eksposisi | Bahasa Indonesia Kelas VIII (Revisi)



ilmubindo.com | Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang kaidah kebahasaan dalam teks eksposisi bahasa Indonesia kelas VIII (delapan) revisi. Semoga apa yang admin bagikan ini dapat membantu anak didik dalam mencari referensi tugas tentang kaidah kebahasaan dalam teks eksposisi bahasa Indonesia. Mudah-mudahan apa yang admin bagikan ini dapat memberikan dampak baik bagi perkembangan dan kemajuan belajar anak didik dalam memahami kaidah kebahasaan dalam teks eksposisi bahasa Indonesia.

Kaidah Kebahasaan Teks Eksposisi | Bahasa Indonesia Kelas VIII (Revisi)
www.ilmubindo.com

A. Kebahasaan Teks Eksposisi

Di bawah ini adalah beberapa kaidah kebahasaan yang terdapat dalam teks eksposisi. Adapun beberapa ciri kebahasaan dari teks eksposisi adalah sebagai berikut.
  1. Menggunakan kata-kata teknis (istilah) yang berkenaan dengan topik yang dibahas. Dengan topik anak jalanan, peristilahan yang digunakan adalah miskin, ekonomi, norma, dan sosial.
  2. Menggukan kata kerja (verba) seperti diharapkan, memprihatinkan, mengagumkan, menduga, berpendapat, berasumsi, dan menyimpulkan.
  3. Menggunakan kata-kata perujukan, seperti berdasarkan data ..., merujuk pada pendapat.
  4. Menggunakan kata-kata persuasif, seperti hendaklah, sebaiknya, diharapkan, dan perlu. Selain itu, teks eksposisi lebih banyak menggunakan kata denotatif atau makna sebenarnya.
  5. Menggunakan kata-kata yang menunjukkan hubungan argumentasi (kausalitas). Sebagai contoh, jika ..., sebab ..., karena ..., dan dengan demikian ....
  6. Menggunakan kohesi dan konjungsi. Kohesi berfungsi untuk membentuk kepaduan antarkalimat dan antarparagraf dalam teks eksposisi. Konjungsi berfungsi untuk menghubungkan klausa-klausa dalam kalimat majemuk pada teks eksposisi.
B. Contoh Teks Eksposisi

Berikut ini adalah contoh teks eksposisi yang berjudul "Kebersihan Lingkungan Sekolah" dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Adapun contoh teks eksposisi tersebut adalah sebagai berikut.

Kebersihan Lingkungan Sekolah

Kebersihan lingkungan sekolah adalah salah satu faktor penting untuk menciptakan kenyamana dalam proses KMB. Selain untuk menciptakan kenyamanan dalam proses KBM (Kegiatan Belajar Mengajar), kebersihan diperlukan untuk menjaga kesehatan para siswa. Siswa akan lebih senang belajar dalam suasana yang asri dan bersih.

Namun, masih banyak siswa yang kurang menjaga kebersihan sekolah. Di laci meja kelas biasanya banyak ditemukan sampah bekas makanan dan minuman. Siswa masih kurang kesadaran dalam menjaga kebersihan lingkungan. Masih banyak yang membuang sampah tidak pada tempatnya.

Penyebab mereka tidak menjaga kebersihan salah satunya adalah mereka malas, dan kurang kesadaran menjaga kebersihan. Padahal di setiap titik lingkungan sekolah sudah disediakan tempat sampah. Kurang kesadaran akan kebersihan dan malas itulah penyakit siswa-siswi sekolah pada saat ini.

Akibat tidak menjaga kebersihan lingkungan sekolah, lingkungan sekolah menjadi bau, kotor, serta banyak serangga. Laci-laci meja kelas yang banyak sampah akan menjadi sarang nyamuk da serangga. Ruang kelas yang tidak dibersihkan akan kotor dan menimbulkan ketidaknyamanan dalam proses belajar mengajar. Sampah yang berserakan atau tempat sampah yang tidak dibersihkan akan menimbulkan bau yang menyengat dan penyakit-penyakit baru.

Alasan lain adalah para siswa berpikiran bahwa, kebersihan sekolah merupakan tanggung jawab penjaga dan perawat sekolah sehingga mereka dengan enaknya membuang sampah sembarangan. Padahal kebersihan sekolah merupakan tanggung jawab seluruh warga sekolah.

Menjaga kebersihan di lingkungan sekolah perlu dilakukan. Dengan cara reboisasi, membersihkan kelas dan sekolah, lingkungan sekolah akan terasa nyaman untuk ditinggali warganya. Perlu diberikan sanksi yang tegas kepada siswa yang membuang sampah sembarangan. Selain itu, diadakan bersih sekolah setiap bulan yaitu kerja bakti warga sekolah untuk membersihkan sekolahnya agar siswa-siswi memiliki tanggung jawab dan rasa memiliki terhadap sekolahnya.

Demikianlah yang dapat admin bagikan tentang kaidah kebahasaan dalam teks eksposisi bahasa Indonesia kelas. Mudah-mudahan apa yang admin bagikan ini dapat membantu anak didik dalam memahami kaidah kebahasaan dalam teks eksposisi bahasa Indonesia kelas. Selamat belajar dan semoga sukses. Terima kasih.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Kaidah Kebahasaan Teks Eksposisi | Bahasa Indonesia Kelas VIII (Revisi)

Beranda / Google.com / Google.co.id / Blogger.com /