Bahasa Indonesia SMP/SMA Kurikulum 2013

Langkah-Langkah Menyusun Teks Cerita Inspirasi | Bahasa Indonesia Kelas 9 (Revisi)



ilmubindo.com | Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang langkah-langkah menyusun sebuah teks cerita inspirasi. Semoga apa yang admin bagikan ini dapat membantu anak didik dalam memahami dan mencari refesensi tentang langkah-langkah menyusun sebuah teks cerita inspirasi. Dan harapannya apa yang admin bagikan ini dapat memberikan dampak positif yang baik bagi perkembangan dan kemajuan belajar anak didik dalam memahami langkah-langkah menyusun sebuah teks cerita inspirasi. Untuk lebih jelasnya, silakan kalian simak penjelasannya di bawah ini.


Langkah-Langkah Menyusun Teks Cerita Inspirasi | Bahasa Indonesia Kelas 9 (Revisi)
www.ilmubindo.com

Pengertian Cerita Inspirasi

Cerita inspirasi adalah cerita yang mampu mengilhami, menggugah kesadaran, dan membuka pencerahan pembaca agar terjadi perubahan menuju kebaikan. Melalui teks cerita inspirasi, pembaca akan belajar untuk lebih peka terhadap peristiwa yang terjadi di sekitarnya. Teks cerita inspirasi memiliki pesan yang baik bagi pembacanya.

Menyusun Cerita Inspirasi

Di bawah ini adalah  beberapa langkah-langkah dalam menyusun teks cerita inspirasi dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Adapun langkah-langkah dalam menyusun sebuah teks cerita inspirasi adalah sebagai berikut.
  1. Memerhatikan atau mengamati lingkungan sekitar kita. Pengamatan ini berfungsi untuk melatih kepekaan pengarang terhadap permasalahan yang muncul di sekitar kita.
  2. Menentukan tema, alur, tokoh, dan amanat cerita inspirasi yang akan dibuat. Setelah kalian selesai mengamati lingkungan sekitar, kalian dapat menentukan salah satu di antara banyaknya tema yang kalian sudah pilih.
  3. Buatlah cerita berupa narasi dengan memerhatikan struktur teks cerita imajinasi. Kalian bisa memulai dari orientasi, komplikasi, resolusi, dan koda.
  4. Buatlah cerita yang dapat menginspirasi siapa pun membaca cerita kalian sehingga dapat menggugah rasa simpati, peduli, atau empati.
  5. Tentukan judul teks cerita inspirasi tersebut sesuai garis besar cerita kalian.
Contoh Cerita Inspirasi

Berikut ini adalah salah satu contoh teks cerita inspirasi dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Adapun contoh teks cerita inspirasi tersebut adalah sebagai berikut.

Tiga Orang Tuli dan Seorang Sufi Bisu

Suatu ketika hidup seorang penggembala miskin di sebuah desa kecil. Tiap hari ia membawa domba-domba gembalanya di sebuah padang rumput berbukit yang tak jauh dari rumahnya. Seorang gembala ini tuli sejak muda. Meskipun begitu, ia tak lagi menyesali pendengarannya yang rusak itu.

Langkah-Langkah Menyusun Teks Cerita Inspirasi | Bahasa Indonesia Kelas 9 (Revisi)

Pada suatu hari, saat menggembalakan domba-dombanya, istrisi pengembala lupa menggirim bungkusan makanan. Makanan juga tidak diantar oleh anak si gembala hingga matahari terus bergerak tepat berada di atas kepala.

"Aku akan pulang mengambilnya," pikir si gembala.

Ia tiba-tiba melihat seorang tak seberapa jauh sedang memotong rumput di pinggir bukit. Ia menghampirinya dan berkata, 

"Saudaraku, tolong jaga domba-domba ini dan awasi jangan sampai ada yang berkeliaran hingga tersesat. Karena istriku ceroboh lupa mengirim makanan untukku, aku harus pulan mengambil makanan. Aku akan kembali segera."

Pemotong rumput tersebut ternyata juga tuli. Ia tak mendengar apa pun yang pengembala itu katakan. Ia juga tak paham maksudnya, tapi ia berusaha menerka. Ia menjawab, 

"Mengapa aku harus memberimu rumput yang kupotong sendiri untuk hewan piaraanku? Aku di rumah punya seekor sapi dan dua ekor kambing. Aku pergi jauh-jauh ke sini untuk mencari makan untuk hewan-hewanku itu. Sudahlah, menjauhlah dariku. Aku tidak mau berurusan dengan orang sepertimu yang ingin mengambil milikku yang sedikit ini." Ia berkata begitu sembari menggerakkan tangannya.

Pengembala yang tidak mendengar apa pun yang dikatakan perumput menjawab, 

"Oh, terima kasih teman atas kesediaanmu. Aku akan segera mungkin kembali. Semoga keselamatan da berkah selalu menyertaimu. Engkau telah benar-benar meringankan tugasku."

Ia segera berlari menuju rumah. Setelah tiba, ia mendapati istrinya sakit demam dan sedang dirawat para istri tetangga. Ia mengambil bungkusan makanan dan berlari kembali ke bukit. Dengan sigap ia segera menghitung domba-dombanya dengan cermat. Semuanya masih lengkap. Dalam hati ia bergumam, "Sungguh mulia pribadi yang memotong rumput itu. Ia benar-benar bisa dipercaya. Ia menjaga domba-dombaku dan tidak mengharap ucapan terima kasih dariku. Sungguh luar biasa. Aku akan memberi domba pincang ini. Toh, memang domba pincang ini awalnya mau kusembelih. Biar domba ini untuknya saja sebagai ungkapan terima kasihku. Ini akan menjadi makanan yang lezat untuk keluarganya."

Sambil memanggul domba pincang di atas bahunya, ia berlari mendekati pemotong rumput itu dan berteriak, "Hai saudaraku, ini hadiah dariku karena engkai telah menjaga domba-dombaku. Istriku ternyata sedang sakit, makanya ia lupa mengirim. Terimalah domba ini untuk makan malam nanti." Ia mengatakan itu sembari menunjukkan domba pincang.

"Dasar pengembala busuk! Aku tak melihat apapun yang terjadi selama kamu pergi. Bagaimana kau menyuruhku aku bertanggung jawab atas kaki pincang dombamu? Aku sibuk memotong rumput dan sama sekali tak tahu terkait kejadian yang menimpa kaki dombamu. Pergilah! Kalau kau mendekat, aku akan memukulmu!" jawab pemotong rumput dengan raut muka marah.

Sang penggembala heran kenapa pemotong rumput marah. Ia lalu berusaha memanggil seorang musafir penunggang kuda bagus yang kebetulan sedang melintas.

"Tolong katakan padaku apa yang diucapkan pemotong rumput ini! Aku ini tuli. Aku tidak mengerti kenapa tuli. Aku tidak mengerti kenapa ia menolak pemberianku berupa seekor domba ini dengan ekspresi kekesalan seperti tadi."

Si pengembala dan pemotong rumput mulai sama-sama meneriaki si penunggang kuda. Penunggang kuda kemudian turun dari kudanya dan menghampiri keduanya. Sang musafir ini ternyata pencuri kuda. Ia juga tuli seperti pengembala kuda maupun pemotong rumput. Ia tak mendengar apa pun yang dikatakan keduanya. Ia sebenarnya sedang tersesat dan bermaksud bertanya kepada mereka ia berada di mana. Tapi, melihat sikap mengancam keduanya, ia berkata,

"Benar-benar, temanku! Aku memang barusan mencuri kuda. Aku mengakui. Tapi, aku tahu kalau ini milik kalian. Maafkan aku karena aku mudah tergoda dan tak berpikir panjang."

"Aku tidak tahu apa-apa terhadap pincangnya dombanya ini!" teriak pemotong rumput.

"Suruh ia katakan padaku, mengapa ia menolak pemberianku!" desak si pengembala. "Aku hanya ingin memberikannya hadiah sebagai ucapan terima kasih!"

"Aku mengaku mengambil kuda," ujar si pencuri, "Tapi aku tuli dan aku tidak tahu siapa di antara kalian berdua pemilik kuda ini."

Pada saat itu di kejauhan tampak seorang sufi tua sedang berjalan mendekat. Pemotong rumput segera menarik jubah sang darwis dan berkata,

"Tuan darwis yang mulia, aku orang tuli yang tak mengerti ujung pangkal apa yang dibicarakan dua orang ini. Aku memohon kebijaksanaan Anda, adili dan teriakkan masing-masing."

Namun, si darwis yang ternyata bisu itu tidak menjawab sepatah kata pun. Ia hanya memandangi dengan penuh selidik ketiga orang tuli itu yang sekarang mulai menghentikan teriakan masing-masing. Ia memandangi ketiganya dengan tatapan tajam. Satu per satu. Hingga mereka mulai muncul rasa tak enak. Mata hitam si darwis menusuk tajam ke mata mereka bertiga bergantian, seolah berusaha keras mencari petunjuk kebenaran dari situasi ini.

Masing-masing orang tuli itu nulai takut dengan sorot mata si darwis, kalau-kalau ia akan menyihir mereka atau mengendalikan kemauan mereka. Tiba-tiba si pencuri melompat ke punggung kudanya dan segera memacu lari kudanya kencang-kencang. Begitu pula dengan si penggembala segera mengiring gembalaannya menjauh ke sebelah bukit. Si pemotong rumput yang tadinya tidak berani menatap mata si darwis segera mengemasi hasil sabitan rumputnya ke dalam kantong dan mengangkatnya di bahu lalu berjalan menuruni bukit.

Sang darwis melanjutka perjalanannya. Ia berpikir dalam hati, kadang-kadang kata-kata tak berfungsi apa-apa dan tidak terlalu berguna. Mungkin lebih baik orang tidak perlu banyak mengucapkannya!

Demikianlah yang dapat admin bagikan tentang langkah-langkah menyusun sebuah teks cerita inspirasi. Semoga apa yang admin bagikan ini bermanfaat buat kemajuan belajar anak didik dalam memahami langkah-langkah menyusun sebuah teks cerita inspirasi. Selamat belajar dan semoga sukses. Terima kasih.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Langkah-Langkah Menyusun Teks Cerita Inspirasi | Bahasa Indonesia Kelas 9 (Revisi)

Beranda / Google.com / Google.co.id / Blogger.com /